. . .

BPBD Catat Bencana Pohon Tumbang Dominan di Awal 2019

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mencatat sepanjang awal tahun di bulan Januari 2019 yang tersebar diseluruh Kecamatan di Bandarlampung, jenis bencana yang mendominasi yaitu pohon tumbang yang diikuti dengan bencana kebakaran, banjir dan angin puting beliung.

Kepala BPBD Bandarlampung Syamsul Rahman,  melalui Sekretaris M. Rizki menjelaskan sebanyak 19 kejadian pohon tumbang telah terjadi sepanjang bulan Januari ini. Yang kemudian diikuti dengan bencana kebakaran sebanyak 13 kasus.

“Kemudian banjir 3 bencana,  dan angin puting beliung sebanyak 2. Sepanjang januari ini baru itu saja bencana yang sudah didata BPBD Bandarlampung,” ujarnya,  Rabu (30/1).

Dengan jumlah bencana yang telah didata oleh BPBD Bandarlampung itu,  pihaknya akan terus menyiagakan seluruh anggota dan peralatan yang diperlukan sewaktu-waktu jika terjadi suatu bencana.

“Anggota dan seluruh peralatan dan armada BPBD selalu kita persiapkan. 24 jam kita siagakan seluruh personil yang ada,  dan masyarakat juga dapat menghubungi langsung petugas BPBD yang berada di pos,” jelasnya.

Rizki menambahkan, lima (5) bencana yang rawan di Kota Bandarlampung yaitu banjir, tanah longsor, angin puting beliung,  kekeringan, kemudian kebakaran hutan dan lahan.

“Bencana banjir merata terjadi di 20 kecamatan di Kota Bandarlampung, dengan status bencana berbeda-beda setiap Kecamatan yaitu sedang dan tinggi,” lanjutnya.

Dia mengatakan bencana tanah longsor tidak seluruh daerah Bandarlampung yang mengalami bencana itu. Hanya 15 saja dari 20 kecamatan yang rawan akan bencana itu, dengan status bencana seluruhnya adalah sedang.

“Kebakaran hutan atau lahan juga hanya di 15 kecamatan aja yang rawan akan bencana itu. Namun dengan status bencana adalah tinggi. Sama halnya dengan bencana kekeringan status kelasnya merata yaitu sedang,  tapi terjadi merata di 20 kecamatan,” kata dia.

Terakhir, untuk bencana angin puting beliung tidak begitu rawan untuk di Kota Bandarlampung, hanya empat kecamatan saja yang rawan akan bencana itu. Yaitu di Kecamatan Kemiling, Sukarame, Labuhanratu, dan Sukabumi.

“Di Kemiling dan Labuhanratu status untuk bencana angin puting beliung adalah sedang. Sedangkan untuk Kecamatan Sukarame dan Sukabumi berstatus tinggi,” tutupnya. (jef/hkw)

error: Content is protected !!