. . .

Bos Abu Tours Punya 37 Rekening di Tiga Bank

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MAKASSAR – Muhammad Hamzah Mamba alias Abu Hamzah, memiliki banyak rekening untuk menampung uang dari puluhan ribu calon jemaah umrah. Rekening itu atas nama pribadi dan perusahaan.

Khusus di Bank Mandiri, ada 33 rekening yang diketahui milik Abu Hamzah. Satu rekening di Panin Bank, dan tiga rekening di BCA. Hal itu terungkap dalam sidang ke-15 kasus penipuan, penggelapan dan pencucian uang calon jemaah Abu Tours di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, dengan terdakwa Hamzah Mamba, Rabu, 5 Desember.

Jaksa menghadirkan lima saksi fakta. Tiga dari bank, satu pengembang, dan salah seorang warga yang menjual rumahnya ke Hamzah Mamba.

Saksi dari PT Panin Bank, Linggriati Santoso, menyebutkan rekening di Panin Bank menggunakan nama Hamzah Mamba. Lalu, Customer Service Officer Bank BCA, Ahmad Fadel menerangkan, di Bank BCA, rekening Hamzah Mamba atas nama PT Amanah Bersama Umat, PT Alabaik, dan Al Haram Mediatama Mandiri.

“Saldo awal PT Amanah Bersama Umat 2015 Rp617 juta. Saldo akhir Rp2 juta,” kata Ahmad Fadel dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Denny Lumban Tobing.

Kemudian perwakilan Bank Mandiri Makassar, Muhammad Aditya mengatakan, ada 33 rekening yang didaftarakan atas permohonan Abu Tours. Tercatat ada atas nama pribadi. “Untuk MCM (Mandiri Cash Management, red) ada usernya. Sama dengan transaksi cabang. Sejak tahun 2015. Dimungkinkan bisa lebih dari satu orang sebagai maker. Saya ketahui dari catatan administrasi kami,” bebernya di hadapan majelis hakim.

Kata Aditya, menggunakan MCM itu artinya kemudahan yang diberikan kepada pihak bank lebih efisien dan fleksibel. Yang tercatat pun mulai dari PT Amanah Bersama Umat, Karita Global Network, Al Haram Wisata Ilahi, Muhammad Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur, Alabaik Nusantara, Koperasi, dan Al Haram Mediatama.

Aditya tidak membeberkan berapa total saldo di masing-masing rekening tersebut. Saksi lain, M Ichwan Setiawan, mengaku menjual rumahnya kepada Hamzah Mamba di Jl Rajawali dengan harga Rp1,5 miliar. Tapi, belum lunas sampai sekarang.

Kesepakatannya kata dia, ada lewat transfer rekening, ada yang tunai, dan sepakat diselesaikan Desember 2017. “Dibayarkan sampai saat ini Rp900 juta. Sisa Rp600 juta. Pembayarannya dilakukan bertahap,” bebernya.

Uang Rp900 juta itu diserahkan dari April 2017 sampai Desember 2017. Akta jual beli belum dibuat karena belum lunas. Itu Dituangkan dalam surat pernyataan. Ada kwitansi bermaterai. “Perjanjiannya kalau lunas akan diserahkan. Untuk sisanya sudah disampaikan juga. Hanya disuruh bersabar. Sudah dihubungi, tetap dengan jawaban yang sama. Harap bersabar,” ungkapnya.

Saat ditanya oleh majelis hakim terkait pembelian rumah itu, Hamzah Mamba pun tak menampik seluruh pernyataan saksi. “Benar,” singkatnya.

Saksi dari Helmin Residence, Oswald, menerangkan, sudah menjual satu unit rumah kepada Hamzah Mamba di Jl Hertasning Baru dengan sistem cash bertahap. Rumah itu seharga Rp1,5 miliar. “Sampai saat ini belum lunas. Sekira Rp400 juta dengan pajaknya. Dia membeli 2014. Rumah bekas,” ungkaypnya.

Terdakwa Hamzah Mamba melalui pengacaranya, menolak tiga saksi dari pikak perbankan yang dihadirkan JPU. Perwakilan tim pengacara Hamzah Mamba, Yulianto, mengatakan, ketiga saksi tidak berkompeten memberikan kesaksian di dalam persidangan. “Mereka tidak bisa untuk membuka kerahasiaan bank. Kapasitasnya tidak tepat untuk menerangkan kerahasiaan rekening orang kepada orang lain,” katanya.

Sidang sempat memanas sesaat sebum majelis hakim menunda sementara persidangan. Puluhan calon jamaah, agen dan mitra Abu Tours yang hadir, melakukan protes. Mereka tak menerima apa bila saksi yang telah diagendakan JPU ditolak untuk memberikan keterangan.

“Harus dilanjut ini sidang. Kami datang ke sini karena betul-betul mau dengar semua keterangan saksi. Gara-gara dia (Hamzah Mamba) kami ini tidak jelas, mau bagaimana,” teriak salah seorang jemaah, Indira.

Sidang pun akhirnya dilanjutkan setelah majelis hakim berembuk.(gun/kas/tnn)