. . .

BNN Minta Kakon Pro-aktif Sosialisasikan Bahaya Narkoba

image_print
Foto: AYP
BEKALI PARA KAKON: Kasi P2M BNN Tanggamus Iswandi saat membekali para kakon dari tiga kecamatan soal bahaya narkoba. 
 
TRANSLAMPUNG, TANGGAMUS – Peredaran narkotika dan obat-obatan di wilayah Kabupaten Tanggamus terus merangsek, meski aparat penegaj hukum terus bekerja. Bahkan flashback beberapa waktu lalu, ada beberapa pejabat publik setingkat kepala pekon asal Tanggamus, yang terpaksa mendekam di balik jeruji besi. Lantaran terjerat penyalahgunaan narkoba.
Untuk semakin membentengi masyarakat, khususnya para aparatur pekon dari kontaminasi narkoba, Badan Narkotika Nasional Tanggamus melaksanakan Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Tanggamus.
Kepala BNN Tanggamus Kolbidi, diwakili Kasi Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Iswandi, menjadi pemateri pada asistensi tersebut. Iswandi mengatakan regulasi terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba sudah diatur jelas dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Peraturan Presiden nomor 23 tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional.
Pada tahun 2016 lalu, kata Iswandi, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, bahwa Indonesia dalam status darurat narkoba. Lalu Provinsi Lampung berada pada urutan ke-3 dari seluruh provinsi di Indonesia, dalam hal penyalahgunaan dna peredaran narkoba.
“Melalui pencegahan dan sosialisasi seperti ini, diharapkan agar para generasi muda dapat mengetahui dampak dari bahaya narkoba, serta dapat meningkatkan wawasan tentang narkotika dan obat-obatan di Kabupaten Tanggamus. Selain generasi muda, aparatur pekon juga harus dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba ini,” ujar Iswandi.
BNN Tanggamus, kata dia, telah melakukan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba, sebagai upaya pencegahan masuknya narkoba ke wilayah Tanggamus, khususnya Kotaagung. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk apapun. Bahkan pada para wanita yang sebagian besar bertatus sebagai istri dan ibu rumah tangga.
“Khusus terhadap ibu-ibu itu, BNN Tanggamus meminta agar mereka pro aktif memantau seluruh anggota keluarganya. Kemudian juga ke sekolah-sekolah hingga nonton bareng (nobar) film yang memiliki pesan moral narkoba secara luas,” ungkap Iswandi.
Apabila ada anggota keluarga, kerabat, atau tetangga yang telah kecanduan narkoba, Iswandi menegaskan, BNN kini sudah punya lokasi rehabilitasi level Sumbagsel. Lalu sudah ada juga untuk wilayah Batam, Deli Serdang, bahkan Lampung.
“Selama rehabilitasi terhadap para pecandu, BNN tidak memungut biaya sepeser pun. Alias gratis,” Iswandi menekankan.
Terhadap para kepala pekon sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, BNN Tanggamus berharap agar para kepala pekon rutin mensosialisasikan bahaya narkoba di masing-masing pekon/desa. Itu demi membina masyarakat yang bebas narkoba. Khususnya terhadap para generasi muda.
“Mudah-mudahan Kabupaten Tanggamus paling tidak bersih dari bahaya narkoba, kendati para pengedar selalu mencari celah untuk mencari korban baru. Maka dari itu kita dapat bekerja sama untuk menekan serta memberantas peredaran narkoba di daerah kita masing-masing,” ajak Iswandi mengakhiri penyampaiannya.
Asistensi BNN Tanggamus tersebut, jyga dihadiri Pelaksana Tugas Ketua APDESI Kabupaten Tanggamus Munzairi, Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis bersama Danramil Kotaagung, Camat Kotaagung bersama para Kepala Pekon, Camat Kotaagung Timur dan para Kepala Pekon, dan Camat Kotaagung Barat beserta para Kepala Pekon, serta para Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat. (ayp)