BMKG: Penggerusan Bukit ancam Banjir

0
179
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung tekan penggerusan bukit serta perubahan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi perumahan untuk tidak dilanjutkan.

Pasalnya, dengan curah hujan yang saat ini makin hari makin meningkat, BMKG pun memaparkan titik yang merupakan kawasan lahan bencana serta penanggulangannya.

“Banyak faktor bencana, kaya perubahan RTH menjadi perumahan, serta penggerusan-penggerusan bukit dan juga penyempitan sungai,” ujar Kepala Seksi dan data BMKG Lampung Rudi Hariyanto, saat dihubungi, Kamis (16/2).

Ancaman yang terjadi bila penggerusan bukit, serta perubahan RTH bahkan pengecilan aliran sungai ini tidak lain seperti banjir, dan tanah longsor.

“Kalau untuk perubahan RTH dan Penggerusan bukit itukan sudah dapat di lihat, banyak pepohonan yang ditebang serta dimusnahkan akibatnya debit air hujan tidak dapat tertahan lagi dan mengakibatkan tanah longsor serta mengancam banyak nyawa yang berada di bawah kaki bukit tersebut,” ungkapnya.

“Dan juga untuk penyempitan air sungai sendiri yang dikarenakan pembanguan, dan pembuangan sampah oleh masyarakat ini akan memgakibatkan penaikan air yang tidak dapat di tampung lagi sehingga dapat mengakibatkan banjir,” paparnya.

Dirinya pun menambahkan, dalam kondisi saat ini yang mana curah hujan terus meningkat serta angin kencang khususnya untuk maayarakat Lampung agar dapat sesegera mungkin merapihkan pepohonan yang sudah menua serta bangunan rumah yang banguannya tidak memadai.

“Iya untuk masyarakat kami minta supaya dapat merapihkan pepohonan yang sudah tua serta banguan rumah yang tidak memadai supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan kedepannya,” terangnya.

Nah, untuk tingkatan angin yang saat ini pun terus meningkat BMKG pun menyarankan kepada pekerja yang lahan mata penchariannya di laut dapat berhati-hati karena tingkat gelombang air laut saat ini kian meningkat.

“Kami bekerja sama bersama BPBD Provinsi dan Daerah untuk melakukan moiotorting dalam memantau segala sesuatau yang terjadi di wilayah Lampung, dan untuk kota Bandarlampung pun kami sudah memberikan koordinasi kepada BPBD daerah setempat agar terus memonitoring segala hal yang kami kabarkan melalui salah satu Grup kami BMKG dan BPBD,” jelasnya.

Dalam hal yang di paparkan BMKG terkait permasalahan bencana ini, BPBD Kota Bandarlampung membenarkan hal-hal tersebut.

“Iya memang kami terus memonitoring bencana apa saja yang terjadi di kawasan Kota Bandarlampung, misalnya bencana banjir, tanah longsong serta poho n tumbang,” ujar Kelapa Bidang Pencegahan Dan Kesiap-siagaan Rizky.

Sementara itu, untuk kawasan yang memiliki intensitas bencana alam seperti banjir di wilayan Kota Bandarlampung yaitu Kecamatan-Kecamatan seperti, TbB, TbT, Bumi Waras,Pajang, Penengahan Pelita.

“Banjir ini di akibakan banyaknya faktor seperti penggerusan bukit, dan pembuangan sampah ke beberapa titik sungai,” terangnya.(jef)