Biaya Tinggi, Para Kades Keluhkan Bimtek

0
1186
views

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) bagi seluruh kepala desa (Kades) se-Kabupaten Pesarawan di Hotel Emersia selama tiga hari, banyak dikeluhkan para kades, karena biaya yang dikeluarkan sangat tinggi.

Penyelenggaraan bimtek ini diprakasai oleh Yayasan Minanga, yang beralamat di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Kedaton, Kota Bandarlampung.

Selain itu, juga ditengarai sebagai kesempatan oknum untuk mengeruk dana desa (DD) yang dikelola oleh para kepala desa.

“Dana yang kita keluarkan untuk mengikuti bimtek ini kisaran Rp 8,5 juta untuk dua peserta. Jumlah ini terbilang sangat tinggi, karena selama ini dana yang kita anggarkan untuk bimtek tidak sampai sebesar ini. Dikhawatirkan ada oknum yang sengaja mencari kesempatan untuk meraup dana desa,” kata seorang kepala desa yang enggan namaya ditulis, yang diamini rekannya, Selasa (21/11).

Meskipun bimtek ini sangat perlu untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (ADD), tapi sangat membebankan kepala desa, dengan adanya undangan ke seluruh kepala desa dari penyelenggara, yang ditembuskan komisi 1 DPRD, Apdesi dan PMD Pesawaran.

“Dalam surat edaran itu, Yayasan Minaga menawarkan program pelaksanaan bimtek selama tiga hari dan beberapa materi tentang pengengelolaan dana desa dan ADD. Jika setuju, harus membayar Rp 8,5 juta untuk dua peserta. Dibilang wajib tak wajib, karena sudah ada instruksi dari Apdesi,” terangnya.

Sementara, pihak Yayasan Minanga menjelaskan, dalam pelaksanaan program bimtek ini sebagai pihak ketiga.

“Kita memang sering melaksanakan program bimtek. Saat ini kita tawarkan kepada pihak kepala desa di Pesawaran. Sebelumnya kita juga sering melaksanakan bimtek para angota dewan,” kata Ketua Yayasan Minanga, Malik.

Menurut dia, terwujudnya pelaksanaan bimtek ini berkat mediasi pihaknya ke Apdesi Pesawaran.

“Biayanya kita tawarkan tergantung materi yang diminta. Saat ini kita adakan empat pemateri dari Badan pelatihan PMD kemendagri, BPK perwakilan dari Provinsi Lampung, Polres Pesawaran dan BPMD Pesawaran,” jelas Malik.

Ketua pelaksana kegiatan, Bintang, mengatakan pihak Apdesi Pesawaran meminta Yayasan Minanga melaksanakan bimtek, lantaran yayasan tersebut yang menawarkan.

“Yayasan menawarkan program pengelolaan dana desa. Apdesai menyarakan untuk melaksanak bimtek ini ,” ucapnya, seraya mengungkapkan bimtek diikuti 122 desa.

Diketahui, bimtek ini telah dibuka Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona 20 November lalu, yang dihadiri Ketua DPRD Pesawaran M Nasir, Ketua Komisi 1 DPRD Yusak dan anggota. (ydn/rus)