“Bhinneka” Jangan Hanya Jadi Wacana

0
86
views

TRANSLAMPUNG.COM, TUBA-Sebagai sebuah konsensus nasional, “Bhinneka” dan “Tunggal Ika” adalah satu kesatuan rangkaian kalimat yang menjadi semboyan NKRI.

“Karena kalimat ini adalah satu kesatuan, maka jangan cuma bisa mewacanakan ‘kebhinekaan’, tapi tidak bisa mengikatnya dengan ‘tunggal ika’,” ujar anggota DPR/MPR RI asal Lampung Ahmad Junaidi Auly (15/2).

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang.

“Contohnya LGBT dan komunisme, bisa-bisa saja dikategorikan sebagai kemajemukan. Tapi sebagai paham maupun perilaku kan tidak bisa diterima di negeri kita karena justru menjadi sumber perpecahan bukan sumber persatuan,” sambung anggota Badan Legislasi DPR RI ini.

Junaidi menekankan bahwa semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna walau berbeda-beda, namun tetap satu jua, tepat dilekatkan pada realitas bangsa Indonesia yang beragam suku, ras, dan agama.

Akan tetapi menjadi tidak tepat jika atas dasar kebhinekaan, ada pihak-pihak yang ingin mendesakkan paham yang justru merusak persatuan NKRI.(*)