. . .

Berniat COD-an, Ninja 150RR Lenyap Dibawa Begal

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Berniat menjual sepeda motor Kawasaki Ninja 150RR dengan cara memposting di akun Facebook, justru malah berujung raibnya kendaraan tersebut di tangan komplotan pencuri. Hal tersebut yang dialami Aditya kurniansyah (19), Warga RT 17 RW 08, Dusun 4, Sumber Rejo, Kota Gajah, Lampung Tengah, Senin (09/04/2018) sekira pukul 21.00 WIB.

AKP Suhardo, Kapolsek Metro Pusat, membenarkan hal tersebut. “Awalnya korban memposting di akun Facebook-nya, lalu ada yang WhatsApp korban. Terjadi tawar-menawar, akhirnya mereka setuju dengan harga yang telah disepakati berdua, yaitu Rp24 juta rupiah. Mereka kemudian berjanjian untuk ketemu di 28, Metro Utara, ya kalo bahasa sekarang itu cod-an,” jelasnya, Selasa (10/04/2018).

Setelah korban dan tersangka bertemu di lokasi yang telah disepakati, kemudian korban diajak tersangka ke rumahnya.

“Setelah bertemu di 28, lalu korban diajak ke rumah tersangka. Korban bersama tersangka melewati jalan belakang SMA Negeri 5 Metro. Nah pas di belakang sekolah ini lah, tiba-tiba keluar tiga orang dari sawah. Langsunglah pada saat itu korban ditodong dengan senapan api dan juga senjata tajam,” tuturnya.

Menurut keterangan korban, tersangka mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah putih. Atas kejadian tersebut, korban menanggung kerugian satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja 150RR, nopol BE 4061 EW, warna Merah, tahun 2012. Nomor rangka, MH4KR150PCKP18373 dan nomor mesin, KR 150KEP90211. Selain itu, Handphone J3 warna putih milik korban juga raib dibawa kabur tersangka.

Saat berusaha untuk kabur, salah seorang tersangka ada yang terjatuh saat mengendarai kendaraan curian tersebut. Warga bersama anggota Polsek Metro Pusat dan anggota Kodim 0411/LT pun berusaha untuk mengejar. Tapi tersangka tersebut berhasil kabur.

AKP Suhardo mengimbau kepada masyarakat Kota Metro, khusus Metro Pusat, untuk berhati-hati saat menjual barang di media sosial.

“Janganlah jual barang di media sosial. Kalo emang mau cod-an mending didampingi sama orang lain, contoh disaksikan RT RW. Terlebih juga cod-an di tempat yang aman. Jangan malam-malam diajak sana sini mau,” tukasnya. (pan)