Berkreasi dan Bergerak Untuk Lampung Tengah

0
918
views

Tak banyak yang mengetahui bagaimana kiprah dr. Hasril Syahdu selama ini. Meski sudah tidak menjabat lagi di Lampung Tengah pria ramah ini menjelaskan banyak program yang digagas Pemkab Lamteng menjadi bagian penting dalam proses perubahan dibidang kesehatan di kabupaten ini.

”Peran Pak Bupati untuk memotivasi saya menjadi bagian penting. Pak Bupati meminta agar masyarakat Lamteng mendapat pelayanan dan perhatian lebih dalam hal kesehatan. Disitu kita melihat begitu perhatian Pak Bupati terhadap kepentingan masyarakatnya. Berdasar perintah itu kami melakukan banyak hal untuk mewujudkannya,” terang Hasril sapaan akrab pria ini.

Dijelaskannya program Bupati dalam bidang kesehatan diejawantahkannya bersama tim dalam beberapa program. Seperti saat menjabat sebagai Plt. Kadis Kesehatan, pihaknya membuat program Puskesmas IT. Pola pendaftaran pasien di puskesmas tidak lagi menggunakan kertas tetapi dengan sistem komputerisasi. Program itu telah diaplikasikan pada tujuh puskesmas, khususnya rawat inap. Salah satunya yakni Puskesmas Bandarjaya, Puskesmas Bandaragung, Puskesmas Seputihraman, dan Puskesmas Wates.

Program kedua yakni ambulans gratis dan melahirkan gratis. Ambulans akan terintegrasi untuk membawa ibu yang akan melahirkan. Sehingga, ambulans tidak hanya parkir dan bisa mobile melayani masyarakat. Pun pada saat menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah Demang Sepulauraya.

Soal konsistensi Bupati Lamteng Bapak Dr. Mustafa untuk memberikan layanan lebih pada dataran praktis benar benar diwujudkan pria yang berdomisili di Bandaragung ini.

Dalam kurun waktu 4 bulan 12 hari memegang kendali Rumah Sakit Daerah Demang Sepulau Raya ada beberapa rencana pencapaian kerja yang akan dilakukan. Di tahun 2017, pihaknya membuat klinik narkoba, klinik HIV, pemeriksaan penunjang Haemodialisa (cuci darah) dan CT-Scan. ”Rencananya berdasar instruksi Bapak Bupati pada tahun 2018 kita akan memunclkan klinik pain dan pusat stroke terpadu,” terangnya.

Tidak hanya itu, rumah sakit juga berusaha mewujudkan visi Rumah Sakit Daerah Demang Sepulau Raya menjadi rumah sakit rujukan berkualitas, khususnya di Lamteng.

Khusus Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rumah Sakit Demang Sepulau Raya tahun 2016 yaitu sebesar Rp15 miliar kemudian dinaikkan di APBD perubahan menjadi Rp17,250 miliar. Tak kalah pentingnya, memprioritaskan Akreditasi rumah sakit di tahun 2017.

Kemudian menjadikan rumah sakit inovasi yakni rumah sakit multiwarna. “Jadi, kami  membuat mindset Rumah Sakit Demang tidak melulu warna putih. Kami mengubah menjadi berwarna. Selain untuk terapi warna dan pasien menjadi nyaman. Dan itu dibarengi dengan memasang gambar wisata di Lampung Tengah,” kata Hasril.

Pewarnaan di rumah sakit telah direalisasikan pada sejumlah bangunan rumah sakit. Seperti pada Ruang UGD, lorong menuju ruang perawatan dan selasar. Sementara pada bagian pendaftaran dan Ruang Poliklinik menjadi target berikutnya.

Dikatakannya, inovasi di RSD Demang Sepulau Raya sudah pernah disampaikan yakni pertama menjadikan rumah sakit multiwarna, poin kedua menjadikan pusat unit stroke terpadu, dan ketiga adalah membangun rumah sakit ketergantungan obat dan multidimensi. Khusus untuk rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) dan multidimensi itu direncanakan akan dibangun tahun 2018 di Anaktuha. (adv)