Berkat Ronda, Lamteng Berpeluang Jadi Destinasi Nasional

0
668
views

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG TENGAH – Upaya Bupati Lampung Tengah (Lamteng) DR. Ir. Mustafa dalam menjaga keamanan  lewat program ronda merupakan terobosan tersendiri. Meski ronda adalah hal biasa, namun konsep menggerakan seluruh masyarakat dan terjun langsung mengikuti ronda merupakan kelebihan ronda yang dilakukan Mustafa. Bahkan berkat program ronda ini, Lampung Tengah berpeluang menjadi destinasi wisata nasional.

Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI DR. Andi Taufik, M.Si. saat melakukan kunjungan ke Lamteng mengatakan, budaya ronda yang dilakukan Bupati Mustafa, telah sering disampaikan pada setiap pertemuan di tingkat Nasional. Bahkan, Lamteng akan menjadi destinasi tingkat Nasional melalui inovasi tersebut.

“Budaya ronda di Lampung Tengah tersistem dan terintegrasi ke pelayanan publik. Apalagi Bupati Lampung Tengah mau terjun langsung. Saya rasa di Indonesia tidak ada Bupati yang seperti itu. Budaya ronda yang dilakukan Pak Bupati sudah sering dibahas dan dipertontonkan di beberapa pertemuan nasional, banyak daerah lain yang tertarik,” ujar Andi saat menggelar rapat bersama dewan riset daerah (DRD) Lamteng, Selasa (05/12/2017).

Ketertarikan daerah atau provinsi lain untuk mempelajari program ronda, lanjut Andi, maka akan membuka peluang Lampung Tengah sebagai destinasi nasional. Beberapa daerah diprediksi akan mendapat banyak kunjungan dari beberapa daerah lain yang ingin mengetahui konsep ronda yang dilakukan di Lamteng.

“Jangan heran kalau nanti bakal banyak daerah lain yang ingin ke Lamteng untuk belajar konsep keamanan yang dibangun Pak Mustafa. Ini adalah peluang yang harus kita tangkap. Saya sendiri baru pertama kali ke Lamteng. Ketika mendengar Lampung Timur, Bandar Lampung, Lampung Utara, Lampung Tengah, saya hanya berpikir Lampung. Tapi sejak tau ronda, saya jadi tau itu semua kabupaten yang berbeda-beda,” paparnya.

LAN RI sendiri, lanjutnya, telah menetapkan lima kabupaten/kota se-Indonesia yang dipilih menjadi penyelenggara laboratorium inovasi. Di Provinsi Lampung, hanya Lamteng yang terpilih. Sedangkan empat  lainnya yakni Kabupaten Sragen, Kabupaten Muna di Sulawesi, Kabupaten Bone, dan Kota Surakarta.

“Laboratorium inovasi ini dibiayai oleh APBN. Saya sebagai tim leader saat pertama kali tidak bisa mendampingi. Baru kali ini datang ke Lampung Tengah dan ini menjadi pengalaman yang baik. Karena orang hanya hanya mengetahui Lampung saja. Padahal, ada banyak kabupaten salah satunya Lampung Tengah ini dan namanya hampir mirip,” ujar Andi Taufik.

Sementara Bupati Mustafa mengaku berterimakasih program ronda yang digagasnya diapresiasi di tingkat Nasional. Terlebih program ronda dapat ditiru oleh kabupaten/kota lain di Indonesia untuk menciptakan keamanan daerah dengan sistem yang berkaitan langsung kepada pelayanan publik.

Bupati Mustafa yang lebih dikenal dengan Bupati KECe ini memberikan paparan singkat satu per satu inovasi yang dilakukan. Seperti di bidang pertanian telah membuat konsep One Zone One Product. Tujuan membuat konsep tersebut untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.

Kemudian mengubah perwajahan dan pelayanan serta keamanan  di Rumah Sakit Daerah Demang Sepulau Raya. “Alhamdulillah, sekarang Rumah Sakit Daerah sudah ramai. Tahun ini direncanakan akan mendapatkan akreditasi Paripurna dari lembaga akreditasi. Selanjutnya, ada program jemput sakit, pulang sehat dengan menggratiskan semua ambulans di puskesmas,” papar Bupati Mustafa.

Disamping itu, kata Mustafa, di sisi pembangunan tahun ini direalisasikan Tugu Gajah dan Tugu Canang. Kemudian ada 740 kilometer dibangun jalan terpanjang. Lalu membangun jalan beton dari Anaktuha sampai Bandarjaya. Semua itu, dalam upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Mustafa juga meminta kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja serius dan sungguh-sungguh demi kemajuan daerah Lamteng. “Dinas yang kinerjanya baik akan diberikan reward. Sebaliknya dinas yang kinerjanya buruk akan saya berikan punishment,” tegas Bupati Mustafa.(*)