:: translampung online ::

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
DPRD Lampung Dibobol Maling
Written by ledi, on Selasa, 09 Februari 2010 | 02:42
Views 23    

BANDARLAMPUNG-Keamanan sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Tak terkecuali bagi wakil rakyat. Utamanya markas wakil rakyat di Negeri ini. Soalnya, kemarin sekitar pukul 14.00 WIB., laci salah seorang staf DPRD Lampung dibobol maling. Aisiyah (40), staf DPRD yang bertugas di ruang Fraksi PKS sungguh tidak menyangka akan menjadi korban kejahatan. Terlebih lagi, itu terjadi di gedung wakil rakyat.

 

Menurut penuturan Asiyah, sekitar pukul 14.10 WIB, dirinya pergi ke kamar kecil. Karena dirasa di ruangannya tidak ada orang, maka ia segera mengunci laci meja kerjanya. Sedangkan pintu ruangan hanya ia tutup rapat-rapat, khawatir akan ada anggota fraksi yang masuk. Namun tidak dinyana, saat ia kembali ke ruangannya itu, dia mendapatkan kunci lacinya sudah dibuka dengan paksa. Kontan saja dirinya segera memeriksa laci tersebut. Alhasil, dompet warna cokelat miliknya raib. Padahal, dalam dompet miliknya itu berisi uang setoran cicilan tas yang merupakan usaha sampingannya, sebesar Rp700 ribu. Tidak hanya itu, dompet yang biasa dia pergunakan sehari-hari itu berisi kartu identitas dan surat berharga lainnya.
"Saya tidak menyangka mas, padahal biasanya juga tidak pernah hilang seperti ini. Apalagi, di dalam dompet itu berisi uang cicilan orang untuk setoran tas,” kata Asiyah sembari menangis saat ditemui Trans Lampung di ruang kerjanya, kemarin (8/2).
Saat wartawan Koran ini melihat kondisi laci tersebut, memang tampak kunci pengaman pada laci di meja kerja korban terlihat rusak akibat dibuka paksa. "Dari luar memang tidak terlihat kuncinya rusak. Tapi jika dari dalam, maka terlihat kait pengunci pengamannya rusak,” tambahnya, yang mengaku bahwa sudah melaporkan hal ini kepada pihak keamanan setempat (Pol PP).
"Saya bingung mas mau cari kemana uang untuk mengganti uang cicilan tas milik orang itu. Padahal saya di sini hanya pegawai kecil,” katanya sedih.
Sementara, Sabik, staf  FPKS mengatakan, terjadinya pencurian di gedung DPRD Provinsi Lampung ini sudah kali kedua. Sebelumnya, imbuhnya, seorang staf komisi harus merelakan komputer jinjingnya (Laptop, Red) raib. "Setahu saya ini kali kedua terjadi pencurian di gedung ini. Sebelumnya, seorang staf komisi harus kehilangan laptop,” kata Sabik.
Menurutnya, harus ada peningkatan keamanan dari sekretariat DPRD. Di mana, tamu yang mempunyai keperluan harus didata dan ditanya identitasnya. Dikatakannya, hal ini bukan berniat untuk menaruh curiga. Akan tetapi memang harus ada peningkatan keamanan sesuai dengan prosedur.
Kabag Humas DPRD setempat Hendarsyah, saat hendak dimintai konfirmasinya terkait masalah ini tidak berada di tempat. "Bapak sedang keluar, nanti saja kembali lagi,” kata seorang staf di bagian Humas DPRD setempat. Namun, saat dihubungi melalui ponselnya, ponselnya sedang tidak aktif. (ricky oktoro/editor: surya)

 
| redaksi: jl. gatot subroto no. 16 pahoman - bandarlampung
| email: translampung@yahoo.com
| telp: 0721 - 258595