:: translampung online ::

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Melongok Aktifitas Penggalangan Koin Cinta Bilqis di Tanggamus
Written by ledi, on Selasa, 09 Februari 2010 | 02:35
Views 29    

Derita yang dialami Bilqis, bayi berusia 18 bulan yang menderita atresia bilier atau penyumbatan sal empedu dengan sirosis hepatis progresif, rupanya menjadi keprihatinan bagi siswa-siswi dan guru SMPN 1 Kotaagung. Dengan rasa sosial yang tinggi mereka berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Ingin tahu sejauh mana mereka peduli dengan bocah berusia 18 bulan yang menderita atresia bilier tersebut?
Wartawan RNN/Kotaagung

 

Sebagai bentuk solidaritas, mereka (siswa SMPN 1 Kotagung, Red) menggalang koin cinta untuk Bilqis. Penggalangan dana itu dilakukan dengan berkeliling ke pusat perbelanjaan dan juga di seputar Jalan Merdeka Kotaagung yang mulai dilakukan sejak sepekan lalu.
Dalam hitungan minggu, sekitar Rp1.191.500 koin cinta bilqis berhasil terkumpul. Selanjutnya, hasil penggalangan dana itu akan dikirimkan ke rekening koin cinta untuk Bilqis di Jakarta.
Siswa-siswi SMPN 1 Kotaagung berkeliling dengan membawa kardus. Tepat di depan kardus itu terdapat tulisan ‘bantuan koin cinta untuk Bilqis'. Selain berkeliling sekolah, mereka juga masuk ke ruangan kelas. Satu-persatu, pelajar memberikan sumbangan.
Usai dari ruangan, siswa yang membawa kardus itu menyebar di sekitar kawasan sekolah untuk melakukah hal serupa. "Ini adalah bentuk solidaritas kami terhadap Bilqis,” kata Ferlia Devanda, siswi kelas 8 SMPN 1 Kotaagung yang juga ketua penggalang dana ketika dijumpai Radar Tanggamus (grup Trans Lampung) di sekolahnya tersebut, Senin (8/2).
Menurutnya, solidaritas koin cinta untuk Bilqis merupakan ide dari guru dan siswa. Karena kegiatan itu bernuansa sosial, pihak sekolah sangat mendukung.
Dalam kegiatan penggalangan dana tersebut para siswa juga menyosialisasikan bahwasanya transplantasi hati Bilqis membutuhkan dana sekitar Rp1 miliar. Ironisnya, transplantasi ini harus di Jepang, karena di Indonesia belum ada. Sementara kondisi kesehatan Bilqis sudah memasuki tahap akhir dan harus segera menjalani operasi.
Hal senada juga dikatakan Waka Kesiswaan SMPN 1 Kotaagung, Eka Suryandi, A.Md mendampingi kepala sekolah Gandung Hartadi, S.Pd. M.Pd.
"Acara ini akan terus kami lakukan hingga hasil sumbangan itu maksimal. Selanjutnya, hasil dari penggalangan dana itu kita transfer ke rekening posko peduli Bilqis,” kata Eka.
Seperti diketahui, Bilqis adalah salah seorang puteri dari Farida yang mengidap atresia bilier atau penyumbatan sel empedu dengan sirosis hepatis yang progresif. Bilqis, yang kini baru berusia 18 bulan sudah menderita penyumbatan empedu sejak dua minggu setelah lahir. Kondisi kesehatan Bilqis sudah memasuki tahap akhir dan harus segera menjalani transplantasi hati yang membutuhkan dana berkisar Rp1 miliar.
Di samping itu, kegiatan penggalangan yang dilakukan siswa tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. "Ini juga bentuk pembelajaran kepada siswa untuk peduli terhadap orang lain. Dan bentuk sosial yang harus tertananam di masa-masa dini,” Ucapnya.
Melalui media, seluruh jajaran SMPN 1 kotaagung mengharapkan semoga dengan terkumpulnya koin cinta Bilqis tersebut bisa membantu kesembuhannya. Sehingga bocah yang berusia 18 bulan tersebut kehidupannya dapat kembali normal seperti anak-anak seusianya yang harusnya dipenuhi dengan ceria. (editor: surya)

 
| redaksi: jl. gatot subroto no. 16 pahoman - bandarlampung
| email: translampung@yahoo.com
| telp: 0721 - 258595