| Written by ledi, on Selasa, 09 Februari 2010 | 02:30 |
| Views |
31  |
|
LAUNCHING: Teknologi ERA Nescafe di FX Plaza Senayan Jakarta secara resmi diluncurkan, kemarin. Peluncuran teknologi terbaru untuk memanjakan konsumen Nescafe itu, dihadiri langsung oleh Arshad Chaudry Presiden Direktur PT Nestle Indonesia. Nestle Launching Teknologi ERA
JAKARTA-Sejarah baru inovasi di Indonesia kembali ditorehkan Nescafe. Bertempat di kompleks FX Plaza Senayan Jakarta, Arshad Chaudry, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia didampingi para eksekutif lainnya, resmi meluncurkan produk baru Nescafe yang menggunakan teknologi Enhanced Recovery Aroma (ERA,red). Teknologi itu ditujukan untuk lebih memanjakan para konsumen, terutama penikmat kopi Nescafe.
Teknologi papan atas yang dikembangkan oleh Pusat Pengembangan Produk Nestle di Swiss itu, kini resmi diterapkan dan diimplementasikan oleh Pabrik kopi Nescafe yang berada di wilayah Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung. Secara garis besar dituturkan oleh Arshad, teknologi yang telah dipatenkan oleh Nestle tersebut memungkinkan Nescafe menghasilkan kopi berkualitas dengan rasa yang lebih nikmat dan aroma yang mantap. Dalam konteks cara kerja, teknologi ERA ‘menangkap’ aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan, lalu menyimpannya sampai akhir proses pengolahan dan memasukkan kembali aroma kopi itu sebelum kopi cair dirubah menjadi kopi bubuk. Inovasi baru tersebut diterapkan Nescafe pada seluruh rangkaian produknya, antaralain Nescafe Classic, Instant Mixes dan Nescafe Tubruk Kopi Susu. Guna menandai terobosan inovasi ini, seluruh produk yang menggunakan teknologi ERA tersebut diberi logo Inovasi Baru Rasa Lebih. ”Berkat teknologi ini kami dapat menawarkan kepada konsumen Indonesia secangkir kopi Nescafe dengan aroma yang lebih mantap dan rasa yang lebih nikmat dibuat dari biji kopi pilihan yang berasal dari Lampung,” terang Arshad. Ditambahkan oleh Ningcy Yuliana, Category Marketing Manager-Coffee, Nescafe memahami apa yang dicari oleh konsumen dalam secangkir kopi instan. Yakni, rasa yang nikmat, mudah dan cepat disajikan, perpaduan dan warna yang pas, serta ditambah aroma kopi yang mantap. Dan hal tersebut menurutnya, yang terus dihadirkan oleh Nescafe, termasuk melalui terobosan teknologi ERA. ”Rasa dipengaruhi sebagian besar oleh aroma. Aroma kopi kompleks dan sangat mudah menguap selama proses pengolahan. Aroma kopi yang biasa tercium di sejumlah kedai kopi sebenarnya dilepaskan dari biji kopi dan tidak dapat kita temukan lagi dalam secangkir kopi yang kita minum. Dengan teknologi ERA, aroma dan rasa kopi dapat dipertahankan secara signifikan,” terang Prof. DR. Ir. Deddy Muchtadi, MS dari Institut Pertanian Bogor yang kemarin juga turut hadir. Nescafe sendiri, dikatakan oleh Arshad, tetap setia dengan biji kopi berkualitas dari Lampung. Bahkan menurutnya, sejak tahun 1994 silam pihaknya telah mengukuhkan hal tersebut dengan memberikan bantuan teknis kepada 10 ribu petani kopi di Provinsi Lampung. ”Nestle melakukan investasi yang penting di pabrik Nescafe di Lampung untuk mengimplementasikan teknologi baru ini. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kami di Indonesia dan untuk menghasilkan produk berkualitas terbaik kepada konsumen. Bahkan sebetulnya kami sudah memakai kopi Lampung sejak 30 tahun lalu,” terang Arshad Chaudry. Tak hanya mementingkan kualitas dan kuantitas. Sepanjang kurun waktu 1994-2009, Nescafe juga telah aktif melakukan beragam program pembinaan terhadap para petani Lampung. Dan menurut Arif Kartika, Head of Agriservice Pabrik Panjang, saat ini 70-90 persen pasokan kebutuhan pabrik Nescafe Lampung dapat dipenuhi petani Lampung secara langsung. Disamping melakukan launching teknologi terbaru tersebut, Nescafe juga merilis iklan terbaru Inovasi Baru Rasa Lebih yang ditayangkan melalui media elektronik. Iklan tersebut rencananya akan dirilis dalam dua versi untuk menyosialisasikan produk-produk Nescafe yang menggunakan teknologi ERA kepada para pencinta Nescafe di Indonesia. Sementara itu, Surip Mawardi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dalam pemaparannya menjelaskan, untuk menciptakan manfaat bersama untuk mewujudkan budidaya dan industri berkelanjutan, dibutuhkan sejumlah pandangan, agar semuanya dapat disinkronkan. ”Harus dapat memperhatikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Selain itu juga, harus dapat membangun rantai pasok yang terunut dan berkelanjutan. Maksudnya, Nestle membeli 8000 ton/tahun dari petani binaan untuk pabrik Nestle di Panjang. Kemudian seluruh unsur yang terlibat dalam rantai pasok telah membangun komitmen dalam hal mutu kopi, harga yang wajar, serta keterunutan (traceability). Sebab, bisnis kopi merupakan bisnis citarasa, dan komitmen terhadap mutu harus dibangun sejak di tingkat petani. Dan yang harus diingat, unsur penting dalam citarasa adalah aroma,” tandasnya. (widisandika/surya/editor: surya septiono)
|