| Written by ledi, on Selasa, 09 Februari 2010 | 01:47 |
| Views |
20  |
|
BUMIAGUNG-Dengan alasan kesal, Luken Pristiawan (25), nekat membunuh Sunarti (42), yang tidak lain ibu kandungnya dengan sadis, pada pukul 09.30 WIB, kemarin (8/2). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, warga Desa Donomulyo, Kecamatan Bumiagung, Lampung Timur tersebut, langsung diamankan di Mapolres setempat.
Aksi pembunuhan itu dilakukan tersangka dengan cara menyembelih leher ibunya dengan menggunakan pisau dapur dan kapak. Selain itu, tersangka juga memukul leher korban dengan menggunakan potongan besi sepanjang 1 meter. Saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampung Timur, tersangka mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena kesal dengan ulah ibunya yang dianggapnya telah berselingkuh dengan lelaki lain sejak 2 tahun lalu. Menurut tersangka, sebenarnya dia telah berulangkali mengingatkan ibunya untuk tidak berselingkuh dengan lelaki lain. Sebab, tersangka kasihan dengan Didi Sumardiono (45), sang ayah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pemecah batu. Namun, setiap kali diingatkan ibunya justru tidak terima dan marah. Karena tidak tahan dimarahi ibunya, akhirnya tersangka memilih jarang tidur di rumah. Puncaknya, pagi kemarin, saat tersangka baru pulang dari rumah kerabatnya yang juga ada di Desa Donomulyo dan melihat ibunya sedang memasak di dapur. Saat itu juga, tersangka yang sudah lama memendam rasa kesal langsung membekap ibunya kemudian dijatuhkan ke lantai dapur yang masih terbuat dari tanah. Setelah itu, tersangka langsung mengambil sebilah pisau yang ada di dapur dan dihujamkan ke leher korban. Pada sabetan pertama, korban sempat berusaha menangkis dengan menggunakan tangan kirinya hingga mengakibatkan luka sayat. Mendapat perlawanan dari korban, tersangka semakin beringas dan kembali melancarkan serangan ke arah leher dalam kondisi korban yang terbaring di lantai. Tak ayal, leher kiri korban mengalami luka robek sepanjang 15 cm dengan kedalaman 5 cm. Kendati demikian, korban masih berusaha meronta, sehingga tersangka langsung mengambil sebatang besi kemudian dipukulkan ke arah muka korban dan mengenai bagian mata serta pelipis kiri. Korban akhirnya tidak dapat melakukan perlawanan lagi. Namun, tersangka yang sudah kalap justru mengambil sebuah kapak kemudian diayunkan ke arah leher korban. Setelah korban tidak sadar, tersangka langsung menyeretnya ke arah selokan yang berada di belakang dapur. Pada saat itu, yang ada di rumah hanya korban dan tersangka, sehingga tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Karena sang ayah sedang bekerja, sementara kakak tersangka sudah berkeluarga dan adiknya sedang sekolah. ”Sudah lama saya kesal dengan tingkah laku ibu. Dengan ibu tidak ada, semoga bapak tidak lagi merasa sedih karena dikhianati,” urai tersangka yang mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap ini. Kejadian itu terungkap ketika salah seorang warga yang melintas melihat tersangka sedang duduk di dekat tubuh korban yang bersimbah darah. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Bumiagung yang hanya berjarak 600 meter dari rumah korban. Mendapat laporan tersebut, petugas Mapolsek Bumiagung yang dipimpin Kapolsek Iptu Sudarso langsung mengamankan tersangka tanpa perlawanan. Selanjutnya, petugas juga membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana guna divisum. Untuk menghindari segala kemungkinan terburuk, tersangka dibawa ke Mapolres Lamtim berikut barang bukti berupa sebilah pisau, sebuah kapak dan sebatang besi guna penyidikan lebih lanjut. Sementara, saat di rumah duka sejumlah warga sekitar yang sedang melayat menyatakan, sepengetahuan mereka korban tidak pernah berbuat macam-macam. Namun, mereka membenarkan sering mendengar tersangka dan korban bertengkar mulut. Selain itu, sejumlah warga sekitar juga menduga aksi pembunuhan bermula dari kebiasaan tersangka mendalami ilmu gaib. Sedangkan hingga kemarin suami korban beserta kakak dan adik tersangka belum dapat dimintai keterangan. Mereka memilih berdiam diri di dalam rumah dan hanya kerabat dan tetangga terdekat yang bersedia mereka temui. Siang kemarin, jenazah korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Donomulyo. Terpisah, Kapolres Lamtim AKBP M. Nurokhman melalui Kasat Reskrim AKP Heru Irianto menjelaskan, guna pengembangan penyidikan pihaknya juga akan membawa tersangka ke Rumah Sakit Jiwa untuk memeriksa kondisi kejiwaannya. Pasalnya, saat menjalani pemeriksaan dan menuturkan kronologis aksi pembunuhan tersebut, tersangka mengaku sama sekali tidak menyesal telah membunuh ibu kandungnya sendiri. Bahkan, tersangka juga mengaku perbuatan tersebut dia lakukan dengan sadar. (rnn/editor: surya)
|