:: translampung online ::

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Dihipnotis, Siswi SMA Diperkosa
Written by ledi, on Senin, 08 Februari 2010 | 00:40
Views 42    

Pringsewu – Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin inilah kalimat yang tepat untuk menganalogikan apa yang sudah dialami dara manis yang tinggal di Kelurahan Pringsewu selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Betapa tidak, akibat terlalu percaya dengan orang asing yang baru dikenalnya melalui ponsel, Bunga (17) (bukan nama sebenarnya )yang duduk dibangku kelas XI di salah satu SMA swasta di Pringsewu ini justru malah menjadi korban penipuan dan pemerkosaan.
“Awlanya saya mengenal pelaku lewat telepon, lalu kita saling berkenalan. Kebetulan, pada hari Jum’at (5/2), dia menelpon saya dan mengajak ketemuan di depan Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu,”jelasnya, Sabtu (6/2).
Selepas jam sekolah, Bunga berusaha menemui lelaki yang baru dikenalnya di RS Mitra Husada tempat ia berjanji untuk bertemu. Setelah bertemu, lelaki tersebut (Pelaku, Red)  mengajaknya untuk main dan berjalan-jalan ke Tanjungkarang, Bandarlampung dengan berboncengan dengan mengendarai sepeda motor.
Sesampainya di daerah Kemiling, sambung Bunga, laki-laki itu menyuruhnya turun dan menunggu di pinggiran jalan. Setelah cukup lama menunggu dan tidak juga kembali juga, barulah Bunga tersadar kalau HP dan tas berisikan seragam sekolah miliknya sudah dibawa kabur laki-laki yang baru saja dikenalnya lewat telepon itu,”ungkapnya.
“Waktu ketemu dia saya merasa seperti dihipnotis, sehingga mau saja diajak pergi ke Tanjungkarang. Barulah di Kemiling itu saya tersadar kalau saya sudah dihipnotis dan ditipu,”ucapnya.
Menjelang sore, dengan kondisi tidak membawa uang dan nampak setengah kebingungan atas apa yang sudah dialaminya, Bunga mencoba mencari tumpangan kalau-kalau ada orang yang dikenalnya dan mau mengantarkannya pulang ke Pringsewu.
Tak lama berselang, sekitar pukul 05: 30 WIB, di tengah-tengah kebingungan dan kegalauan hatinya, datang seorang laki-laki yang tidak dikenalnya mendekati. Setelah beberapa saat terjadi perbincangan, lelaki itu pun menawarkan jasa untuk mengantarkan  Bunga ke Pringsewu.
Dengan lugunya, Bunga akhirnya mau saja dibonceng laki-laki tak dikenalnya itu yang bermaksud mengantarkannya pulang ke Pringsewu.
Naas bagi Bunga, laki-laki yang sudah menawarkan jasa untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya itu malah memiliki niatan lain dan justru membawa Bunga ke tempat yang sama sekali tidak diketahuinya.
“Saya percaya saja dengan omongan laki-laki yang baru saya kenal dan menawarkan jasa mau mengantarkan saya pulang. Tapi, semuanya itu ternyata hanya akal bulus dia saja. Sebaliknya dia malah membawa saya ke tempat yang dipenuhi dengan semak-belukar dan lalu memperkosa saya,” ungkapnya.
Setelah berhasil melampiaskan nafsu bejatnya, laki-laki tadi akhirnya mengantarkan Bunga pulang menuju Pringsewu.
Memasuki Jalan Raya Sidoharjo dan tepat di lingkungan depan RS Mitra Husada, Bunga diminta untuk turun dan kemudian laki-laki yang mengantarkannya tadi pergi begitu saja.
Dalam kondisi setengah kebingungan, Bunga berusaha berjalan kaki menyusuri Jalan Ahmad Yani menuju rumahnya di Pringsewu Selatan. Beruntung, saat itu ada salah satu teman sekolahnya yang sempat merasa kaget dan iba melihat kondisi bunga dan berusaha mengantarkan Bunga pulang ke rumahnya dengan menggunakan jasa ojek. (cw18/editor ricky)

 
| redaksi: jl. gatot subroto no. 16 pahoman - bandarlampung
| email: translampung@yahoo.com
| telp: 0721 - 258595