Bergerak Menuju Kabupaten Aman, Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan

0
957
views
Bupati Lampung Tengah, Hi. Mustafa saat menyalami warga saat melakukan kegiatan rutin ronda malam bersama.

Semangat HUT Ke-71 Lamteng

Bupati Lampung Tengah, Hi. Mustafa meningkatkan ketahanan pangan dengan bersama-sama warga turun langsung mengikuti proses bercocok tanam.

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG TENGAH yang merupakan salah satu kabupaten terluas di Provinsi Lampung dengan luas wilayah 4.789,82 kilometer persegi, sekarang ini telah berusia 71 tahun. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Ir. Hi. Mustafa, M.H. dan Wakil Bupati Loekman Djoyosoemarto, S.Sos. telah banyak yang dilakukan untuk membangun Lamteng.

Lamteng yang dulu dikenal rawan kriminalitas dan sangat meresahkan masyarakat, kini berangsur mulai menjadi kabupaten yang aman. Bahkan tingkat kriminalitas bisa diminimalisasi hampir 70 persen. Ya, hal ini berkat program ronda yang digalakkan Bupati Mustafa untuk menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.
Mustafa pun terjun langsung hampir setiap malam memantau aktivitas ronda di kampung-kampung dari 28 kecamatan.

Menurut Mustafa, maraknya aksi kriminalitas di Lamteng membuat dirinya selaku kepala daerah merasa ikut bertanggung jawab. “Soal keamanan di Lamteng juga menjadi tanggung jawab saya selaku kepala daerah. Karena itu, saya mengajak warga aktif ronda supaya merasa aman dan nyaman. Sebelum ada ronda, di Lamteng ini sering terjadi konflik antarwarga dan marak aksi kriminalitas. Nah, dengan ronda ini mampu menjaga kerukunan antarwarga dan menutup ruang gerak pelaku kriminal. Tindak kriminalitas pun dapat diminimalisasi. Konflik antarwarga pun hampir tak terjadi,” katanya.

Sebelum aktivitas ronda digalakkan, kata Mustafa, banyak warga yang tidak berani ke luar rumah karena takut menjadi korban kejahatan. “Apalagi pergi ke daerah yang dianggap tidak bersahabat. Setelah ada aktivitas ronda, kampung ada kehidupan dan ada musyawarah malam hari. Warga pun tidak pelu lagi takut ke luar rumah. Pelaku kriminal pun harus berpikir dua kali jika berbuat kejahatan kalau melihat aktivitas ronda,” ujarnya.

Ayah dua putra ini pun menyadari bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. “Kalau hanya mengandalkan kepolisian dan TNI, tidak mungkin. Apalagi jumlah personel kepolisian dan TNI tidak sebanding dengan luasnya wilayah Lamteng yang harus dijaga. Makanya peran aktif masyarakat dalam ronda sangat diharapkan. Tidak membedakan pejabat atau orang kaya. Semua sama-sama ikut menjaga keamanan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu. Menurut Mustafa, kegiatan ronda menjadikan pikiran negatif bisa jadi positif. “Tadinya niat mencuri, karena ada yang ronda tidak jadi. Gotong-royong pun mulai semarak. Sudah jarang terdengar konflik karena semua permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah. Bahkan kabupaten/kota lain pun sudah mulai ikut mengaktifkan ronda,” ucapnya.

Dengan adanya ronda, kata Mustafa, warga bisa tidur nyenyak malam hari dan merasa tenang saat beraktivitas di luar rumah. “Bisa tidur nyenyak tanpa takut ada pencuri. Bahkan kini telah dibangun 2017 pos ronda di setiap dusun di Lamteng guna menunjang aktivitas ronda. Anggaran yang dikucurkan Rp10 miliar dari APBD Lamteng untuk pembangunan pos ronda,” ungkapnya.

Mustafa menyatakan bahwa dirinya ikut ronda bukan hanya untuk mengajak warga menciptakan keamanan, tapi juga untuk menjaring aspirasi warga. “Ketika ronda, saya tak hanya memastikan ronda berjalan dengan baik. Tapi, juga menyempatkan diri membaur bersama warga untuk berdiskusi. Langkah ini sangat efektif untuk mengetahui keadaan warga yang sesungguhnya. Dari sini, saya mendapat banyak masukan dan keluhan dari warga. Sebagai pemimpin, saya tak mau hanya duduk di belakang meja. Saya harus terjun langsung agar tahu sebenarnya permasalahan warga,” katanya.

Guna mendukung keamanan, Mustafa juga menjadikan Lamteng terang benderang dengan memasang lampu penerangan jalan umum. Khususnya di sepanjang jalan lintas Sumatera, Gunungsugih-Bandarjaya, Kecamatan Terbanggibesar. “Kita juga jadikan Lamteng terang benderang. Bahkan hingga pelosok kampung. Kalau terang, pelaku kriminal pun akan berpikir untuk berbuat aksi kejahatan,” katanya.

Tidak hanya soal keamanan. Dalam mengatasi anjloknya harga singkong sebagai komoditas hasil pertanian masyarakat, Pemkab Lamteng membuat terobosan produk pangan inovatif beras berbahan baku singkong yang dikembangkan Balai Besar Teknologi Pati Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TP-BPPT) di Kampung Negarabumi Ilir, Kecamatan Anaktuha. Yakni Beras Sehatku, Beras Sigerku, dan Beras Tiwulku. Pemkab Lamteng juga bekerja sama dengan Alfamart dan Indomaret dalam hal pemasarannya. Targetnya bisa menjadi panganan nasional yang bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Mustafa mengatakan, beras berbahan baku singkong ini tak jauh berbeda dengan beras padi. “Beras singkong ini jauh lebih mengenyangkan dan teksturnya lebih kenyal. Bahkan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Bagi yang ingin diet pun bisa mengonsumsi beras ini,” katanya.

Tidak hanya dengan Alfamart dan Indomaret. Pemkab Lamteng juga menggandeng PT Indometro yang selama ini sudah memasarkan produk beras singkong Lamteng dan Metro. “Jalinan kerja sama ini  ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk singkong yang akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat. Khususnya harga singkong yang anjlok. Beras singkong ini merupakan solusi efektif membangkitkan potensi tanaman singkong yang akan berdampak pada kesejahteraan petani,” katanya.

Wakil Bupati Loekman Djoyosoemarto menambahkan bahwa mengonsumsi beras berbahan singkong dan jagung ini bisa menjaga stok pangan di Indonesia. “Kalau sudah banyak yang konsumsi, ini bisa mengurangi ketergantungan kita pada beras padi. Stok pangan kita bisa terjaga. Jadi tidak perlu impor beras lagi. Bahkan malahan bisa ekspor,” katanya.