. . .

Berawal dari Facebook, SM Cabuli, Culik, Aniaya, dan Sekap NR selama Belasan Hari

image_print

Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS

DIJEBLOSKAN KE SEL: Tersangka SM (19) diapit dua petugas Polres Tanggamus untuk dijebloskan ke sel, lantaran diduga kuat mencabuli, menculik, menyiksa, dan menyekap gadis belia berinisial NR (15) di sebuah kontrakan di Kalideres yang dia kenal dari Facebook.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Sudah jatuh tertimpa tangga. Kira-kira seperti itulah yang dialami remaja perempuan berinisial NR. Perempuan belia berumur 15 tahun itu, menjadi korban pencabulan tersangka SM (19). Tak sampai di situ, NR yang merupakan warga Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus itu, juga dibawa kabur SM ke wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Di sana, hari-hari NR pun kian kelam. Korban harus mengalami penyiksaan fisik, lantaran menolak melayani nafsu bejat kakak sepupu tersangka, berinisial D yang kini menjadi buronan polisi. Satu lawan dua. Jika NR tak memiliki kekuatan, mungkin lebih memilih jalan pintas dengan cara mengakhiri hidupnya, untuk menyudahi hari-harinya yang penuh derita. Namun NR masih tetap bertahan hingga akhirnya Team Khusus Anti Bandit 308 Satreskrim Polres Tanggamus berhasil menyelamatkannya dan membekuk SM tanpa perlawanan di Kalideres.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana menjelaskan, upaya pengejaran terhadap SM yang melarikan NR hingga ke Kalideres, berawal dari laporan ibu kandung korban, yaitu KS (45) pada Kamis (6/9) lalu. Dari situlah, polisi bergerak cepat melakukan mapping keberadaan tersangka sekaligus korban. Ibu korban, ternyata mengetahui, bahwa putrinya mengenal pemuda berambut ikal asal Kecamatan Sumberejo itu, dari jejaring sosial Facebook. Dari situ, petugas semakin bisa cepat bergerak mengejar tersangka.

“Tersangka SM kami amankan pada Jumat (7/9) siang saat berada di rumah kontrakan yang dihuni kakak sepupu SM, yaitu D. Di kontrakan itulah, NR disekap dan disiksa oleh SM karena menolak melayani nafsu biologis D. Sayangnya saat kami gerebek kontrakan itu,  D tidak berada di lokasi. Hanya ada tersangka SM dan korban NR. Keduanya langsung kami bawa pulang ke sini. Sementara D, kini jadi buronan,” terang Devi Sujana, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si., Selasa (11/9).

Di hadapan penyidik, kronologis menurut keterangan tersangka dan korban, keduanya berkenalan melalui jejaring sosial Facebook. Kemudian setelah tiga hari berkenalan, tersangka menemui korban di sebuah tempat di wilayah Kecamatan Pulaupanggung. Keesokan harinya, SM mengajak korban ke sebuah gubuk di kebun lalu dicabuli di sana.

“Setelah pencabulan tersebut, tersangka membujuk korban untuk ikut ke Jakarta sambil mencari kerja. Keduanya berangkat meninggalkan Tanggamus sejak Minggu (26/8) lalu. Di Jakarta, keduanya menginap di rumah kontrakan kakak sepupu tersangka berinisial D, di Kalideres, itu,” ungkap Devi Sujana.

Setelah berhasil menjemput paksa SM sekaligus menyelamatkan korban, kasatreskrim melanjutkan, langkah kepolisian adalah mengantarkan korban untuk melakukan visum et repertum (VeR). Berikutnya, menyerahkan kembali NR kepada keluarganya.

“Saat ini SM ditahan di Mapolres Tanggamus. Atas perbuatannya menculik dan mencabuli NR yang notabene masih di bawah umur, kami terapkan Pasal 76 D junto Pasal 81 dan 76 F junto Pasal 83 UU RI Nomor 17/2016 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Devi Sujana.

NR Diculik saat Ibunya Hadiri Pesta Kerabat

IBUNDA korban NR, yaitu KS (45), sangat bersyukur akhirnya putri kesayangannya bisa kembali dalam pelukannya. Meskipun masa depan putrinya telah dihancurkan oleh SM. Namun sebagai seorang ibu, KS tetap menerima dan menyayangi NR, bagaimana pun kondisinya.

Sebelum akhirnya melapor ke Polres Tanggamus pada Kamis (6/9), KS sempat memutuskan pasrah menunggu kepulangan NR sejak Minggu (26/8) lalu. Hari itu adalah hari di mana NR mulai “menghilang” tanpa kabar. Sekitar pukul 17.00 WIB, KS bertandang ke rumah salah satu kerabatnya yang masih di wilayah Kecamatan Pulaupanggung untuk menghadiri pesta.

Sepulang dari acara pesta itu, sekitar pukul 20.30 WIB, menantu KS berinisial E yang tak lain adalah kakak ipar korban, menanyakan keberadaan NR. KS yang baru pulang dari acara pesta, seketika terperangah. Sebab sejak berangka ke acara pesta, NR memang tidak ikut KS.

Mengetahui ketidakjelasan rimbanya NR, KS dibantu E dan kakak kandung korban serta tetangga lainnya, berjibaku berusaha mencari NR. Mulai dari menanyai satu per satu teman-teman NR. Hingga Senin (27/8) pagi, hasil mereka mencari NR masih nihil.

“Kemudian selang dua hari, ada temannya menantu saya memberitahukan bahwa anak saya saat itu dibawa seorang laki-laki. Setelah ditelusuri dengan berbagai cara, akhirnya diketahui putri saya mengenal laki-laki itu melalui Facebook. Dari situ saya dan keluarga memutuskan untuk melapor ke Polres Tanggamus,” terang ibu korban dalam laporannya.

Polisi Imbau Para Remaja Perempuan Berhati-hati Menggunakan Medsos

TRAGEDI yang menimpa remaja perempuan belia umur 15 tahun itu, diharapkan menjadi pengalaman sangat berharga bagi semua orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak-anak. Lalu khusus bagi para remaja perempuan, polisi mengimbau agar sangat berhati-hati, bijak, selektif, dan cermat dalam menggunakan aplikasi Facebook dan aplikasi medos lainnya. Jangan sampai muncul remaja perempuan lain dan mengalami tragedi seperti NR.

Dalam pengungkapan kasus ini, Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana pun tampak sangat geram terhadap tersangka SM (19). Jika orang lain yang tak ada ikatan apa pun dengan korban NR saja bisa geram, bisa dibayangkan betapa geramnya KS sebagai ibu kandung korban.

Selama lebih kurang 12 hari, KS diselimuti kecemasan yang luar biasa lantaran putri kesayangannya tak diketahui di mana rimbanya. Bahkan selama disekap di sebuah kontrakan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, NR sama sekali tak bisa keluar. Sehingga ia tak bisa meminta pertolongan dari warga sekitar kontrakan.

Karena perhatiannya terhadap perkara ini, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma dan Kasatreskrim AKP Devi Sujana, secara langsung mengimbau pada seluruh orang tua agar berhati-hati mengawasi dan memperhatikan pergaulan anaknya. Apalagi jika memiliki anak remaja perempuan.

“Terlebih di era menjamurnya media sosial saat ini. Mari bersama-sama memperhatikan anak kita dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan media sosialnya lebih diperiksa, sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal negatif atau menjadi korban dari sebuah aksi kejahatan,” imbau Devi Sujana.

Mendapat kabar putrinya telah ditemukan dan pelaku yang membawa kabur telah ditangkap, ibu korban sangat berterima kasih kepada Polres Tanggamus dan jajarannya. Namun terhadap tersangka SM, hujatan caci-maki dari ibu korban, tak bisa terbendung lagi. Apalagi virginitas putrinya telah dirusak oleh tersangka. Ibu korban semakin geram.

“Terima kasih yang tak terhingga atas bantuannya Bapak-bapak polisi akhirnya anak saya bisa kembali. Saya harap pelaku dihukum sangat berat Pak,” tutur KS saat menerima penyerahan putrinya di Mapolres Tanggamus. (ayp/hkw)