Bengkel Alat Berat Dilarang Operasi di Tengah Pemukiman

0
615
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Bengkel alat berat dilarang berdiri di wilayah perkotaan, karena dianggap dapat merusak jalan sekaligus menimbulkan polusi suara dan udara.

“Untuk pemilik bengkel alat berat yang di Kelurahan Kota Baru sudah kita panggil, berdasarkan keluhan dari warga bahwa kegiatan itu menimbulkan polusi suara dan udara,” kata Kabid Pengawasan dan Monitoring, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bandarlampung, Dekrison, di Bandarlampung, Kamis.

Dia mengatakan, diakui pemilik bengkel bahwa dilokasi yang disebutkan warga tersebut tidak ada aktifitas apa pun, namun dari keluhan warga diketahui bahwa itu adalah bengkel.

“Kami tanyakan apakah ada aktivitas bengkel mereka mengaku tidak ada, tapi dari kami sudah sampaikan bahwa kegiatan yang mereka lakukan tidak ada surat izin dan itu diakui oleh pemilik bengkel,” kata dia.

Ia melanjutkan, karena bengkel tersebut berada diperkotaan dan jika alat berat ingin diperbaiki harus melewati jalan kota, itu bisa mengakibatkan kerusakan.

Jika melewati jalan perkotaan bisa menimbulkan kerusakan karena beratnya melebihi tonase.

Perlu diketahui bahwa setiap angkutan atau kendaraan besar yang bermuatan (tonase) lebih dari lima ton dilarang melewati wilayah kota. Hal ini sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 29 Tahun 2004 tentang Pola Angkutan Umum di Jalan Kota.

“Jika berdiri diperkotaanya tentunya bisa menimbulkan kerusakan pada jalan kota, sebab beratnya melebihi batas tonase,” kata dia.

Dia menegaskanm telah meminta lurah untuk membuatkan surat ke bengkel, agar tidak beraktivitas lagi.

“Karena pengaduan tersebut ke lurah, sehingga kami serahkan ke kelurahan dengan saran dibuatkan surat penyataan untuk pemilik bengkel,” kata dia.

Sebelumnya, sebagian warga Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, mengeluhkan aktifitas bengkel alat berat yang berada ditengah pemukiman masyarakat, karena kerap membuat bising.

“Kami sangat terganggu suara bising aktifitas bengkel alat berat tersebut, karena beraktifitas hingga larut malam,” kata Ketua RT Kelurahan Kotabaru, Dedi Mulyadi.

Dia mengatakan, sejumlah warga sudah berupaya untuk membicarakan masalah ini kepada pemilik usaha, tapi tidak ada tanggapan.

Ia melanjutkan, bahwa aktifitas bengkel tersebut kerap berjalan hingga larut malam.

“Kami sudah pernah menemui pemilik usaha, namun upaya kami tidak pernah berhasil dan bengkel ini sudah berjalan setengah tahun. Pemilik usaha service alat berat ini bernama Dadang,” kata dia.

Pada lokasi tanah lapangan seluas 1.200 meter persegi tersebut, pemilik usaha tidak pernah meminta izin secara resmi kepada warga sekitar termasuk surat izin gangguan (HO).

“Mereka tidak pernah mengajak berbicara warga sekitar, tidak ada izin dengan masyarakat,” katanya.(jef)