BEM Fisip UBL Kaji Upaya Mahasiswa Pertahankan Nilai Pancasila

0
462
views
MENGKAJI: Ketua BEM FISIP UBL 2017-2018 Denta Putra Utama melaksanakan kajian observasi tentang peranan mahasiswa dalam mempertahankan eksistensi Pancasila, belum lama ini. (Dok. Foto rotasinews.com/BMHK UBL).

TRANSLAMPUNG.COM, KEDATON– Sebagai wadah dalam melahirkan para mahasiswa yang kritis terhadap upaya eksistensi mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam tiap diri sivitas akademikanya

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lampung (Fisip UBL) melalui Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UBL 2017-2018 Denta Putra Utama melaksanakan kajian observasi tentang peranan mahasiswa dalam mempertahankan eksistensi Pancasila.

Dalam kajiannya, Denta menyebut secara yuridis Pancasila adalah dasar hukum tertinggi Negara Indonesia, nilai-nilai yang terkandung di dalam rumusan pancasila mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terlebih, Pancasila pertamakali diungkapkan Bung Karno dalam pidatonya di sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 sebagai dasar Negara Indonesia. Hal itu tertuang dalam pidatonya Bung Karno, panggilan Presiden Soekarno yang berkata banyaknya keberagaman di Indonesia perlu dipersatukan dalam satu ideology berbangsa dan bernegara.

“Pancasila adalah jawaban Bangsa Indonesia yang memiliki satu pijakan dasar negara yang dapat membungkus keberagaman menjadi satu. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar harus dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Disinggung peranan kampus dan mahasiswa Lampung dalam mempertahankan eksistensi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Denta membeberkan universitas juga sering disebut miniatur negara yang memiliki keberagaman pemikiran, gagasan dan ide-ide penuh kreatif.

“Termasuk, keberadaan dan peranan mahasiswa sebagai elemen didalamnya tidak hanya dituntut untuk pandai dan mampu dalam bidang akademik yang di tekuni, namun mahasiswa juga harus mampu membawa perubahan   terhadap masa depan bangsa,”imbuhnya.

Terkait makna peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang lalu. Denta beranggapan peringatan hari Pancasila bukan hanya sekedar rutinitas, namun harus menjadi renungan dan koreksi diri kita yang sudah sejauh mana kita mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Pancasila hanya dijadikan suatu simbol tanpa adanya tindakan kongkret bagi terwujudnya Masyarakat adil makmur yang berbangsa dan bernegara sesuai dengan apa yang tercantum dalam sila-sila dalam Pancasila,”tegasnya.

Tidak lupa, Denta mengajak sivitas akademika kampus di Lampung, termasuk Lampung agar terus -menunaikan tugas suci sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dalam lingkup kampus, tapi hingga lingkungan social kemasyarakatan.

“Marilah kawan-kawan semua, khususnya kawula muda, terutama mahasiswa. Untuk kita harus menjadi pelopor pemersatu keberagaman yang sudah menjadi kehendak dan ketentuan Tuhan yang patut kita syukuri,”ujarnya.

Disela kegiatannya, Dekan Fisip UBL, Yadi Lustiadi yang berharap peran muda, khususnya para mahasiswa UBL. Dapat meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan nilai-nilai dan peranan Pancasila.

“Kegiatan ini sangat baik efek dan tujuannya, yang bertujuan tidak hanya untuk mengajarkan  tapi menyebarluaskan kepada mahasiswa apa itu Pancasila (sesungguhnya). Hal ini tentu mendukung proses belajar-mengajar mahasiswa yang menuntut ilmu dikampus ,”terangnya.

Selain itu, Yadi memastikan sivitas akademika di UBL, khususnya dilingkup Fisip UBL akan tetap berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila.

“Sesuai tertuang dalam materi pengajaran (dikampus) maupun dari pembekalan kehidupan social kemasyarakatan. Kami (dekanat Fisip UBL) untuk selalu mengajarkan dan mengimplementasikan ideologi bangsa kita sendiri yaitu Pancasila. Sehingga sivitas akademika, khususnya para mahasiswa kita  terdepan dalam menangkal isu radikalisme dan anti Pancasila,”pungkasnya. (*)