Belum Inkracht, Bambang Kurniawan masih Bupati Nonaktif

0
124
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Sampai saat ini, Pemkab Tanggamus mengaku Bupati nonaktif Tanggamus Bambang Kurniawan belum diberhentikan tetap dari jabatannya. Sebab perkara pidananya belum berkekuatan hukum tetap.

Hal itu dibenarkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Tanggamus Robin Sadek. Menurut dia, berdasarkan surat dari Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Tanjungkarang Nomor W9.U1/1491/HK.07/V/2017, Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan banding.

Maka atas upaya hukum (pengajuan banding oleh JPU, Red) tersebut, perkara gratifikasi yang membelit Bambang Kurniawan, belum berkekuatan hukum tetap. Sehingga Bambang Kurniawan secara definitif masih resmi menjabat Bupati Tanggamus, namun nonaktif.

“Sampai sekarang status (Pak Bambang) masih pemberhentian sementara, belum pemberhentian tetap. Sedangkan terkait inventaris sarana dan prasarana, sudah diserahkan kembali oleh pihak keluarga ke daerah,” jelas Robin Sadek.

Mantan Kabag Humas itu juga menyebutkan, proses pengadilan tingkat dua atau banding tersebut tidak diketahui sampai kapan waktunya. Hal ini adalah mutlak wewenang pengadilan. Prosesnya juga tidak sama dengan pengadilan tingkat pertama yang berisi agenda pemeriksaan dengan menghadirkan saksi-saksi.

Pada proses banding, majelis hakim hanya mengkaji putusan pengadilan tingkat pertama. Dan jika sangat diperlukan perlu baru memanggil beberapa saksi.

“Kalau materi banding dari JPU, kami tidak tahu. Sebab dari surat dari pengadilan hanya menyebutkan kalau JPU melakukan banding saja. Jadi langkah kami hanya bisa wait and see. Artinya menunggu dan melihat hasil pengadilan tingkat dua. Sementara ini masih berpegang pada keputusan Kementerian Dalam Negeri yang menunjuk Bupati Pelaksana Tugas (Plt),” tutur Robin.

Sebelumnya Bambang Kurniawan diputus bersalah atas perkara gratifikasi pengesahan APBD 2016 Tanggamus. Putusan tersebut tertuang dalam putusan pengadilan nomor perkara 14/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Tjk, tanggal 22 Mei 2017.

Dalam putusan itu, pihak Bambang Kurniawan menyatakan menerima keputusan pidana penjara selama dua tahun, dipotong masa tahanan yang sudah dijalani. Sedangkan pihak JPU menyatakan pikir-pikir, namun akhirnya mengajukan banding. (ayp)