. . .

Beli Hewan Qurban yang Ada SKKH

image_print

Distan Lakukan Sidak dan Pastikan Aman

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Dinas Pertanian (Distan) Bandarlampung menggelar sidak hewan qurban di Jalan Rasuna Said dan puluhan hewan telah dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan hewan kurban tersebut.

Kabid Peternakan Distan Bandarlampung Ichwan Adji Wibowo yang ditemui saat sidak, Rabu (15/8) mengatakan hari ini jadwalnya sidak hinggaH+2 lebaran idul adha 1439 hijriah mendatang.

Adapun potensi pemotongan hewan kurban di kota tapis berseri ini mencapai 2.000an ekor sapi dan kambing ada sekitar 4.000an ekor. Sedangkan stok yang tersedia baik di lapak hingga di kandang ada sekitar 3.000an kambing dan sapi 1.500an ekor.

Lalu nanti kekurangan hewan kurban itu akan terpenuhi suplai dari luar daerah, seperti Pesawaran, Jatiagung hingga Pringsewu. Serta ada juga masyarakat yang membelinya dari luar kabupaten terdekat yang harganya lebih murah dan langsung dibeli dari peternak.

Diharapakan juga kepada masyarakat dituntut teliti untuk membeli hewan kurban, selain umur harus diatas satu tahun untuk kambing dan dua tahun untuk sapi, jangan membeli hewan yang cacat dan itu bukan syariat islam.

Dipastikan semua organ tubuh hewan itu harus sempurna, tidak ada yang cacat apalagi sakit dan itu akan membahayakan bagi masyarakat. Hewan yang telah diperiksa akan mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh Distan.

“Jadi jangan membeli hewan kurban yang tidak ada SKKH, kita ingin masyarakat aman dalam berkurban. Dari dua tempat yang telah kita periksa ini belum ditemukan adanya penyakit hewan tersebut,” katanya

Karena yang ditakutkan itu penyakit antraks dan tetapi sajuh ini belum ada penyakit itu yang ditemukan tim. Kalau untuk penyakit cacing hati itu setiap tahunnya pasti ada, baiknya dibagian hati itu jangan dikonsumsi karena bahaya untuk kesehatan.

Ciri-ciri hewan yang sehat menurut spesifikasi medis itu diantaranya gerakannya lincah, aktif, bergerak, bulunya mengkilap dan juga matanya terang melihat disekelilingnya.

Sementara itu, Suwardi yang merupakan penjual hewan kurban di Jalan Rasuna Said mengatakan sangat senang kalau dirinya didatangi tim Distan ini sehingga  menambah kepercayaannya untuk menjual hewan daganganya itu.

“Kami beli kambing atau sapi ini dari petani dan memang tidak ada pemerikasaan, hari ini saya didatangi oleh pak dokter dan sangatklah terbantukan dengan kesehatan hewan tersebut,” katanya.

Kalau hewannya ini berasal dari Pringsewu dengan harga jual dari Rp 1,5 Juta sampai Rp 6 Juta untuk kambing dan sapi dari harga terendah Rp 17 Juta hingga Rp 40 Juta yang ditawarkan. (jef/hkw)