Bejat, Guru Agama Setubuhi ABG

TRANSLAMPUNG.COM, MENGGALA – Polsek Lambu Kibang menangkap MN (30) pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di kebun singkong Tiyuh Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tulang Bawang Barat.

MN yang berprofesi sebagai guru agama merupakan warga Tiyuh Pagar Jaya, Lambu Kibang, Tulang Bawang Barat, ditangkap pada Sabtu (9/12) sekira jam 19.00 WIB, di Kampung Purwo Agung, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan.

Hal itu diugkapkan Kapolsek Lambu Kibang AKP Fredy Aprisa Putra Parina, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Raswanto Hadiwibowo, SIK, M.Si. Minggu (10/12).

Dikatakan Kapolsek, pelaku ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP /152/XII/2017/Polda Lpg /Res Tuba/Sek Kibang tanggal 09 Desember 2017 tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan korban LA (13) yang berstatus pelajar, warga Tiyuh Pagar Jaya Kecamatan Lambu Kibang, Tulang Bawang Barat.

Kapolsek menjelaskan, kejadian pencabulan yang dilakukan oleh MN terhadap LA terjadi pada Rabu (8/11) sekira pukul 18.30 WIB dan baru dilaporkan ke Polsek Lambu Kibang hari Sabtu (9/12) siang.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Lambu Kibang yang dipimpin Kanit Reskrim Aipda Purgianto, langsung melakukan pencarian ke rumah pelaku.

Ternyata MN sudah tidak berada lagi di rumahnya, karena langsung melarikan diri setelah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban.

Lalu Kanit Reskrim bersama-sama dengan anggota mencari keberadaan pelaku.

Berdasarkan informasi dari sumber, akhirnya pelaku berhasil ditangkap di rumah pamannya di Kampung Purwo Agung, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan. Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Lambu Kibang.

AKP Fredy Aprisa menerangkan, pelaku MN memperdaya SA (16) murid lainnya, untuk menjemput LA ke rumahnya, dengan alasan menanyakan sebab korban keluar tanpa izin.

Pelaku juga meminta SA untuk mengantarkan LA ke jembatan Tiyuh Pagar Jaya. Setelah sampai di tempat tersebut, LA langsung dibawa MN ke kebun singkong.

“Di dalam kebun singkong, pelaku melakukan perbuatan asusila terhadap korban dan sempat mengancam untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain,” terangnya.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Lambu Kibang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan dengan paling banyak Rp. 5 miliar. (als/rus)

News Reporter