. . .

Begini Cara Putra Mahkota Saudi Rayu Inggris dan AS

image_print

TRANSLAMPUNG.COM – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) terus berusaha membujuk Inggris dan Amerika Serikat (AS) bahwa reformasi yang telah ia lakukan menjadikan Saudi sebagai tempat berinvestasi.

MBS juga mengatakan, reformasi yang ia lakukan yang dikenal Visi 2030 menjadikan masyarakat Saudi lebih toleran.

Ia mendapat pujian dari negara-negara barat karena telah mengurangi ketergantungan Saudi terhadap minyak. Ia juga berhasil mengatasi korupsi dan mengubah kerajaan Muslim Sunni dari konservatif menjadi modern.

Namun, tindakan keras antikorupsinya pada November lalu, ketika ia menggulingkan sepupunya sebagai seorang putra mahkota dalam sebuah kudeta, membuat para investor khawatir.

Meskipun London dan New York sudah masuk dalam daftar investor yang antusias pada bisnis ini, mereka khawatir akan hak asasi manusia di Saudi dan kurangnya keterbatasan pada eksekutif kekuasaan di Arab Saudi.

“Investor tertarik dengan proyek reformasi MBS, dan akan ada banyak yang tertarik untuk melihat pandangannya ke depan. Namun ketidakpastian masih ada,” kata seorang pakar Timur Tengah di Chatham House, Jane Kinninmont seperti dilansir Reuters, Rabu (7/3).

MBS melakukan pembelaan atas tindakan kerasnya November lalu. Puluhan pebisnis papan atas dan pangeran ditahan sebagai bagian dari memerangi korupsi.

Sebagian besar tahanan kini telah dibebaskan dan pihak berwenang mengatakan bahwa kerajaan telah mengatur untuk menyita aset sebesar lebih dari USD 100 miliar.(Reuters/ce1/iml/JPC/jpg)