Bawaslu: Rawan Pergeseran Suara

0
806
views

TRANSLAMPUNG.COM– Usai pencoblosan pada Rabu (15/2), tahapan pilkada selanjutnya masuk penghitungan dan pleno panitia pemilihan kecamatan (PPK). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung menilai peluang kerawanan pergeseran suara dan pelanggaran masih terbuka.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menemukan pelanggaran pilkada selama pemungutan dan penghitungan suara.

Hanya satu kasus yakni penghitungan ulang suara di TPS 3 Bandaragung, Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat, lantaran sudah menghitung lebih awal.

’’Sampai saat ini belum ada temuan atau laporan soal pelanggaran selama pemungutan suara. Satu kasus di Lambar yakni penghitungan suara di TPS yang dilakukan lebih awal dan melanggar. Sudah dihentikan dan dimpinta hitung ulang,” kata Khori—sapaan akrabnya, kemarin seperti dilansir dari radarlampung.co.id (grup translampung.com).

Sejauh ini, kata Khoir, pihaknya menginstruksikan kepada jajaran pengawas baik Bawaslu, Panwas Kabupaten dan kecamatan hingga desa untuk terus meningkatkan pengawasan. “Kalau peluang kerawanan pergeseran suara masih terbuka. Kami menginstruksikan jajaran pengawas untuk meningkatkan pengawasan,” terangnya.

Sementara itu, kemarin tahapan masuk penghitungan di kecamatan atau PPK. Targetnya adalah pleno pada 22-24 Februari di tingkat kabupaten.

Ketua KPU Tulangbawang Reka Punnata mengatakan, belum semua kecamatan menyelesaikan proses penghitungan surat suara.

“Ya belum, agendanya dari 22-24 Februari. Sekarang prosesnya masih penghitungan di kecamatan. Hingga kini (kemarin, Red) baru menerima hasil dari dua kecamatan Untuk hasilnya belum bisa. Yang masuk dua kecamatan Banjarmargo dan Menggala Timur,” terangnya di sela sela memantau penghitungan surat suara di kantor kecamatan Menggala. (gus/cw7/c1/gus)