. . .

Bawaslu: Kampanye Negatif Adalah Mencari Kelemahan Lawan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus mensosialisasikan bagaimana pemilu yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terutama saat memberikan suara di kotak suara pada April 2019 nanti.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan pemilu 2019 dinamikanya akan berbeda. Persaingan Partai Politik akan lebih sengit dan kompleks.

“Pemilu ini digelar dengan posisi UU pemilu bahwa PT naik jadi 4 persen artinya kompetisi diantara 16 parpol akan sangat sengit,” ujar Abhan saat ditemui di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Senin (15/10).

Abhan menuturkan jika pemilu yang lalu dengan 3.5 persen ambang batas dapat menghasilkan 10 partai politik. Ia pun bertanya apa yang terjadi jika pemilu besok menjadi 4 persen.

Menurutnya hal tersebut akan lebih menggerakan mesin partai melalui caleg-caleg yang diusungnya saling berkompetisi walaupun mereka dalam satu partai untuk meraih kursi di parlemen.

“Kita anut sistem proporsional terbuka. Potensi kompetisi caleg dalem satu parpol akan kompetitif,” lanjutnya.

Yang menarik adalah pemilihan presiden 2019. Menurutnya perang yang sebelumnya terjadi pada 2014 kemarin akan kembali terulang dengan intensitas dinamika yang sangat tinggi. Ia pun mengingatkan jika hal tersebut tidak terlepas dari beberapa elemen yang dapat mendukung kesuksesan pemilu nanti.

“Tentu sukses tidaknya pemilu ada beberapa elemen, pemilih saya kira adalah warga negara yang punya otoritas untuk menentukan hak pilih maka tentu kita perlu mendidika bersaama,” paparnya.

Dia meminta kepada para peserta pemilu dan seluruh masyarakat untuk terus mengawal pemilu meskipun UU Pemilu sendiri sudah mengatur hal tersebut. “Saya kira regulasi sudah cukup banyak. Para pesertapun di harap bisa taat aturan dengan regulasi yang mengikat,” imbuhnya.

Kemudian kata Abhan salah satu masalah yang masih belum bisa terselesaikan ketika kompleksitas potensi politik uang. Karena jika peserta pemilu hanya berpikir pragmatis maka potensi tersebut akan ada.

“Maka dari hal itu kami lakukan upaya-upaya seperti kami keluarkan IKP, dalam rangka antisipasi dan soal politik uangnya di UU pemilu ada larangan ada norma pidana. Harapan kami mudah-mudahan semua peserta pemilu taat hukum,” tukas Abhan.

Saat ditanya soal kampanye negatif Abhan mengatakan hal tersebut jangan sampai terselip kampanye hitam. Kalau menilik definisinya, lanjut Abhan, kampanye negatif berarti mencari kelemahan lawan politik berdasarkan fakta. Kampanye negatif berbeda dengan kampanye hitam.

Ia pun menyatakan, persoalan kampanye negatif bukan pada diizinkan atu tidak. Karena itu, Abhan mengatakan, Bawaslu akan melihat persoalan pelanggaran kampanye berdasarkan kasus per kasus.

“Apakah nanti ada pelanggaran atau tidak harus secara kasuistis, belum tentu hanya negative campaign. Bisa juga ada unsur black campaign-nya,” lanjutnya.

Abhan menuturkan Jika dalam kampanye negatif terdapat unsur kampanye hitam maka pihak yang dapat disanksi adalah pelaksana tim kampanye maupun peserta kampanye. Hal ini sesuai Undang-Undang Pemilu. Karena itu, dia mengimbau tokoh politik tetap menjaga suasana kondusif selama masa kampanye Pemilu 2019. Hal ini disampaikan menyusul polemik terkait arahan Presiden PKS Sohibul Iman kepada kadernya untuk melakukan kampanye negatif.

“Tentu harapan kami di masa kampanye ini seluruh tokoh politik untuk menyejukan situasi,” harapnya. (ZEN/FIN/tnn)