. . .

Bawas MA Cari Indikasi Pelanggaran dari OTT KPK

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang hakim dan panitera Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Selain keduanya, KPK juga menciduk lima pihak lain yang diduga turut serta dalam kasus dugaan suap-menyuap. Menindaklanjuti hal ini, tim dari Badan Pengawas MA akan mengecek soal adanya pelanggaran dari OTT tersebut.

“Bawas MA tengah menindaklanjutinya untuk mengetahui indikasi permasalahannya,” kata Juru Bicara MA, Suhadi saat dikonfirmasi awak media, Senin (12/3) malam.

Menurut Suhadi, oknum lembaga peradilan tersebut diciduk lembaga antirasuah lantaran menerima suap atas suatu perkara. Namun belum diketahui pasti apa perkara tersebut.

“Belum tahu pasti, bisa perkara perdata maupun pidana,” ungkap Suhadi.

Oleh karena itu, saat ini Tim Bawas MA tengah melakukan pengecekan terkait pelanggaran yang dilakukan oknum peradilan yang ditangkap tersebut.

“Ketua PN Tangerang sudah melapor kepada ketua muda dan ketua pengawasan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Satgas Penindakan KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan(OTT) Senin (12/3) petang. Dalam operasi senyap kali ini, tim yang berasal dari direktorat penindakan tersebut, mengamankan seorang hakim di wilayah Tangerang.

“Hakim yang ditangkap,” tutur sumber internal KPK kepada JawaPos.com (JPG) ketika dikonfirmasi.

Selain menangkap seorang hakim, dalam OTT tersebut, tim juga mengamankan beberapa pihak lain yang diduga turut serta dalam dugaan kasus dugaan suap-menyuap tersebut.

Mereka antara lain seorang yang berprofesi sebagai panitera dan pihak pengacara yang diduga sebagai pihak penyuap.

Hingga saat ini para pihak tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 1×24 jam oleh tim penyelidik dan penyidik KPK. Pemeriksaan dilakukan guna ditentukan status hukum para pihak yang diciduk tersebut. (ce1/rdw/JPC)

error: Content is protected !!