. . .

Baru Turun ke Pasar jika Ada Laporan, Instansi Terkait Terkesan Reaktif dan Pasif    

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – SEKRETARIS Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus Taufik Hidayat mengaku, sudah mengetahui fenomena anggur merah diduga berformalin yang dijual oknum pedagang dadakan di wilayah Pringsewu dan Pesawaran. Alih-alih merespon cepat untuk langkah antispatif dan preventif peredaran buah anggur berbahaya ini, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya justru terkesan pasif dan reaktif.

Apakah harus menunggu buah anggur itu tertelan dulu oleh masyarakat, baru pemerintah sibuk turun ke sana-sini? Ada atau tidaknya buah anggur diduga berformalin di wilayah Tanggamus, bukan itu poin utamanya. Namun yang jauh lebih penting dari itu dan harus segera dilakukan, adalah mensosialisasikan pada khalayak, baik kalangan konsumen maupun pedagang. Bahwa sekarang telah beredar anggur yang diduga berformalin. Paling tidak, itu sebagai upaya pencegahan dini, agar masyarakat yang terbagi ke dalam kategori pembeli dan kategori pedagang, bisa lebih berhati-hati serta selektif. Tidak serta-merta tergoda dengan harga buah anggur merah yang harganya sangat murah.

”Ketika nanti ada laporan atau keluhan mengenai peredaran buah anggur berformalin di pasar tradisional, maka tim yang beranggotakan dari Bagian Ekobang, Diskes dan Satuan Polisi Pamong Praja Tanggamus, akan turun ke lokasi temuan. Tetapi sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke kami tentang buah anggur ini,” ujar Taufik Hidayat, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Sukisno, S.K.M., M.Kes.

Dirinya mengaku sudah mendengar pemberitaan anggur diduga berformalin yang beredar di Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran. Akan tetapi Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui instansi terkait, belum bisa mengambil langkah apapun. Sebab masih menunggu laporan atau keluhan dari masyarakat melalui UPT Pasar.

”Semoga nggak ada peredaran anggur itu di sini. Tapi memang tidak menutup kemungkinan akan ada. Dan jika warga menemukannya, maka segera laporkan. Ciri yang paling mencolok, dapat dilihat dari harga buah anggur merah yang jauh di bawah harga normal. Jadi waspada saja dalam membeli anggur, apalagi kalau harganya terlampau murah,” tandas Taufik Hidayat. (*)