‘Bank’ Sampah Gisting jadi Pilot Project Penanggulangan Sampah

0
490
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Bagi banyak tempat, limbah sampah mungkin tak ada gunanya. Namun hal itu tidak berlaku di Pekon Gisting Bawah, Kecamatan Gisting, Tanggamus. Di sana, sampah justru menjadi barang berharga, sejak adanya ‘Bank’ Sampah yang kini sudah resmi menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Inovasi itu tak lain adalah cara jitu aparat pekon untuk menanggulangi sampah. Bahkan menariknya lagi, warga yang terdaftar sebagai nasabah ‘bank’ sampah, bisa dengan mudah menjadi nasabah salah satu bank nasional.

Kepala Pekon Gisting Bawah, Safari mengatakan, ?BUMDes berupa ‘bank’ sampah di pekonnya itu, sejatinya adalah tempat pembuangan sementara (TPS), dengan pola reduce, reuse, recycle (3R). Tak tanggung-tanggung, inovasi sarana TPS yang merupakan bantuan dari provinsi dan sudah berbentuk BUMDes itu, membawa nama Gisting dan Tanggamus hingga kancah nasional.

“Namun ternyata di level nasional, kompetisinya semakin berat. Karena juga ada daerah lain yang memilikinya. Maka kami langsung bermanuver untuk memberikan keistimewaan yang hanya dimiliki Gisting Bawah. Akhirnya kami menggandeng salah satu bank. Kelebihan yang ada di BUMDes Gisting Bawah, nasabah ‘bank’ sampah bisa jadi nasabah bank yang kami gandeng itu,” jelas Safari.

Dia mengaku, persoalan sampah adalah permasalahan masyarakat dan lingkungan yang akan selalu ada. Maka kehadiran TPS 3R itu, diharapkan dapat mengatasi persoalan-persoalan tersebut, sekaligus membantu masyarakat mencukupi ekonomi. Sebab sampah yang diberikan oleh masyarakat akan diolah dan itu bernilai jual yang hasilnya diserahkan ke masyarakat lagi.

“Kami bersyukur di pekon ini dibangunkan TPS 3R sehingga sampah bisa diolah dan menjadikan BUMDes yang ada semakin lengkap,” ungkap Safari.

Sementara itu PPK Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Lampung, Zulkarnain menjelaskan, pembangunan TPS 3R Gisting Bawah menelan dana Rp525 juta. Biaya itu untuk bangunan, mesin pencacah sampah, sarana pengangkut sampah, dan kotak sampah.

“Dengan adanya TPS ini kami menargetkan sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang dan kalau bisa hanya lima persen dari total sampah yang masuk ke TPA. Maka TPS berperan penting untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA. Jadi harapannya pekon setempat bisa memanfaatkan dan mengelola sampah,” sebut Zulkarnain.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, meminta semua pihak mulai saat ini mengelola sampah dan merubah mindset, bahwa sekarang sampah mendatangkan manfaatkan baik itu yang sifatnya organik dan non organik. Dan Pekon Gisting Bawah harus jadi contoh pengelolaan sampah bagi pekon lainnya, karena sekarang sudah miliki sarana pengelolaan sampah.

“Mari ubah sampah jadi barang yang produktif untuk perbaikan lingkungan dan kesehatan semuanya. Jangan lagi Indonesia jadi pengimpor sampah. Caranya dengan kelola sampah dan mulai sekarang manfaatkan sampah tersebut,” harap Samsul.(ayp)