. . .

Banjir Landa Pekon Guring, 8 Rumah Terdampak, 1 Jembatan Ambrol

image_print

RENDAM 8 RUMAH: Salah satu sudut rumah warga Pekon Guring yang terdampak banjir, Jumat (7/9) pagi. (Foto-foto: DOKUMENTASI BPBD TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Meski di beberapa wilayah Kabupaten Tanggamus dilanda kekeringan, namun sebagian wilayah kabupaten setempat tetap diselimuti curah hujan dari intensitas sedang hingga tinggi. Bahkan terbaru, delapan rumah warga di Pekon Guring, Kecamatan Pematangsawa terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, sebuah jembatan penghubung pekon setempat menuju ke Kantor Kecamatan Pematangsawa, juga rusak berat.

Kondisi tersebut dibenarkan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penggulangan Bencana Daerah Tanggamus, Adi Nugroho. Melalui chatting WhatsApp Jumat (7/9) malam pada translampung.com, Adi menuliskan, pihaknya sudah meninjau lokasi banjir tadi pagi. Tepatnya ke delapan rumah warga yang terdampak banjir serta ke lokasi jembatan yang rusak.

JEMBATAN RUSAK BERAT: Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanggamus Adi Nugroho dan tim, meninjau kondisi jembatan penghubung Pekon Guring dengan Kantor Kecamatan Pematangsawa yang rusak akibat banjir Jumat (7/9).

”Jembatannya rusak berat. Sebab tanah tempat jembatan membentang terkikis arus air. Sehingga jembatannya ambrol. Kondisinya darurat. Untuk bisa dilalui pejalan kaki, sementara dipasangi gelugu (batang pohon kelapa, Red). Untuk jembatan darurat yang lebih memadai, harus ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tanggamus,” ungkap Adi Nugroho, mewakili Kepala BPBD Tanggamus, Romas Yadi.

Adi Nugroho melanjutkan, banjir di Pekon Guring juga dipicu akibat saluran air yang tersumbat oleh material berupa batang kayu dan bebatuan. Lantaran itu, arus air akhirnya meluap dan menimbulkan banjir. Kondisi tersebut diperparah dengan beberapa sungai kecil di sekitar Pekon Guring yang mengalami pendangkalan.

”Sampai Jumat malam ini, belum ada instruksi untuk menurunkan alat berat. Namun kami tetap memantau kondisi terbaru. Apalagi malam ini kita lihat sudah mulai hujan lagi disertai halilintar,” kata Adi Nugroho.

Terhadap delapan warga yang rumahnya terdampak banjir, BPBD Tanggamus mengimbau mereka untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih jika turun hujan lebat di malam atau dini hari. Demikian juga terhadap seluruh warga Pekon Guring serta warga Tanggamus yang wilayahnya dilanda curah hujan tinggi.

”Untuk identitas KK yang rumahnya terdampak (banjir), masih menunggu laporan masuk dari aparat pekon setempat. Namun yang pasti tidak sampai ada korban jiwa atau hanyut,” tandas Adi Nugroho. (ayp)