Banjir Bandang Rendam Sebagian Pekon Kacapura

0
271
views

TERANCAM GAGAL PANEN: Akses jalan pekon tertutup banjir serta puluhan hektare tanaman padi di Pekon Kacapura, Semaka, terancam gagal panen akibat direndam banjir bandang luapan air dari Waysemaka, kemarin (21/2) sore. Foto: YOGY/TRANS LAMPUNG

TRANSLAMPUNG.COM-SEMAKA-Hujan deras mengguyur hampir wilayah Tanggamus sejak Senin (20/2) sore sampai Selasa (21/2) sore. Tak pelak, areal pertanian seluas 50 hektare (ha) di Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, terendam air luapan Waysemaka. Ditambah lagi belasan rumah warga pekon setempat, juga tak luput dari banjir bandang.

Kepala Pekon Kacapura Solykan menjelaskan, luapan air mulai mengarah ke pekonnya itu sejak Selasa (20/2) pukul 00.00 WIB. Karena sejak Senin sore, Pekon Kacapura diguyur hujan lebat. Akibatnya, debit air Waysemaka yang melintasi pekon tersebut, meningkat drastis dan meluap dalam waktu singkat.

“Sekitar 50 ha sawah yang baru saja ditanami padi dan ada juga yang sudah siap panen, sekarang terendam banjir. Kemungkinan besar kondisi ini akan membuat gagal panen, lantaran tanaman padi terendam air setinggi lutut orang dewasa,” ujar Solykan, kemarin (21/2) sore.

Selain merendam area persawahan, lanjutnya, banjir bandang juga sudah menggenangi rumah warga. Kendati ketinggian permukaan air yang menggenangi rumah warga tak begitu parah, namun Solykan tetap mengimbau warga Pekon Kacapura untuk selalu mewaspadai datangnya bencana banjir susulan. Mengingat, saat ini masih dalam kondisi hujan, meski intensitas hujan tidak begitu deras, seperti pada Senin malam.

“Saya bersama warga lainnya dari semalam terus berjaga-jaga. Takut ada banjir susulan. Beberapa rumah warga juga sudah mulai digenangi banjir. Namun masih banyak juga rumah yang aman. Kami sangat menyayangkan Tapi yang sangat kami sayangkan area persawahan yang kini terendam. Apalagi sudah menjelang masa panen. Dengan kondisi begini, saya rasa akan gagal panen,” jelas Solykan seraya mengakui bahwa selama ini Pekon Kacapura memang selalu menjadi langganan banjir.

Sementara itu, Camat Semaka Edi Fahrurrozi menjelaskan, Pekon Kacapura masuk dalam daftar salah satu dari sembilan pekon rawan banjir bandang di wilayah Kecamatan Semaka. Delapan pekon lainnya antara lain Pekon Tulungasahan, Karangagung, Sripurnomo, Kanoman, Sidodadi, Tugurejo, Garut, dan Karangrejo. Dan selain banjir, Semaka juga rawan akan bencana tanah longsor. Pekon yang rawan tanah longsor, yakni di Pekon Sedayu dan Margomulyo.

“Di Kecamatan Semaka ini, totalnya ada 22 pekon, 11 di antaranya rawan bencana. Sembilan rawan banjir bandang, dan dua lagi rawan tanah longsor. Pekon yang rawan banjir itu karena letaknya berada di bantaran Waysemaka, jika hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang berkepanjangan, maka bisa terjadi banjir. Maka dari itu, saya meminta kepada seluruh warga Semaka untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana alam yang bisa saja kapan pun terjadi,” imbau Edi.

Dia juga menambahkan, untuk menanggulangi bencana banjir ini, aparat kecamatan sudah menyampaikan usulan pembangunan tanggul dan ini menjadi skala prioritas. Usulan itu sudah disampaikan melalui rapat koordinasi (rakor) bulanan yang kemarin (21/2) diselenggarakan di Pemkab Tanggamus. Nantinya, usulan dibawa pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tanggamus Tahun 2017. Edi sangat berharap, usulan tersebut bisa direalisasikan, karena memang pembangunan tanggul sungai itu sangatlah diperlukan.

“Tanggul Waysemaka menjadi prioritas usulan kami dan ini sudah menjadi kesepakatan saat musrenbang tingkat kecamatan. Dan beberapa waktu lalu, sudah ada juga dari Dinas PU Provinsi Lampung survey ke lokasi. Tapi sampai dengan sekarang belum juga ada realisasinya. Mudah-mudahan, melalui musrenbang kabupaten mendatang bisa tersampaikan. Sehingga warga Semaka terutama yang ada di sembilan pekon itu, tidak dihantui lagi dengan banjir bandang,” harap camat. (ayp)