Bandarlampung Direndam Banjir

0
277
views

Hujan Deras Menguyur Semalaman, Rendam Sejumlah Wilayah

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung, Senin (20/2) malam, membuat banjir beberapa wilayah di Bandarlampung. Bukan hanya pemukiman rumah warga saja, ada juga sekolah-sekolah yang terendam hingga mengharuskan menghentikan sementara proses belajar mengajar.

Berdasarkan pantauan, sedikitnya tiga sekolah di Bandarlampung terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Seperti yang dialami MI YPP Swadaya, Yayasan Mastal Musam Mid yang berada di Jalan Agus Salim Gang Raja Muda Kelurahan Kelapa III Kecamatan Tanjung karang Pusat (TkP).

Banjir yang terjadi disekolah tersebut hingga ketinggian 1,5 meter, yang disebabkan talud penahan air sungai Kaliawi jebol. Dan aktifitas belajar mengajar pun terpaksa di liburkan.

Sementara Paud Assyifah yang tepat berada di sampingnya mengalami hal serupa. Agus Syarif pemilik Paud mengaku terpaksa meliburkan aktifitas belajar mengajar dengan cara menghubungi semua orangtua murid Paud.

“Ya kita liburkan sementara karena banjir. Akibat banjir ini juga banyak peralatan wahana bermain anak hanyut terbawa air seperti bola-bola, bahkan buku-buku pelajaran anak,” jelas dia, saat ditemui di lokasi, Selasa (21/2).

Agus menambahkan, banjir yang terjadi kali ini adalah yang terparah dibandingkan banjir-banjir sebelumnya. Karena ketinggian air sampai masuk ke ruangan belajar mengajar. Dan akibat banjir ini pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp15 juta.

“Kami berharap ada bantuan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, karena untuk proses belajar mengajar. Selain itu, kami minta juga talud yang jebol segera di perbaiki dan ditinggikan lagi, biar air tidak masuk lagi ke sekolah,” ujar dia.

Kejadian banjir juga merendam SDN 2 Rajabasa yang ada di Jalan ZA Pagar Alam. Menurut Armiati Kepala SDN 2 Rajabasa, banjir kali ini ada yang terparah sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Sekolah tahun 2015 lalu.

“Ini banjir terparah, tadi malam jam 12 ketinggian air sampai 1 meter. Dan baru surut paginya. Ini jam 10 aja belum selesai bersih-bersihnya. Makanya kita terpaksa meliburkan anak-anak dan diminta untuk belajar dirumah,” jelas dia.

Untuk membersihkan sekolah ini, kata dia, pihak sekolah telah menyewa 2 mesin sedot air. “Kita tadi sewa 2 mesin sedot air, makanya airnya sudah sedikit berkurang,” imbuh dia.

Armianti menambahkan, akibat banjir ini banyak sekali hewan-hewan air yang naik kepermukaan, “Tadi aja kita temukan 5 ular sawah, ada juga biawak. Makanya siswa kita belajarkan dirumah, karena kondisi sekolah sedang tidak memungkinkan,” tutur dia.(jef)