Bandara Raden Intan II Bakal Disiapkan JPO

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pemprov Lampung memfasilitasi persoalan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Bandara Radin Inten II Lampung Selatan yang direncanakan akan dibangun tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan, pembangunan JPO ini dllakukan untuk dukungan skybridge yang juga direncanakan dibangun tahun ini.
“Nanti, rencananya akan dibuat stasiun kereta kan, JPO ini dari sisi kiri jika dari arah Bandarlampung, masuk ke Bandara dan langsung diarahkan ke Stasiun itu,” ujarnya kepada Radar Lampung, kemarin (1/3).

Dijelaskan dia, saat ini Pemprov sedang melakukan inbentarisasi lahan terhadap pembangunan JPO tersebut. Sebab, meskipun lahan yang digunakan adalah ilik PT. KAI, namun demikian sudah ada warga yang menempati lahan disekitar Bandara.

“Ya wewenang kita membantu menginventarisasi persoalan itu. Kaena, titiknya juag belum ditentukan dimananya. Tapi yang jelas, tahun ini akn dilakukan pengerjaan itu,” jelasnya.
Mantan Bupati Pesisir Barat ini mengatakan, pembanguan JPO include dengan kucuran anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat pembangunan stasiun yakni sebesar Rp15 miliar.

”Kalau anggaran totalnya ya Rp15 miliar. Mudah-mudahan di 2018 akan lebih lagi dukungan anggaran yang masuk ke sini,” jelasnya.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan Roni Lesmana mengatakan, untuk sementara ini sudah merampungkan detailed engineering design (DED) untuk pembangunan tersebut.

’’Kalau DED sudah rampung. Saat ini juga kami sedang koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai beberapa percepatan, salah satunya mengenai kesiapan kebutuhan lahan,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya sudah mempersiapkan material fisik yang akan digunakan sebagai pembangunan stasiun dan beberapa perbaikan jalur. Namun, proyeksi fisik ini belum dilakukan secara keseluruhan.

”Ya, nantinya diperkirakan letak stasiun yang ada, bakal bergeser sepanjang 75 meter ke arah bandara dari yang ada saat ini,” jelasnya.

Dia memaparkan, dukungan anggaran untuk kereta api bandara diperkirakan antara Rp80 miliar–Rp100 miliar. Namun hal ini belum dilihat untuk kebutuhan total sampai masalah trayek.

”Ya tidak sekaligus. Karena melihat kondisi keuangan pemerintah juga. Yang jelas tahun ini kita lakukan secara bertahap,” jelasnya.  (abd/

News Reporter