:: translampung online ::

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
BKTC Ditargetkan Rampung Oktober 2010
Written by heru, on Rabu, 30 Desember 2009 | 01:02
Views 120    

BANDARLAMPUNG – Pengembang Bambu Kuning Trade Centre (BKTC) PT SENjaya RejekiMas Bandarlampung menargetkan pembangunan BKTC selesai selama delapan bulan. Karenanya, pengembang pasar BK ini akan memulai pembangunan pada awal Februari 2010 nanti.
Kepastian itu disampaikan Direktur PT SENjaya RejekiMas Bandarlampung, Anang Abraham Sukiman ketika menyosialisasikan rencana pembangunan BKTC kepada seluruh pedagang kaki lima (PKL) di Lantai III Pasar Bambu Kuning, kemarin.  
”Kalau izin sudah terbit semua, maka awal Februari 2010 kita akan memulai proses pembangunan. Penyelesaiannya tidak perlu lama-lama, cukup delapan bulan saja. Sehingga, akhir tahun depan sudah bisa digunakan pedagang,” kata Anang kepada wartawan, kemarin.
Sosialisasi tersebut terkesan cukup istimewa. Setidaknya ada tujuh pejabat teras Pemkot Bandarlampung yang menghadiri acara tersebut. Antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan Darwin Djafri, Asisten II Bidang Pembangunan Sidik Ayogo, Kadis Pengelolaan Pasar Khasrian Anwar, Kadis Tata Kota Choria Pandarita, Kabag Pemerintahan Hendri Iswandi, Kabag Hukum Wan Abdurahman dan Kabag Humas Zainuddin.
Lebih lanjut, Anang menuturkan pembangunan BKTC memiliki kapasitas parkir yang mampu menampung sekitar 600 kendaraan roda dua (R2) dan 250 kendaraan roda empat (R4).
”Parkirnya terdiri dari lantai 1 sampai lantai 4. Jadi, pelataran pasar BK tidak digunakan lagi untuk lahan parkir,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjutnya, pihaknya belum dapat memastikan harga penjualan atau sewa lapak dan ruko di BKTC. Ia beralasan ada tiga faktor dalam penentuan harga penjualan atau sewa lapak dan ruko, yakni biaya pembangunan, lokasi, dan aspek legalitas.
”Ketiga faktor ini sangat memengaruhi nilai jual atau sewa lapak dan ruko di BKTC. Tapi, pedagang tidak perlu ragu, karena kita menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Misalnya, penyediaan genset, mobil pemadam kebakaran dan asuransi bangunan,” bebernya.
Anang mengungkapkan bahwa penjualan atau sewa lapak dan ruko diprioritaskan kepada pedagang di pasar BK. Karenanya, ia meminta agar pedagang tidak perlu khawatir pihak ketiga masuk ke wilayah BKTC. ”Tentunya, pedagang di Pasar BK menjadi prioritas kami. Lebih baik membeli dengan cara mencicil, daripada menyewa,” tukasnya.
Sementara itu, Kadis Pengelolaan Pasar Bandarlampung Khasrian Anwar menyatakan pembangunan BKTC ini tidak akan berdampak dengan efektivitas pembangunan Bambu Kuning Square (BKS). ”Saya rasa pembangunan BKTC tidak akan memubazirkan BKS yang ada di depan stasiun kereta api Tanjungkarang. BKS itu kan merupakan inisiatif dari sebagian pedagang,” ujarnya.
Untuk diketahui, pembangunan BKS yang memiliki tiga lantai sampai saat ini masih terbengkalai. PT Istana Karya Mandiri selaku pengembang BKS belum menunjukkan kinerja yang baik. Padahal, proses pembangunan sudah menelan waktu selama dua tahun lebih.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Bandarlampung kepada Trans Lampung mengatakan, dengan dibangunnya Bambu Kuning Trade Centre tersebut, diharapkan dapat menjadi sarana tepat untuk mengatasi problema yang selama ini kerap muncul.(surya)

 
| redaksi: jl. gatot subroto no. 16 pahoman - bandarlampung
| email: translampung@yahoo.com
| telp: 0721 - 258595

  |  

   28 Tamu online