. . .

Bainalhuri: Sah-sah Saja, Bagus

image_print

Terkait Kartu Nikah

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Rencana Kementrian Agama untuk menerbitkan kartu nikah sempat viral dan menimbulkan kerisauan netizen di media sosial. Pasalnya banyak netizen yang mengira bahwa rencana penerbitan kartu nikah ini untuk menggantikan keberadaan buku nikah yang selama ini menjadi bukti sah dari proses pernikahan.

Menanggapi rencana penerbitan kartu nikah ini, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandarlampung, Bainalhuri Halim berpendapat bahwa sepanjang penerbitan kartu nikah tersebut tidak mengurangi nilai-nilai luhur keagamaan tentang pernikahan, hal itu sah-sah saja.

“Kalau dengan kartu itu lebih efektif terutama untuk membantu kepraktisan administrasi, itu sah-saja, bagus,” ujarnya, Rabu (14/11).

Menurutnya, penerbitan kartu nikah ini karena sekarang sudah banyak Bank Syariah, Hotel Syariah, atau tempat-tempat lainnya yang meminta menunjukkan buku nikah sebagai syarat dalam mengurus administrasi. Tentunya akan merepotkan apabila harus selalu membawa buku nikah kemana-mana.

Terpisah, Walikota Bandarlampung Herman HN menilai bagus rencana penerbitan kartu nikah ini, meski dirinya tak bisa berkomentar banyak karena ini merupakan program pemerintah pusat.

“Bagus lah, artinya program-program pemerintah ini harus dilihat dulu apa-apa manfaatnya. Saya tidak bisa banyak berkomentar karena itu program pusat,” kata Herman HN.

Sebelumnya, dikutip dari laman resmi Kementrian Agama RI kemenag.go.id, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menegaskan bahwa kartu nikah bukanlah pengganti buku nikah.

“Keberadaan kartu nikah itu implikasi logis dari pengembangan sistem aplikasi manajemen pernikahan atau yang disebut SIMKAH. Kartu nikah bukan sebagai penganti buku nikah. Buku nikah tetap terjaga dan tetap ada. Karena itu adalah dokumen resmi. Ini adalah tambahan informasi dalam rangka agar lebih memudahkan setiap warga  masyarakat untuk bila suatu saat diperlukan data-data kependudukan dan status perkawinannya,” kata Menag. (jef/hkw)