Bachtiar: Perintah untuk Muswilub Ada pada Saya

0
339
views
Bachtiar Basri (ist)

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kursi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung yang diduduki Bachtiar Basri, diambil alih Zainudin Hasan dalam Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub), Minggu (17/9/2017).

Diketahui, di luar partai, Bachtiar Basri kini menjabat wakil gubernur Lampung. Sedangkan Zainudin Hasan adalah bupati Lampung Selatan, sekaligus adik kandung Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan, ketua MPR RI saat ini.

Terkait pengambil alihan posisi ketua PAN Lampung, yang menetapkan Zainudin Hasan menggantikan dirinya melalui Muswilub, Bachtiar enggan berkomentar banyak.

“Saya tidak mengatakan Muswilub itu legal atau ilegal, tergantung darimana sudut pandang kita. Yang jelas surat perintah untuk Muswilub itu ada pada saya. Tidak ada yang salah, yang salah adalah diri kita sendiri,” ujarnya bijak, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/9/2017).

Bachtriar mem-flashback ketika dirinya diminta untuk memimpin PAN Lampung, yang saat itu diemban Saad Sobari.

Ketika resmi dilantik jadi ketua PAN Lampung, Bachtiar tidak langsung merombak struktur organisasi.

Demikian juga saat dirinya meminta kebijakan untuk tidak turun langsung berkampanye di Pilkada Tulangbawang 2016 lalu, kala PAN mengusung Winarti – Hendriwansyah (Win-Hen).

“Ketika saya diminta untuk menjadi ketua DPW PAN Lampung oleh ketum, saya (shalat) istigharah terlebih dahulu. Setelah itu saya siap, dengan satu catatan tidak mengeluarkan pengurus hasil Muswil tahun lalu. Oleh karena itu, khusus untuk Lampung, ketum mengeluarkan kebijakan adanya ketua harian, itu artinya apa. Saya acungkan dua jempol buat ketum,” ujar Bachtiar.

“Saat itu saya akan tegak lurus kepada keputusan dan Bachtiar Basri sampai hari ini tetap setia kepada PAN, siapapun nanti yang akan terpilih dalam Muswilub. Begitu juga pada waktu Pilkada di Tuba kemarin. Saya katakan kepada ketum pak Hanan itu adalah kawan saya, karena waktu itu PAN bukan sama Hanan. (Tapi) saya meminta untuk tidak turun langsung. Saya hanya menghantarkan saja pak ketum, dan beliau membolehkan itu,” tambahnya .

Terkait persiapan Muswilub, Bachtiar mengaku saat ini sedang mengirim surat ke DPP, sesuai permintaan DPP, yang rencananya akan digelar pada 27 Septermber di SwissBell Hotel, Bandar Lampung.

“Surat hari ini berangkat ke DPP untuk Muswilub PAN, kita rencanakan itu kalau tidak salah tanggal 27 September,” terangnya.

Bachtiar juga memastikan bahwa dia akan konsisten terhadap keputusannya, termasuk soal maju Pilgub Lampung 2018 mendatang.

“Saya akan konsisten bersama Ridho, meskipun nanti tidak akan berpasangan dengan Ridho. Kalau nantinya betul rekom dan SK PAN ke Arinal ,saya minta diskresi kepada ketum untuk bersama Ridho, kalaupun Ridho masih membutuhkan saya. Saya ini ‘payah’ kalau sudah berjanji, saya akan konsisten, dan saya akan tetap bersama PAN,” pungkasnya . (r2/fik).