Awas, Ada Makanan Berzat Pewarna Pakaian di Talangpadang!

0
622
views

TRANSLAMPUNG.COM, TALANGPADANG – Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Talangpadang, Tim Monitoring Pasar Pemkab Tanggamus menemukan makanan takjil dan kerupuk mengandung bahan pewarna berbahaya. Beruntung makanan tersebut belum sempat dibeli konsumen dan pedagang segera ditegur agar tidak menjualnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Tanggamus Zulfadli mengatakan, dari hasil penelusuran tim, para pedagang takjil sarat zat pewarna pakaian yang bahaya jika dikonsumsi itu mengakui mendapatkan takjil dari produksi rumahan di wilayah Gisting.‎ Sementara untuk kerupuk yang juga mengandung zat pewarna pakaian, belum diketahui pasti dari mana asalnya.

Untuk daging dan ikan, Zulfadli menyebutkan, dari uji cepat dilokasi tidak ditemukan adanya zat pengawet berbahaya. Namun khusus untuk ikan, fisik sudah tidak segar lagi. Hal itu dikarenakan ikan berasal dari Jakarta yang dibekukan dalam es. Sehingga kesegarannya sudah tidak lagi bisa dirasa saat diterima konsumen. Dan untuk takjil, ada beberpa yang diindikasikan memakai pewarna berbahaya, dan itu juga ditemukan pada kerupuk.

“Sepintas kami melihat warna terlalu mencolok, langsung kami amati dan tegur pedagangnya agar tidak dijual. Kami bersyukur, pedagang merespon baik imbauan kami. Bahkan mereka tak segan-segan memberitahu dari mana asal barang dagangannya. Kalau untuk takjil banyak didapat dari produksi rumahan di Kecamatan Gisting,” jelas mantan Kabag Keagamaan Setda Tanggamus itu.

Tak hanya Pasar Tradisional Talangpadang, tim pun juga menyambangi toko modern. Di tempat tersebut, masih ditemui produk makanan kemasan yang kemasannya sudah penyok atau rusak namun masing dipajang di etalase. Hal itu dapat membahayakan konsumen, apalagi yang kemasannya dari kaleng.

“Kami sudah arahkan kepada penanggungjawab pasar modern itu untuk me-return barang yang kemasan rusak atau bahkan kedaluwarsa namun masih ada di etalase. Kami juga meminta pihak toko untuk merapikan gudang. Dan alhamdulillah mereka menyanggupinya walau dengan alasan kekurangan tenaga karyawan,” ungkap Kabag Ekobang Setda Tanggamus Suyanto.‎