Diduga Lantaran Anti Nyamuk Bakar, Kios Jukrial Ludes Terbakar

TAK TERSELAMATKAN: Kios milik Jukrial di bilangan Jl. Ir. Hi. Juanda Jalinbar Kotaagung tak bisa terselamatkan setelah dilahap si jago merah, Jumat (20/9) dini hari.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Jukrial (39) harus merelakan kiosnya yang berada di Jalan Lintas Barat ruas Ir. Hi. Juanda Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, ludes dilahap si jago merah.

Beruntung Jukrial yang tidur di samping kios yang terbakar tersebut tak terluka. Pun demikian, kerugian material yang ia alami cukup besar. Jumat (20/9) dini hari, Jukrial terbangun dari lelap tidurnya lantaran merasa sangat gerah. Rupanya suhu panas itu berasal dari kobaran api di kiosnya yang dalam sekejap melahap tempatnya mencari nafkah.

Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono, S.E. mengatakan, belum diketahui pasti penyebab kebakaran kios yang berisi bahan bakar minyak itu. Namun diduga, api berasal dari anti nyamuk bakar yang digunakan korban ketika tidur di samping kios tersebut.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang sedang tidur, terbangun karena merasa suhu yang tiba-tiba panas. Ternyata suhu panas itu berasal dari kobaran api yang sedang membakar kiosnya,” ujar kapolsek, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Jumat siang.

Kobaran api semakin cepat membesar, lantaran material kios yang terbuat dari papan. Kemudian diperparah dengan adanya stok BBM di dalamnya. Warga di sekitar lokasi kejadian sudah berupaya bahu-membahu memadamkam api dengan alat seadanya.

“Dua unit pemadam kebakaran yang tiba kemudian pun, tetap tak bisa cepat memadamkan api. Sehingga kios korban tak bisa diselamatkan. Namun beruntung, jiwa korban selamat dari kebakaran ini,” tandas Muji Harjono. (ayp)




Polsek Pulaupanggung Bekuk 2 “Preman Kandang” Spesialis Peras Material Bangunan

BEKUK DUA PREMAN: Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora bersama dua preman meresahkan yang berhasil dibekuk Selasa (18/9) malam. (Foto-foto: DOK POLSEK PULAUPANGGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Bak kerupuk melempem, dua “preman kandang” yang biasa beraksi di jalan raya “Letter S” Pekon Talangjawa, Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus, “menciut” saat dibekuk petugas dari Polsek Pulaupanggung, Selasa (18/9) pukul 23.30 WIB.

Aksi premanisme berupa pemalakan atau pemerasan material bangunan, bahkan berkali-kali mencuri yang diduga dilakukan Aprilidun (35) warga Pekon Gunungmegang dan Suganda (34) warga Pekon Talangjawa, sudah sangat meresahkan. Terutama para sopir mobil yang membawa muatan material bangunan.

Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H. menjelaskan, dari penangkapan kedua preman itu, akhirnya terungkap bahwa mereka tidak hanya berdua. Melainkan masih ada tiga tersangka lagi yang sudah diketahui identitasnya dan kini masih dikejar. Penangkapan terhadap dua preman itu, menurut kapolsek, berdasarkan laporan seorang korban berinisial SW, tanggal 18 September 2019.

“Atas laporan tersebut, kedua pelaku berhasil ditangkap di Jalan Raya ‘Letter S’ Pekon Talangjawa, Selasa malam. Dari penangkapan ini, kami juga mengamankan barang bukti berupa 3 unit mobil pick up L-300 dan sampel batu split yang dicuri para pelaku,” beber Ramon Zamora, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Kamis (19/9) siang.

Meminta Paksa Batu Split, mulai dari Bawa Pick Up, Dumptruck, bahkan Cegat Tronton

Kapolsek Pulaupanggung menguraikan, modus operandi para preman dalam melakukan kejahatannya. Tersangka Aprilidun bersama empat rekannya datang ke lokasi penumpukan batu split menggunakan satu unit mobil pick up L-300.

Setibanya di lokasi, para preman itu sambil mengancam memaksa meminta batu split kepada koordinator lapangan. Karena merasa takut sehingga dengan terpaksa, anak buah korban memberikan batu split yang diminta para tersangka.

“Sekali dikasih hati, malah meminta jantung”. Karena sudah satu kali dituruti, komplotan preman itu justru makin ugal-ugalan meminta batu split menggunakan pick up L-300. Sampai berulang kali, selama kurun 2 sampai 6 September lalu, totalnya sekitar 26 kubik batu split yang dirampas para tersangka.

Selang dari pengambilan menggunakan mobil L-300 tersebut, kata Ramon Zamora, tepatnya pada Kamis (5/9) tersangka datang untuk meminta paksa batu split. Namun hari itu bukan menggunakan mobil pick up L-300. Melainkan menggunakan mobil dumptruck. Pada hari itu saja, total ada 6 kubik batu split yang diangkut para tersangka.

Sempat Cegat Tronton dan Merampas Muatan 24 Kubik Batu Split

Menurut Ramon Zamora, aksi para “preman kandang” tersebut tak hanya sampai di situ. Ada aksi mereka yang lebih parah. Yaitu pada Senin (9/9) para preman dengan sengaja memberhentikan paksa mobil tronton yang mengangkut 24 kubik batu split, di jalan raya Pekon Talangjawa. Selanjutnya oleh para tersangka, muatannya diturunkan di Pasar Pagi Pekon Talangjawa.

 PROSES PENANGKAPAN: Beginilah suasana proses penangkapan dua “preman kandang” di jalan raya “Letter S” Pekon Talangjawa, Selasa malam.

“Atas kejahatan para preman itu, korban SW yang beralamatkan di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Lampung Selatan mengalami kerugian 56 kubik batu split atau setara dengan Rp30 juta,” jelas kapolsek.

Saat ini dua tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Pulaupanggung guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas tindak pidana pemerasan yang berulang atau pencurian yang berulang, para pelaku dipersangkakan Pasal 368 KUHPidana jo Pasal 64 KUHPidana atau Pasal 363 KUHPidana jo Pasal 64 KUHPidana, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” tegas Ramon Zamora.

Pada kesempatan itu, kapolsek juga mengimbau kepada ketiga pelaku lain yang belum tertangkap, agar segera menyerahkan diri ke Polsek Pulaupanggung. Sebab ke mana pun berlari, akan terus dikejar. (ayp)




Tinjau Kondisi Lastagung, Kalapas Sohibur Tekankan Anti Pungli Penempatan Kamar

TINJAU KONDISI BLOK: Kepala Lastagung Sohibur Rachman meninjau kondisi terkini blok serta kamar hunian warga binaan serta menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan kepada jajarannya, Rabu (18/9). (Foto-foto: DOK LASTAGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kotaagung, Hi. Sohibur Rachman, A.Md.IP., S.Sos., M.H. keliling memantau kondisi blok dan kamar hunian warga binaan, Rabu (18/9).

Tinjauan menyeluruh itu dilaksanakan, sebab Sohibur Rachman beserta jajarannya, sangat concern terhadap aspek kebersihan kamar hunian, kesehatan, bahkan hingga kebersihan dan kelayakan dapur serta makanan bagi warga binaan Lapas Kotaagung (Lastagung).

Sembari berkeliling meninjau blok atau kamar hunian, Kalapas Sohibur menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan kepada staf-stafnya. Beberapa poin di antaranya adalah sesegera mungkin realisasi penggunaan sidik jari absensi (finger print) untuk sistem penilaian pembinaan dan self service bagi warga binaan.

“Poin penting berikutnya adalah perhatian penuh pada masa pengenalan lingkungan (mapenaling) dan orientasi, sebab pada masa itu rawan terjadi pungutan liar (pungli) ketika penempatan kamar hunian. Jangan sampai itu terjadi di Lastagung,” tegas Sohibur Rachman.

 PERIKSA KEBERSIHAN DAPUR DAN MAKANAN: Kebersihan dapur dan makanan para warga binaan juga tak luput dari pantauan Kepala Lastagung Sohibur Rachman.

Aspek selanjutnya yang tak luput dari atensi kalapas, yaitu penggalakkan kebersihan lingkungan Lastagung. Kebersihan yang dimaksud, meliputi kebersihan lingkungan, kebersihan dapur, serta kesehatan dan kebersihan penerimaan dan distribusi bahan makanan sampai makanan siap dimakan oleh warga binaan.

“Itu semua harus terus ditingkatkan, digalakkan, tanpa harus menunggu perintah (saya),” ujar Sohibur Rachman yang mengakhiri tinjauannya dengan melihat lingkungan pertanian area barat hasil kerja warga binaan berupa kebun terong dan pembibitan seledri. (ayp)




Truk “Seruduk” Dua Rumah di Kotaagung Timur, Bayi 8 Bulan Terluka

CEK TKP: Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta saat mengecek TKP laka tunggal di Pekon Kagungan, Rabu (18/9) pagi. (Foto-foto: RIO/RNN)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dua rumah warga di tepi Jalan Lintas Barat Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi korban kecelakaan tunggal truk bermuatan panel beton. Tak hanya sopir truk, kernet, dan pemilik rumah, bayi berusia delapan bulan pun turut terluka akibat peristiwa yang terjadi Rabu (18/9) sekitar pukul 09.30 WIB itu.

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta membenarkan, truk Fuso beromor polisi BE 8411 CS bermuatan panel beton melaju dari arah Pringsewu menuju Kotaagung. Lantaran beban muatan yang berat, ditambah kondisi Jalinbar yang menurun panjang lalu menikung cukup tajam, diduga membuat rem truk yang dikemudikan Winarto (45) tidak berfungsi (blong).

Akhirnya truk hilang kendali lalu menghantam bagian depan dua rumah warga yang letaknya tepat di sisi tikungan, kemudian terguling. Sebelumnya truk juga sempat menabrak satu tiang saluran telepon.

“Jadi memang laka tunggal, bukan laka yang melibatkan dua kendaraan. Korbannya memang ada beberapa orang, mulai dari sopir dan kernet truk, pemilik rumah, termasuk bayi. Mereka mengalami luka-luka, tetapi tidak ada yang sampai meninggal dunia,” ujar Yuniarta saat dihubungi translampung.com, Rabu sore via telepon seluler.

Kendati laka tunggal terjadi di jalur protokol, namun kasat lantas menegaskan peristiwa itu tidak sampai membuat arus lalu lintas tersendat. Setelah menerima laporan adanya laka tunggal, personel Satlantas Polres Tanggamus segera melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian dibantu personel Babinsa Koramil 424-03/Kotaagung dan warga sekitar lokasi, para korban segera dilarikan ke rumah sakit.

Yuniarta mengimbau kepada para pengendara yang melintas di Jalinbar mulai dari Pekon Kampungbaru (gerbang masuk kantor Pemkab Tanggamus) sampai Pekon Kagungan, agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Sebab pada ruas tersebut, kondisi Jalinbar menurun panjang lalu menikung ke kanan. Terlebih bagi para pengemudi truk-truk besar yang mengangkut muatan berat. Sebab pada lokasi laka tunggal itu, kerap kali terjadi truk terguling bahkan sampai menabrak rumah warga.

“Kami imbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas Jalinbar yang menurun itu, agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa,” kata kasat lantas, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para korban laka tunggal truk tersebut antara lain sopir truk Winarto, warga Lampung Selatan, mengalami luka di kepala. Kemudian tiga kernet truk yang semuanya beralamat di Lampung Selatan, yaitu Hutmasofa (37) mengalami luka di kepala, Irfan (36) mengalami luka di punggung dan tangan, serta Suhada (40) luka cukup berat di kepala sempat tidak sadarkan diri.

Kemudian warga Pekon Kagungan sekaligus pemilik rumah yang turut menjadi korban, antara lain Sumiati (25) mengalami luka lecet di kaki kanan, Sutini (27) mengalami terkilir pada kaki kanan, dan seorang bayi berusia delapan bulan, Ahmad Haidar mengalami luka ringan di bagian kepala. Selain melukai kru truk dan merusakkan bagian depan rumah serta melukai pemilik rumah, kerugian material akibat laka tunggal truk diperkirakan mencapai puluhan juta Rupiah. (ayp)




Polda Lampung akan Bangun Mako Polair di Kotaagung

HARAPKAN DUKUNGAN PEMKAB TANGGAMUS: Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sudarsono berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus mendukung penuh rencana pembangunan Mako Polair di atas lahan hibah Pemprov Lampung 5.000 meter persegi di sekitar Dermaga Kotaagung. (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pembangunan Markas Komando Polisi Air Kepolisian Daerah Polda Lampung di wilayah Kabupaten Tanggamus, segera terealisasi. Wacana itu ditandai dengan kunjungan kerja Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sudarsono, S.H., M.Hum. ke kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama, Rabu (11/9).

Pada kunker serta koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, mantan Karodalpers SSDM Mabes Polri itu, didampingi Direktur Polair Kombespol Usman HP dan Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M. serta perwira utama polres setempat. Kedatangan orang nomor dua Korps Bhayangkara Lampung yang menggunakan helikopter itu, disambut Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. didampingi pejabat setempat serta Kasdim 0424/Tanggamus Mayor (Inf) Suhada Erwin.

Setelah landing di Lapangan Pemkab Tanggamus, wakapolda dan rombongan segera menuju kantor bupati untuk melakukan audiensi yang berlangsung sekitar 60 menit.

Usai audensi, Wakapolda Brigjen Pol Sudarsono mengatakan, tujuan kunkernya ke Tanggamus adalah dalam rangka kesiapan Polda Lampung dengan Bupati Tanggamus, terkait dengan rencana pembangunan Mako dan Dermaga Polair. Pembangunan itu nantinya difokuskan di Dermaga Kotaagung.

 CEK CALON LOKASI: Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto dan para perwira polres setempat mendampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sudarsono saat cek calon lokasi Mako Polair di kawasan Dermaga Kotaagung.

“Kami sudah survei lokasinya, luasnya sekitar 5.000 meter persegi. Kemudian kami akan berkoordinasi dengan Ibu Bupati untuk bersama-sama mendukung pembangunan Mako Polair di Tanggamus ini,” ungkap jenderal yang sudah lima tahun bertugas di Mabes Polri itu kepada awak media.

Lahan seluas 5.000 meter persegi itu, menurut Wakapolda Brigjen Pol Sudarsono, berstatus hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung. Sedangkan yang mendasari pembangunan Mako Polair di Tanggamus, adalah untuk mengantisipasi masalah dari luar serta mencegah adanya kasus illegal logging dan bahaya ancaman dari luar seperti kasus penyalahgunaan narkoba atau sebagainya.

“Pembangunan Mako Polair sebagai langkah Polda Lampung yang harus proaktif dan waspada dalam mengantisipasi illegal logging dan bahaya ancaman dari luar seperti kasus penyalahgunaan narkoba atau sebagainya,” tegasnya.

Setelah audiensi dengan Bupati Tanggamus, Wakapolda Lampung dan rombongan menyempatkan diri untuk sejenak singgah ke Mapolres Tanggamus. Selanjutnya bergerak menuju calon lokasi Mako Polair yang berada di Lingkungan Pantai Laut, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung Pusat.

Mengakhiri survei di calon lokasi Mako Polair, Brigjen Pol Sudarsono sempat berinteraksi dan berdialog dengan beberapa nelayan yang berada di pelelangan ikan. Dari raut wajahnya Wakapolda Lampung tampak senang bahkan dia berkeliling di lapak-lapak para pedagang ikan tanpa rasa canggung.

Bupati Tanggamus: Kami Siap dan Mendukung Pembangunan Mako Polair

Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengatakan, dalam hal ini Pemkab Tanggamus menyambut baik dan siap mendukung pembangunan Mako Polair di wilayah Dermaga Kotaagung.

“Kami berterima kasih dengan adanya program ini, karena sinergi untuk kemajuan Kabupaten Tanggamus,” ujar Dewi Handajani.

Ia juga berharap ke depannya masyarakat dapat mendukung apa yang dilaksanakan.

“Kembali lagi kami juga butuh dukungan dari seluruh warga Tanggamus. Pemkab Tanggamus sangat mendukung, sebab muaranya nanti juga untuk keamanan kabupaten ini,” tandas Bunda Dewi. (ayp)




Diduga Gelapkan Puluhan Kendaraan, Brigadir WD Dicari Sesama Polisi

Brigadir WD

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Lagi-lagi di Tanggamus, beredar broadcast (pesan siaran) yang mengabarkan adanya oknum anggota Polsek Limau, Polres Tanggamus, yang kini menjadi buronan.

Tak tanggung-tanggung, konten dalam pesan siaran yang beredar di berbagai grup aplikasi perpesanan dalam jaringan, menyebutkan oknum polisi Brigadir WD diduga melakukan penggelapan puluhan kendaraan rental. Bahkan jumlahnya sampai 30 unit kendaraan roda empat.

Masih dalam pesan siaran yang sama, oknum yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Pekon Unggak dan Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan itu, dikabarkan juga menyalahgunakan senjata api hingga terpapar radikalisme. Di dalam pesan siaran, juga tersebar foto wajah Brigadir WD serta nomor telepon seluler 082182822888 yang kini tidak aktif.

Pesan siaran yang beredar “liar” itu, tentu membuat Kepolisian Resor Tanggamus angkat bicara. Adalah Wakapolres Tanggamus, Kompol MN. Yuliansyah, S.H., M.H. yang langsung memberikan keterangan menyikapi pesan siaran yang berisi tentang oknum anggotanya. Wakapolres Tanggamus memang membenarkan pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap Brigadir WD.

“Sebab yang bersangkutan diduga terlibat dalam perkara tindak pidana penggelapan sejumlah kendaraan. Namun jumlahnya tidak sampai 30 unit kendaraan,” tegas Yuliansyah, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Kemudian, terhadap rumor Brigadir WD menyalahgunakan senpi bahkan terpapar radikalisme, wakapolres menegaskan, terhadap senjata api dinas yang dipegangnya telah ditarik Propam Polres Tanggamus dan digudangkan Sarpras. Penarikan senpi dinas Brigadir WD dilakukan jauh sebelum adanya laporan penggelapan kendaraan.

Dasar penarikan senpi dinas, Yuliansyah menerangkan, lantaran Brigadir WD tidak memperpanjang izin penggunaan senjata api ke Polres Tanggamus. Selanjutnya, terhadap soal terpapar radikalisme, Wakapolres Tanggamus belum banyak berkomentar. Sebab selama ini, Brigadir WD termasuk dalam anggota Polri kategori kondite baik.

“Sekali lagi, terkait dugaan penggelapan kendaraan, memang betul. Sedang kami proses. Namun soal senpi dinas yang dia pegang, sudah jauh lebih dulu kami tarik. Kalau soal terpapar radikalisme, harus dibuktikan dulu kebenarannya,” ungkap Yuliansyah.

Untuk itu, wakapolres mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Brigadir WD itu, agar dapat memberikan informasi melalui melalui nomor handphone Kasi Propam Polres Tanggamus di 081369936363. (ayp)




Lagi, Heri Agus Setiawan “Nahkodai” DPRD Tanggamus

Ketua DPRD Tanggamus Definitif 2019-2024, Heri Agus Setiawan, S.Sos.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Heri Agus Setiawan, S.Sos., kembali menjabat Ketua Definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tanggamus periode 2019-2024. Itu menyusul fit and proper test yang telah dilakoni Heri di markas Dewan Pimpinan Pusat PDIP Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat dimintai tanggapan oleh translampung.com terkait penunjukkan dirinya sebagai Ketua DPRD Tanggamus periode 2019-2024, Heri Agus Setiawan mengatakan, hal itu merupakan tugas dan amanat dari partai yang harus ia laksanakan dengan baik.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh simpatisan, anggota dan jajaran pengurus PDIP, mulai dari tingkatan anak ranting, ranting, PAC, DPC, DPD, DPP, juga badan dan sayap partai yang telah berjuang bagi kemenangan partai dan telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengemban tugas sebagai Ketua DPRD Tanggamus.

“Saya juga mohon doa restu serta dukungan dari seluruh komponen dan masyarakat Kabupaten Tanggamus, semoga saya dapat mengemban amanah ini dengan baik dan dapat membawa manfaat bagi kemajuan Kabupaten Tanggamus yang kita cintai ini,” ketik Heri Agus Setiawan melalui WhatsApp, Rabu (11/9) siang.

Ditanya soal agenda kerja dalam waktu terdekat yang akan dilaksanakan, Heri menyebutkan, agenda pertama setelah pelantikan Pimpinan Definitif adalah pembentukan Alat Kelengkapan DPRD (AKD). Yaitu Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi (Banleg), Badan Kehormatan (BK), dan Komisi-Komisi.

“Setelah terbentuk AKD, maka DPRD akan menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan agenda kerja yang diputuskan oleh Badan Musyawarah,” kata Heri.

Bersaing dengan Buyung Zainuddin dan Amrusi Sanusi, DPP PDIP Pilih Heri dengan Terbitkan Surat No: 445/IN/DPP/IX/2019

Pada bagian lain, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Tanggamus, Burhanuddin Noer menjelaskan, penetepan Heri Agus Setiawan sebagai Ketua DPRD Tanggamus berdasarkan Surat DPP PDIP Nomor: 445/IN/DPP/IX/2019, tentang Pengesahan dan Penetapan Calon Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus tertanggal 4 September. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

“Suratnya turun dua hari yang lalu serentak se-Provinsi Lampung,” kata Burhanudin.

Sebelumnya, kata dia, DPC PDIP Tanggamus sempat mengajukan tiga nama calon kepada DPP PDIP. Yaitu Heri Agus Setiawan, Buyung Zainuddin, dan Amrusi Sanusi. Dari tiga nama yang diajukan itu, hanya satu orang, yaitu Heri Agus Setiawan, yang dipanggil DPP PDIP ke Jakarta untuk mengikuti fit and proper test.

“Selang beberapa hari, DPP (PDIP) sudah mengumumkan hasil, yang mana langsung diberikan kepada Heri,” kata Burhanuddin.

Seluruh kader PDIP di Kabupaten Tanggamus, menurut dia, mendukung penuh penunjukkan Heri Agus Setiawan sebagai Ketua DPRD untuk kali keduanya. Ia berharap, Heri dapat menjalankan tugas dengan baik.

”Heri sebagai wakil partai di DPRD, maka harapannya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Saya sudah berpesan kepada Heri agar tidak salah langkah dengan melakukan hal-hal yang tidak sesuai peraturan dan menimbulkan friksi. Saya percaya serta yakin, Heri mampu (melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga nama baik PDIP). Sebab dia sudah membuktikannya dengan lima tahun menjabat sebagai Ketua DPRD dan kali ini ia ditunjuk lagi,” tandas Burhanuddin Noer. (ayp)




Miris, Remaja Limabelas Tahun Jadi Sniper Komplotan Begal Bersenapan Angin di Tanggamus

TUNJUKKAN BB: Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H., M.H. menunjukkan senapan angin gejlug yang digunakan komplotan begal beraksi di Pekon Gunungsari, Ulubelu. (Foto-foto: DOK POLSEK PULAUPANGGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kendati berjenis senapan angin, namun jika berada di tangan orang yang salah, tetap berbahaya karena disalahgunakan. Seperti aksi yang dilancarkan tiga sekawan komplotan begal asal Pekon Tampangtua, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Bermodalkan sepucuk senapan angin jenis gejlug modern, ketiga tersangka berusaha melancarkan pencurian dengan kekerasan terhadap seorang pengendara di Pekon Gunungsari, Kecamatan Ulubelu.

Ironisnya, satu tersangka berinisial SR, masih berusia limabelas tahun. Sementara dua tersangka lainnya sudah dewasa, yaitu MR (28) dan UJ (22) alias YD. Meskipun SR masih sangat belia untuk melakukan aksi kejahatan, namun dia justru menjadi “ujung tombak” komplotan begal ini saat beraksi. Pasalnya SR bertugas layaknya sniper, untuk melumpuhkan korban dari jarak jauh menggunakan senapan angin gejlug.

Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H., M.H. membenarkan, bahwa komplotan begal ini mempersenjatai diri dengan senapan angin jenis gejlug. Bahkan pengendara yang menjadi korban, Amsan (42), sudah sempat ditembak oleh SR. Bidikan SR mengenai bagian punggung pria asal Dusun Sinarsari, Pekon Gunungsari Kecamatan Ulubelu itu. Pun demikian, korban tetap bertahan sampai menemukan pemukiman warga untuk meminta bantuan.

“Beruntung setelah terkena tembakan dari senapan angin, korban tidak langsung terjatuh. Dia justru tancap gas sampai tiba di perkampungan warga. Sehingga korban segera dilarikan ke rumah sakit di Pringsewu. Aksi curas dengan modus menembak dari jarak jauh ini, terjadi Sabtu (7/9) sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Minggu (8/9) sore.

Berbekal laporan masyarakat, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Kali pertama, petugas berhasil membekuk MR, Minggu dini hari. Tersangka saat itu sedang bersembunyi di area kebun warga sekitar tempat kejadian perkara. Selanjutnya, kembali dilakukan penyisiran bersama warga. Alhasil, dua tersangka lainnya, UJ dan SR juga berhasil diamankan di Dusun Pematang Bagelung, Pekon Sirnagalih, Kecamatan Ulubelu.

“Dengan dibantu warga, ketiga tersangka berhasil ditangkap Minggu (8/9) di dua lokasi yang tidak berjauhan. Tersangka MR (ditangkap) pukul 03.00 WIB. Lalu tersangka UJ dan SR (ditangkap) pukul 07.00 WIB,” kata Ramon Zamora.

SR Berperan sebagai Sniper

Di hadapan penyidik, ketiga tersangka begal itu memiliki peran masing-masing. Iptu. Ramon Zamora menjelaskan, tersangka MR dan UJ alias YD, berperan mengambil sepeda motor korban, jika korban berhasil dijatuhkan oleh SR. Sementara tersangka SR bertugas menembak calon mangsanya yang melintas di tempat yang telah mereka tandai.

“Kesepakatan para tersangka, tersangka SR yang masih berusia limabelas tahun, bertugas menembak korban. Apabila korban dapat terjatuh, maka MR dan UJ yang akan mengambil sepeda motor korban,” tegas kapolsek.

Beruntung Amsan yang sudah terkena lontaran proyektil dari laras gejlug milik SR, tak langsung roboh. Sehingga ia dapat minta bantuan warga dan polisi pun bisa membekuk ketiga tersangka.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti berupa sepucuk senapan angin gejlug serta pakaian tersangka, diamankan di Mapolsek Pulaupanggung guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dapat dijerat Pasal 365 KUHPidana, ancaman maksimal sembilan tahun penjara. Namun khusus untuk tersangka SR yang masih kategori di bawah umur, penyidikan mengacu kepada UU Pidana Anak,” tegas Ramon Zamora.

Kaposek Pulaupanggung: Begini Kronologisnya

Iptu. Ramon Zamora menjelaskan kronologis kejadian berdasarkan keterangan korban serta keterangan para tersangka. Awalnya korban mengendarai sepeda motor dari arah Lampung Barat, hendak pulang menuju rumahnya di Dusun Sinarsari, Pekon Gunungsari, Ulubelu. Sekitar pukul 18.00 WIB, korban tiba di jalan Lubukbandung, Pekon Gunungsari.

Di situlah, korban melihat tiga laki-laki sedang berdiri membelakangi jalan di tepi jalan. Ketika korban melewati mereka sejauh lebih kurang 10 meter, salah satu dari mereka langsung menembak korban dengan senapan angin dari arah belakang. Karena merasa terkena tembakan, korban langsung tancap gas untuk sesegera mungkin sampai di pemukiman warga.

 ANGKAT PROYEKTIL: Amsan (42) yang nyaris jadi korban begal SR Cs, harus dioperasi karena sudah sempat ditembak oleh SR dan mengenai punggung kanannya.

“Meski terluka di bagian punggung kanannya, korban berhasil tiba di rumah. Namun peluru masih bersarang di punggung korban. Sehingga korban harus dilarikan ke rumah sakit,” ungkap mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Tanggamus itu.

Tersangka Mengaku Membegal karena Lelah Berjalan Kaki dari Pematangsawa Menuju Lampung Utara

Masih menurut para tersangka kepada penyidik, niat mereka melakukan curas baru muncul setelah ketiganya tiba di Pasar Tempel Pekon Penantian, Kecamatan Ulubelu. Para tersangka sedang dalam perjalanan dari wilayah Kecamatan Pematangsawa menuju Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Alih-alih menggunakan kendaraan karena tujuan mereka sangat jauh, ketiga tersangka justru hanya berjalan kaki seraya estafet menumpang jika ada mobil yang melintas. Sebelum tiba di Pasar Tempel Pekon Penantian, ketiga tersangka sempat menumpang mobil truk dari wilayah Kecamatan Sumberejo sampai ke wilayah Kecamatan Pulaupanggung.

Dari situ, mereka kembali menumpang pada mobil pick up hingga tiba di Pekon Penantian. Setelah turun sambil beristrahat di warung kopi pasar tempel setempat, di sanalah mereka merencanakan pembegalan di lokasi yang sudah mereka tentukan. Dari warung kopi di Pasar Tempel Pekon Penantian, mereka lantas berjalan kaki menuju lokasi pembegalan, yaitu di Pekon Gunungsari.

“Kami sebenarnya berencana menuju Bukitkemuning, Lampung Utara. Namun karena kami merasa letih berjalan kaki, sehingga kami berusaha mendapatkan kendaraan. Lalu kami sepakat dan mencoba membegal korban, dengan cara menembak pakai senapan angin yang kami bawa,” ujar MR dan UJ lirih sambil tertunduk. (ayp)




Lima Eselon II Tanggamus Bergeser, Plt. Sekretaris DPRD Belum Diketahui

LANTIK LIMA ESELON II: Bupati Tanggamus Dewi Handajani melantik dan mengambil sumpah lima ASN JPTP Eselon II, Jumat (6/9).

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. menerbitkan keputusan bernomor: 821.2/854/37/2019. Kemudian berdasarkan Surat Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor: B-2902/KASN/8/2019 tanggal 30 Agustus 2019, untuk merombak posisi lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setara Eselon II pada lingkup pemkab setempat. Posisi tersebut meliputi Asisten Bidang Administrasi, Staf Ahli, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Sekretaris DPRD, dan Kepala Dinas Sosial.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap para pejabat yang mengalami rolling, dipimpin Bupati Tanggamus Dewi Handajani, berlangsung di ruang rapat utama, Jumat (6/9). Bupati menegaskan, pergeseran “gerbong” JPTP itu sesuai dengan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor: 821.2/854/37/2019, tentang Pemberhentian, Pemindahan, dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Tanggamus.

“Lalu Surat Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor: B-2902/KASN/8/2019 tanggal 30 Agustus 2019, perihal Rekomendasi Pelantikan PPT Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus,” jelas bupati.

Adapun pejabat yang posisinya bergeser, yakni Firman Ranie dari Asisten Bidang Administrasi, kini menempati jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Jabatan yang ditinggalkan Firman tersebut, kini ditempati oleh Jonsen Vanisa. Sebelumnya dia menjabat sebagai Plt. Asisten Bidang Pemerintahan.

Kemudian Faturahman diberikan kepercayaan menjadi Asisten Bidang Pemerintahan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Inspektur Daerah Tanggamus. Meski sudah diberi mandat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan, Faturahman juga masih diberi tugas sebagai Plt. Inspektur Daerah, sampai ditentukan Inspektur definitif.

Kemudian Suratman yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD, kini berpindah sebagai Kasat Pol PP. Dia menggantikan Yumin BA. Sebab Yumin kini bergeser menjadi Analis Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanggamus. Khusus untuk posisi Sekretaris DPRD sepeninggal Suratman, sementara akan dijabat oleh Pelaksana Tugas. Namun belum ditentukan siapa Plt-nya.

Terakhir, posisi Kepala Dinas Sosial Tanggamus kini diisi Zulfadli, yang sebelumnya kepala Diskoperindag. Posisi yang ditinggalkan Zulfadli masih lowong dan akan diisi seorang Pelaksana Tugas.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani dalam arahannya mengatakan, bahwa pergantian pejabat di lingkungan Pemkab Tanggamus adalah suatu hal yang biasa. Sebab tujuannya untuk menyesuaikan keperluan organisasi dan penyegaran.

“Pelantikan adalah suatu hal yang biasa terjadi di instansi pemerintah daerah. Tak lain ini untuk kepentingan organisasi bukan kepentingan pribadi ataupun tertentu. Mari kita sama-sama menyikapi (rolling) ini dengan positif,” ujar Bunda Dewi — sapaan akrabnya.

Bupati menambahkan, apapun jabatannya, merupakan amanah dari Tuhan. Dalam prosesnya, bupati hanyalah sebagai penunjang sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Yang paling penting, jalankan tugas pokok fungsi dengan baik sesuai dengan bidangnya masing-masing. Berikan pelayanan prima dan RATU kepada masyarakat. Pelantikan ini bukan yang terakhir, kami tetap melakukan evaluasi, termasuk juga loyalitas dan integritas,” tandas Dewi Handajani. (ayp)




PW “Mati Suri”, Delapan PD IWO Se-Lampung Sepakat Minta PP IWO RI Terbitkan SK Tim Formatur

BENTUK TIM FORMATUR: Delapan Ketua PD IWO Kabupaten/Kota se-Lampung sepakat membentuk Tim Formatur dan meminta PP IWO RI untuk segera menerbitkan SK Tim Formatur.

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Delapan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung, bereaksi terhadap kondisi Pimpinan Wilayah (PW) IWO provinsi setempat yang sudah lama “mati suri”. Reaksi tersebut dikonkretisasi melalui pertemuan di Bandarlampung Minggu (1/9) siang.

Rapat itu dihadiri Ketua PD IWO Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, Tanggamus, Mesuji, dan Kota Metro. Untuk PD IWO Kabupaten Tulangbawang, kendati tak bisa hadir, tetapi menyatakan siap mengikuti apapun keputusan PD IWO tujuh kabupaten/kota yang berkumpul di Bandarlampung.

Rapat yang melahirkan beberapa keputusan itu, berlandaskan dua regulasi utama. Pertama, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga IWO Pasal 10. Kedua, hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWO Nomor: 06/PANPEL/RAKERNAS/PP-IWO/II/2019, tentang Program Kerja Jangka Menengah.

Setelah membahas kondisi PW IWO Provinsi Lampung yang dinilai vakum, delapan PD IWO se-Lampung itu melahirkan keputusan berupa rekomendasi yang segera dilaporkan ke Pimpinan Pusat (PP) IWO di Jakarta. Secara khusus terkait kepengurusan PW IWO Provinsi Lampung.

Ada dua poin rekomendasi yang dilaporkan ke PP IWO. Pertama, delapan PD IWO Kabupaten/Kota se-Lampung membentuk Tim Formatur yang bertugas mencari dan menyeleksi Calon Ketua IWO Provinsi Lampung, untuk menggantikan Wawan Sumarwan. Keputusan berikutnya, mendesak PP IWO segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tim Formatur yang telah disepakati oleh delapan PD IWO se-Lampung.

Ketua Pelaksana Pembentukan Tim Formatur Zul mengatakan, hasil rapat delapan Ketua PD IWO se-Lampung yang telah ditandatangani oleh delapan PD tersebut akan segera dikoordinasikan dengan PP IWO. Dengan harapan, PP IWO segera menindaklanjutinya dengan segera menerbitkan SK Tim Formatur.

“Dengan dibentuknya Tim Formatur Kepengurusan IWO Provinsi Lampung ini, maka semua hal yang berkaitan dengan administrasi dan lain-lain akan ditangani oleh Tim Formatur. Sekarang kami tinggal menunggu SK (Tim Formatur) dari PP (IWO) terbit. Setelah itu segera diadakan musyawarah wilayah guna mendapatkan Ketua IWO Lampung secara definitif,” tegas Zul yang juga menjabat Ketua IWO Kota Metro itu.

Dia menambahkan, Tim Formatur yang telah disepakati delapan PD IWO se-Lampung itu, terdiri dari Riko Amir yang selama ini menjabat Ketua PD IWO Kabupaten Tulangbawang Barat, Edi Arsadad (Ketua PD IWO Kabupaten Lampung Timur), dan Fito Aliestiady (Ketua PD IWO Kabupaten Way Kanan). (**)