Berdayakan Warga Binaan, Kalapas Kotaagung Belajar Budidaya Udang dan Ikan di SUPM

SERIUS: Kalapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman, Dandim 0424/Tanggamus Letkol (Arh) Anang, dan Kepala BPN/ATR Tanggamus Sudarman serius mendengarkan penjelasan Kapusdik SUPM Kotaagung Khaerudin tentang tata-cara dan pengelolaan budidaya ikan dan udang, Kamis (14/2) pagi.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman, Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo, dan Kepala BPN/ATR Tanggamus Sudarman, berkunjung ke Sekolah Umum Perikanan Menengah Kotaagung, Kamis (14/2). Tak hanya melihat suasana sekolah, Sohibur Rachman sengaja datang untuk belajar dan mengadopsi tata cara membudidayakan ikan dan udang. Kemudian diterapkan di lingkungan lapas.

Kepala Pusat Pendidikan SUPM Kotaagung, Khaerudin, menyambut hangat kedatangan dan niat belajar pimpinan tiga instansi tersebut. SUPM Kotaagung dijadikan rujukan studi mereka, karena sekolah di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan itu bergerak di bidang tersebut.

“Kami bukan sekedar melihat suasana (SUPM). Tapi ada misi lebih penting di balik itu. Kami ingin mengadopsi dan
belajar tata cara membudidayakan ikan dan udang serta pengelolaan yang baik dan benar. SUPM Kotaagung bergerak di bidang ini. Hasil studi ini akan saya terapkan di lapas,” ujar Kalapas Sohibur Rachman.

Dalam kunjungan itu, Sohibur tampak antusias dalam melihat, mengikuti, serta mempelajari program pembudidayaan ikan dan udang di SUPM Kotaagung. Dia mengaku, ilmu yang didapat dari SUPM Kotaagung akan “ditransfer” kepada para warga binaan.

“Ilmu dari SUPM ini akan saya berikan pada warga binaan di Lapas Kotaagung. Selama ini mereka hanya bercocok-tanam. Setelah studi ini, mereka bisa dapat tambahan kegiatan baru. Dan yang pasti kegiatan positif,” kata mantan Kepala Rutan Kota Depok itu.

Sohibur juga menyebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya berkoordinasi dengan SUPM tentang pembudidayaan biota laut. Terutama udang dan ikan. Pun demikian, sebelum kegiatan itu dilaksanakan, Sohibur Rachman akan tetap lebih dulu melihat potensi dan situasi di lapas.

“Saya sangat ingin ada kegiatan semacam ini di lapas. Sehingga para warga binaan dapat memiliki keahlian di bidang pembudidayaan ikan dan udang,” Sohibur berharap.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0424/Tanggamus dan Kepala BPN Tanggamus yang sudah meluangkan waktu untuk bersama sama berkunjung ke SUPM Kotaagung, sepulang dari lari pagi bersama.

“Semoga Lapas Kotaagung dapat melaksanakan program ini dan menjadikan pembinaan di lapas lebih produktif lagi,” tandas Sohibur Rachman. (ayp)




Momen Langka, Kapolres Tanggamus Bergilir Kunjungi Organisasi Jurnalis

SERAHKAN CENDERAMATA: Ketua PD IWO Tanggamus Odo Kuswantoro menyerahkan cenderamata saat Kapolres AKBP Hesmu Baroto berkunjung, Kamis (14/4). (Foto-foto: IWO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tanggamus kedatangan tamu istimewa, yaitu Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Kamis (14/2). Selain ke Kantor IWO, Kapolres Tanggamus juga berkunjung ke organisasi profesi jurnalis lainnya di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama.

AKBP Hesmu Baroto dilantik sebagai Kapolres Tanggamus beberapa waktu lalu. Mantan Kasubditregident Ditlantas Polda Lampung itu menggantikan kapolres sebelumnya, AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si., yang berpindah tugas menjadi Kapolres Lampung Tengah.

Inisiatif Kapolres Tanggamus berkunjung dan bersilaturahmi ke sekretariat-sekretariat organisasi profesi wartawan, sangat diapresiasi. Sebab setelah beberapa kali pergantian kapolres, gebrakan inisiatif seperti yang dilakukan Hesmu Baroto, cukup langka. Sehingga tidak berlebihan jika kunjungan santai oleh pimpinan Korps Bhayangkara di Tanggamus itu, diapresiasi para insan pers.

“Saya memang lebih suka yang santai-santai begini. Maaf ya baru sempat bersilaturahmi ke kantor organisasi rekan-rekan. Ini baru ada waktunya. Dan terima kasih juga atas waktu rekan-rekan sudah bersedia ngobrol santai dengan saya. Untuk ke kapolsek-kapolsek pun, saya lebih suka tidak terjadwal. Sering kalau malam, saya ke polsek tanpa diketahui kapolseknya. Ya begitulah saya,” ujar Hesmu Baroto sesaat setelah tiba di Sekretariat IWO Kabupaten Tanggamus di Jalan Dalom Mangkunegara Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur.

Meskipun bersifat silaturahmi santai dan dalam durasi yang cukup singkat, selaku aparat penegak hukum, Hesmu Baroto tetap menyelipkan pesan-pesan kamtibmas. Terlebih saat ini seluruh warga Indonesia tengah berada dalam nuansa tahun politik. Tidak dipungkiri “pesta” demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 17 April mendatang, semakin “dibumbui” dengan gesekan-gesekan opini akibat perbedaan pilihan.

“Untuk itu, lewat kunjungan dan silaturahmi santai ini, saya sangat berharap rekan-rekan (wartawan) bantu dan dukung kami agar pelaksanaan pemilu berjalan aman dan lancar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus sudah menetapkan 300-an tempat pemungutan suara. Dan kemarin malam juga logistik surat suara pilpres dan pileg baru tiba. Sekali lagi bantu kami menjaga kamtibmas. Terutama menjaga iklim tahun politik ini,” ujar kapolres.

Saat ini, Polres Tanggamus dan jajaran, terutama Polsek Pringsewu, Hesmu Baroto melanjutkan, juga masih terus fokus mempersiapkan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019 yang dipusatkan di Lapangan Pemkab Pringsewu.

“Setelah kunjungan ini, saya juga mau ke Pringsewu untuk bertemu dengan panitia acara (MRSF). Ya untuk memantapkan segala kesiapan. Mohon dukungan dan doa juga dari rekan-rekan agar kegiatan bidang lalu lintas ini sukses seperti yang kita harapkan. Semua demi menekan angka kecelakaaan lalu lintas, khususnya di kalangan milenial,” tutur perwira kelahiran Semarang itu.

AKRAB: Suasana santai dan akrab saat Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto berkunjung ke Sekretariat IWO.

Di hadapan kapolres, Ketua PD IWO Kabupaten Tanggamus Odo Kuswantoro, S.Kom. mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kunjungan dan silaturahmi tersebut. Dia berharap melalui kunjungan itu, hubungan dan relasi kerja sama antara Polres Tanggamus dengan media massa bisa semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih Pak Kapolres sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke sekretariat kami dan ke sekretariat organisasi jurnalis lainnya. Semoga ke depan, kerja sama mutualisme antara kami dengan Polres Tanggamus semakin baik. Sehingga dapat memberikan manfaat yang tepat guna bagi masyarakat,” ujar Odo Kuswantoro yang kemudian menyerahkan kenang-kenangan untuk Kapolres Tanggamus. (ayp)




Ketua MPR RI ke Tanggamus, Tanamkan Motivasi Mendidik Anak

AKRAB: Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, tampak akrab menyapa warga Tanggamus saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan memotivasi para orang tua untuk mendidik anak agar menjadi orang sukses. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kabupaten Tanggamus untuk kesekian kalinya menjadi salah satu tujuan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Agenda kunjungan tersebut adalah silaturahmi dengan masyarakat sekaligus Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Pada Selasa (5/2), ada beberapa pekon yang dikunjungi Zulkifli Hasan. Pertama Pekon Teba, Kecamatan Kotaagung Timur. Dalam sambutannya, Zulkifli memberikan motivasi bagi masyarakat agar mendidik anak dengan baik dan benar, sehingga masa depannya sukses.

“Saya ini anak petani tapi bisa jadi Ketua MPR dan pernah jadi Menhut. Bangga atau tidak ada orang Lampung jadi Ketua MPR? Bapak dan ibu anaknya juga bisa seperti saya. Atau jadi polisi dan tentara. Syaratnya ya sekolah yang pintar dan tanamkan ahlak. Insyaallah jadi orang sukses,” ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional yang akrab disapa Bang Zul itu.

Selesai dari Pekon Teba, Zulkifli Hasan beserta rombongan menuju Pekon Gedung Jambu, Kecamatan Kotaagung Barat. Pada destinasi keduanya, lagi-lagi ia memberikan motivasi bahwa anak petani juga bisa sukses.

“Di sini ada buruh tani? Masa anaknya juga mau jadi buruh tani? Harus meningkat ya. Sekolahkan yang tinggi sampai pintar. Nanti bisa jadi polisi, dokter, tentara atau profesi sukses lainnya,” ujar Zulkifli.

Selain pendidikan formal di sekolah, dia melanjutkan, para orang tua juga harus mendidik anaknya pada aspek agama. Jika keluarga Islam, anak harus dibina dan diajari membaca Al-Quran sejak dini. Jika keluarga non muslim, ajarkan mengenai agama masing-masing.

“Untuk keluarga muslim, biasakan ajak anaknya solat subuh berjamaah di masjid. Kalau (solat) subuhnya sudah bagus, insyaallah jadi pribadi yang disiplin. Dan kalau sudah bisa mengaji Al-Quran sejak dini, maka insyaallah kemampuan intelektual si anak juga bagus,” ungkap Zulkifli yang melanjutkan kunjungan ke Pekon Kandangbesi, Negeriagung, Kalirejo, dan Soponyono.

Turut mendampingi Zulkifli Hasan, Ketua DPD PAN Tanggamus Tedi Kurniawan, Anggota DPRD Provinsi Lampung Joko Santoso, dan Sekretaris DPD PAN Tanggamus Agus Suranto. (ayp)




Nodai Bocah SD, Buronan Rampok Sadis Lintas Kabupaten Dibekuk di Gisting

BERHASIL DIAMANKAN: Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas bersama tim gabungan sesaat setelah berhasil mengamankan tersangka asusila terhadap bocah kelas III SD, yang ternyata tersangka juga buronan Jatanras Polda Lampung atas kasus perampokan di beberapa kabupaten. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Seperti “menolong seekor anjing liar yang terjepit.” Setelah ditolong, biasanya anjing tersebut justru mengigit penolongnya. Kira-kira itulah yang dialami Smd bersama istrinya, Spt. Pasangan suami-istri asal Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, tak sadar sudah sekitar dua tahun hidup bersama “serigala berbulu domba”.

Adalah HR (60) terhitung masih kerabat Smd dan Spt. Sejak sekitar dua tahun silam, pria renta bertubuh kecil dan berkepala nyaris botak itu, menumpang hidup dan makan di rumah Smd dan Spt di Gisting. Namun “air susu” yang diberikan Smd dan Spt, malah dibalas “air tuba” oleh pria asal Dusun Trimulyo, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran itu.

Alih-alih berterima kasih sudah diberi tumpangan tempat tinggal, HR justru menodai putri sulung Smd dan Spt. Sebut saja bocah perempuan itu Melati. Ironisnya, korban nafsu bejat HR tersebut, baru berusia sembilan tahun. Dia masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Awalnya, Smd dan Spt sama sekali tak menduga HR sampai hati menodai putri sulung mereka. Apalagi dari silsilah keluarga, Melati terhitung masih keponakan HR. Namun terbukti kata pepatah: “dalamnya samudera masih bisa diukur. Tetapi pikiran manusia, tak ada sesama manusia yang bisa membacanya.” Setelah menumpang makan/minum dan tidur gratis, HR justru menggagahi anak pemilik rumah.

“Anak kami pertama kali ceritanya sama bibinya, Pu. Bukan dengan kami. Setelah dengar cerita anak kami, bibinya kaget dan memberitahukan hal itu ke saya dan istri saya. Kami juga makin kaget. Akhirnya kami ajak bicara anak kami pelan-pelan,” ujar sang ayah, Smd.

Setelah mendengar penuturan putrinya, Smd dan Spt bak tersambar petir di siang bolong. Kaget bukan kepalang. Terlebih menurut Melati, HR sudah sebanyak tiga kali melampiaskan nafsu birahinya. Itu selama HR menumpang hidup di rumah Smd dan Spt.

JELASKAN KRONOLOGI: Spt dan Smd saat menerangkan kronologi putrinya yang dinodai tersangka HR saat tersangka menumpang hidup di rumah mereka selama dua tahunan.

Nggak lama-lama, kami langsung bawa anak kami untuk visum di dua tempat. Yaitu di Puskesmas Gisting dan di Rumah Sakit Panti Secanti. Hasilnya sama. Setelah itu, kami langsung lapor ke Polres Tanggamus,” timpal sang ibu, Spt.

Bermodalkan laporan orang tua korban, Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. langsung memerintahkan tim gabungan yang terdiri dari TEKAB 308, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan Intelkam untuk membekuk HR.

“Tersangka HR berhasil dibekuk di Gisting pada Kamis (31/1), sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Edi Qorinas melalui sambungan telepon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Guna mempertanggungjawabkan aksi bejatnya, Edi Qorinas menegaskan, HR terancam dijerat hukuman berlapis. Yaitu Pasal 76 D jo 81 Ayat (1) dan (2). Lalu Pasal 76 E jo Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas mantan Kapolsek Wonosobo itu.

HR Ternyata Buronan Perampok Sadis yang Beraksi di 3 Kabupaten

SETELAH diamankan dan diperiksa, polisi rupanya mendapati fakta baru tentang sepak terjang HR. Kakek bejat itu ternyata tak hanya berbuat asusila pada putri sulung Smd dan Spt.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H., ternyata nama tersangka HR memang sudah lama “bertengger” di Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan, pada Subdit Jatanras Polda Lampung.

“Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.” Polres Tanggamus seolah mendapat “bonus” atas penangkapan HR.

“Rupanya setelah ditetapkan sebagai buronan, HR ini kabur dan bersembunyi di Gisting. Di rumah orang tua Melati ini. Hasil koordinasi kami dengan Subdit Jatanras, tersangka HR dan komplotannya yang sudah lebih dulu dibekuk, beraksi di beberapa kabupaten di Lampung,” jelas mantan Kapolsek Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah itu.

Edi Qorinas menjelaskan, tersangka HR terlacak beraksi di beberapa kabupaten. Antara lain di wilayah hukum Polres Lampung Utara, Polres Tulangbawang, dan Polres Lampung Tengah. Kemudian rata-rata mangsa HR bersama komplotannya, adalah rumah para juragan kebun karet.

“Setiap merampok rumah para pengusaha karet, HR bersama komplotannya terkenal sadis. Informasi dari Jatanras Polda, dia pernah beraksi di wilayah Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Tulangbawang. Namun kami hanya fokus pada kasus asusilanya. Sedangkan terkait kasus curasnya, itu wewenang polda,” tandas Edi Qorinas. (ayp)




Menarik, Kalapas Kotaagung Selipkan Pesan Moral saat Lantik 24 PNS Sipir

24 PNS SIPIR BELIA: Kalapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman mengambil sumpah dan melantik 24 PNS sipir dari pengangkatan CPNS 2017, di aula lapas setempat, Jumat (1/2). (Foto-foto: DOK LAPAS KOTAAGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Sohibur Rachman, A.Md.IP., S.Sos., M.H. melantik 24 Pegawai Negeri Sipil Penjaga Tahanan (Sipir) dengan Pangkat dan Golongan Pengatur Muda II/a, Jumat (1/2). Mereka berasal dari pengangkatan CPNS tahun 2017 lalu.

Tak hanya di Lapas Kotaagung, pelantikan serupa juga dilakukan serentak oleh seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Indonesia di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) Republik Indonesia. Pelantikan dan pengambilan sumpah berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor W9. 158 sampai dengan 181.KP 0302 Tahun 2019, tentang Pengangkatan PNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Lalu Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum-HAM Lampung Nomor: W90LKP.03 Tahun 2019. Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Administrasi di lingkungan Kemenkum-HAM Republik Indonesia, Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung.

Ada yang berbeda pada seremonial pengambilan sumpah terhadap 22 pria dan 2 wanita PNS baru di lapas yang dipimpin Sohibur Rachman itu. Sebab momen tersebut juga turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh para wali/keluarga/orang tua dari para pegawai baru. Hal itu bukan tanpa alasan.

“Kami ingin menyelipkan pesan moral pada para pegawai yang baru dilantik itu. Bahwa para wali atau orang tua itu adalah sebagai pengontrol. Waktu dinas mereka di lapas ini sekitar delapan jam per hari. Selebihnya mereka berada di tengah orang tua dan keluarga. Jadi dirasa sangat penting melibatkan peran orang tua atau keluarga untuk turut mengontrol para PNS baru itu,” ujar Sohibur Rachman.

Tak hanya itu, dilihat dari usianya, 24 pegawai baru Lapas Kotaagung tersebut berada pada usia transisi dari remaja ke dewasa. Dari masa transisi remaja menuju dewasa itulah, Kalapas Kotaagung akan menanamkan semangat kepada mereka untuk saling menguatkan. Yang terpenting mengajak mereka untuk menaati aturan dan tidak melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang sudah menjadi tanggung jawab bersama di Lapas Kotaagung.

“Sebagai pasukan berusia belia, sangat penting melibatkan peranan wali, orang tua, dan keluarga. Agar mereka selalu ingat, bahwa dalam melaksanakan tugas kita bekerja tidak sendirian. Tetapi ada keluarga lain yang senantiasa mengontrol dan mengevaluasi tugas pokok kami,” tegas  kalapas kelahiran Bangkalan 12 Desember 1976 silam.

Dengan bertambahnya 24 penjaga tahanan baru, Sohibur Rachman menyebutkan, saat ini jumlah petugas di Lapas Kelas IIB Kotaagung genap 60 orang. Jumlah itu termasuk dirinya. Kendati demikian, jumlah sumber daya manusia tersebut sebenarnya masih jauh dari kriteria cukup. Karena idealnya menurut dia, petugas di Lapas Kotaagung adalah 150 orang. Jumlah itu mengacu pada matriks kebutuhan pengamanan pada jumlah narapidana di lapas setempat yang berkisar 400-an orang.

“Katakanlah itu adalah sebuah keterbatasan. Namun saya dan seluruh pegawai tidak akan menyerah pada keterbatasan atau mengendurkan semangat kami. Karena jajaran pegawai lapas akan terus mengoptimalkan kinerja dengan jumlah SDM yang ada. Yang terpenting bukan banyaknya SDM, tetapi bagaimana kami bisa menguatkan tugas pokok dan fungsi kami di lapas ini meski dalam keterbatasan jumlah SDM,” tutur lulusan Universitas Hasanuddin 2007 silam.

SEMATKAN TANDA JABATAN: Selain melantik 24 PNS sipir, Kalapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman juga memimpin pergantian dua pejabat lama lapas setempat.

Sohibur Rachman menjelaskan, berdasarkan Daftar Lampiran Keputusan Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung, pertama atas nama Susilo Utomo, S.H., M.H. NIP 197208151982031001, Pangkat Penata Muda Tk. I, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubsi Pelaporan dan Tata-Tertib pada Lapas Kelas IIB Kotaagung. Sebelumnya dia menjabat Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan.

Kemudian Muhammad Setiawan, S.H., M.H. NIP 198308072005011001, Pangkat Penata Muda Tk. I (III/b), kini menjabat sebagai Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan. Sebelum menggantikan posisi Susilo Utomo, Muhammad Setiawan menjabat Fungsional Umum.

“Keputusan itu ditetapkan di Bandarlampung, tanggal 3 Januari 2019 oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum-HAM Lampung, Bambang Haryono, Bc.lP., S.H., M.H. Untuk Kanwil Kemenkum-HAM Lampung tahun pengangkatan tahun 2017 hampir 500 pegawai yang dibutuhkan untuk lapas dan rutan se-Lampung,” terang Sohibur Rachman.

Berikutnya, Keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor W9. 158 sampai dengan 181.KP 0302 Tahun 2019 tentang Pengangkatan PNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, memutuskan serta menetapkan keputusan Kemenkum-HAM RI tentang PNS. Terhitung sejak 1 Februari 2019, 24 orang diangkat menjadi PNS pada Lapas Kelas IIB Kotaagung sebagai Penjaga Tahanan. Dengan pangkat dan golongan Pengatur Muda II/a. Dari 24 PNS, terdiri dari 22 pria dan 2 wanita.

Sohibur Rachman dalam amanatnya
menyampaikan, proses pelantikan dan pengambilan sumpah PNS dari pengangkatan tahun 2017, dilaksanakan serentak pada seluruh lapas dan rutan se-Indonesia. Sebelum pengambilan sumpah, para 24 PNS baru itu telah menerima SK PNS seratus persen.

Di hadapan pegawai baru dan lama, Kalapas Kelas IIB Kotaagung itu menekankan, akan terus menguatkan fungsi layanan bagian staf dan fungsi pelayanan pengamanan. Jika dua fungsi itu kuantitasnya cukup, Sohibur Rachman meyakini akan lebih bersinergi dalam pelaksanaan tugas. Karena dengan adanya keterbatasan jumlah SDM ini, jajaran Lapas Kelas IIB Kotaagung tidak akan tinggal diam, apalagi pasrah.

“Melainkan terus memaksimalkan tugas dan tanggung jawab. Saya harapkan kepada Saudara-Saudari yang telah diambil sumpahnya tadi, untuk selalu berdedikasi dan berintegritas
dalam bertugas. Lalu kepada yang senior, terus lakukan dan berikan yang terbaik dalam memaksimalkan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” pinta mantan Karutan Kelas IIB Cilodong Kota Depok itu mengakhiri amanatnya.

Minimalisir Risiko, Lapas Kelas IIB Kotaagung Pasang 32 CCTV

UNTUK meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung, penjaga, serta seluruh warga binaan, Lapas Kelas IIB Kotaagung baru rampung memasang 32 unit closed circuit television (cctv).

Kalapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman mengatakan, pemasangan unit kamera pengintai itu, ditempatkan pada 32 titik yang dinaggap rawan.

“Lapas Kelas IIB Kotaagung ini berdiri di atas tanah seluas 2,4 hektare. Dengan kondisi beberapa gedung yang terpisah-pisah. Jadi jangkauan pantauan pun harus benar-benar maksimal,” jelas Sohibur Rachman saat berbincang santai di dalam Lapas bersama beberapa awak media, Jumat (1/2).

Dia menerangkan, pemasangan cctv bertujuan untuk membantu pegawai lapas dalam mengawasi dan memantau kegiatan atau gerak-gerik pengunjung, penghuni, bahkan penjaga itu sendiri.

“Dengan kamera pengintai ini, kita juga dapat me-review kejadian-kejadian sebelumnya yang mungkin saja terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Sehingga bisa dijadikan barang bukti bila diperlukan,” kata kalapas.

Lebih lanjut Sohibur Rachman mengatakan, selain sebagai tindakan antisipasi, pemasangan cctv juga bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada semua yang melakukan kegiatan di dalam lingkungan lapas.

“Tindakan antisipatif ini diharapkan cukup efektif untuk menanggulangi aspek pengawasan, karena jumlah petugas lapas masih kurang dibandingkan dengan luas lokasi dan banyaknya tempat yang harus kita awasi. Dengan cctv, kamj dapat mengontrol semua tindak-tanduk di luar maupun di dalam lapas yang terpusat pada satu titik, yakni di gedung penjagaan,” tandasnya. (ayp)




Bupati Tanggamus: “Musrenbang RPJMD 2018-2023 ‘Kompas’ Penataan Pembangunan”

BERITA ACARA RPJMD: Bupati Tanggamus Dewi Handajani menandatangani Berita Acara Musrenbang RPJMD 2018-2023 Kabupaten Tanggamus dilanjutkan dengan simbolis pemukulan gong. (Foto: DISKOMINFO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG, TANGGAMUS – Pemerintah Kabupaten Tanggamus melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD), Senin (28/1). Dalam momen yang dibuka Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. itu, pemkab setempat berpatokan pada visi “TANGGAMUS” dalam menata pembangunan. Yaitu Tangguh, Agamis, Mandiri, Unggul, dan Sejahtera.

Panitia Pelaksana Musrenbang RPJMD Yadi Mulyadi menerangkan, pelaksanaan Musrenbang RPJMD dalam rangka penyusunan RPJMD telah dimulai sejak Desember 2017 dengan berbagai tahapan yang telah selesai dilakukan. Musrenbang RPJMD 2018-2023 dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 28 Januari hingga 29 Januari 2019. Dihadiri dan diikuti Kementerian Dalam Negeri RI, Bappeda Provinsi Lampung, DPRD Kabupaten Tanggamus, Forkompimda, perangkat daerah se-Kabupaten Tanggamus, Camat, Kasubbag Perencanaan, Perguruan Tinggi, dunia usaha, LSM, organisasi wanita, dan pemuda tokoh masyarakat serta para insan pers.

Dasar pelaksanaan Musrenbang RPJMD 2018-2023, berpedoman kepada UU Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. UU Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, serta Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 13 Tahun 2013. Tujuan musrenbang yakni untuk penajaman, penyelerasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran strategi, dan arah kebijakan.

“Intinya, merumuskan komitmen bersama antara pemangku kepentingan untuk mempedomani RPJMD. Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan Musrenbang RPJMD adalah tercapainya perencanaan pembangunan yang optimal dengan memadukan aspirasi masyarakat,” jelas Yadi Mulyadi.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Musrenbang RPJMD, Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyampaikan, pemkab dalam menata pemerintahan saat ini mempunyai visi TANGGAMUS (Tangguh, Agamis, Mandiri, Unggul dan Sejahtera). Visi tersebut menurut bupati, dijabarkan dalam enam misi.

Yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, unggul, berkarakter dan berdaya saing; mewujudkan pekon sebagai titik berat pembangunan bagi kehidupan sosial yang religius dan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan pemberdayaan masyarakat; kemitraan gotong-royong dan Bhinneka Tunggal Ika; mengembangkan inovasi sektor pertanian dan perikanan dengan dukungan ilmu pengetahuan dan tekhnologi; menyediakan sarana dan infrastruktur secara berkelanjutan, berkualitas, berkeadilan dan merata; serta mewujudkan pembangunan dan pengelolaan sektor pariwisata berbasis kemasyarakatan dan potensi lokal.

“Visi dan misi tersebut masih sangat makro. Dan belum operasional, sehingga harus dijabarkan lebih lanjut ke dalam tujuan sasaran, strategi arah kebijakan sampai program prioritas. Ini bukan pekerjaan mudah dan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Perlu sinergi, kolaborasi, diskusi, serta proses-proses panjang lainnya. Termasuk agenda hari ini yaitu RPJMD,” jelas Bunda Dewi — sapaan akrabnya.

Di samping penyusunan program dan kegiatan dalam kurun lima tahun ke depan, harus terakomodir juga secara bertahap 55 Rencana Aksi Desa Asik. Realisasinya melalui program inovatif, seperti Pelayanan RATU, Program Pesona Wisata RATU, dan Program BUDE SAR’I. Itu wajib disusun dan dilaksanakan oleh setiap perangkat daerah se-Kabupaten Tanggamus lima tahun ke depan.

Dalam konteks penyiapan RPJMD yang berkualitas, Dewi Handajani melanjutkan, pimpinan daerah dan tim penyusun RPJMD memastikan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017, dengan memperhatikan Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

“Dalam kerangka penyusunan RPJMD Kabupaten Tanggamus ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian kita semua. Pertama, seluruh perangkat daerah harus dapat menjabarkan visi dan misi Kabupaten Tanggamus dengan sebaik-baiknya. Kedua adanya perubahan paradigma pembangunan dari money follow functionmenjadi money follow priority programs yang harus benar-benar dilaksanakan. Ketiga sesuai instruksi Bapak Menteri Pariwisata RI agar daerah melaksanakan calender of event dalam rangka mempromosikan wisata daerah, mengurangi model promosi klasikal, dan lebih mengarahkan promosi melalui media sosial dan semacamnya. Keempat dibuat kajian yang mendalam kaitannya dengan penanganan bencana alam serta simultan dengan penyusunan RPJMD. Saya harapkan masing-masing perangkat daerah berproses untuk penyusunan renstra dengan mengacu RPJMD,” pinta bupati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM Syafi’i, S.Ag., Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, S.Sos., Dandim 0424/Tanggamus Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo, Kepala Kejari Tanggamus David Palapa Duarsa, S.H., M.H., Kapolres Tanggamus yang diwakili Kabagren Kompol Misbahudin, Kepala Lapas Kelas II B Kotaagung Sohibur Rachman, A.Md.IP, S.Sos., M.H., Penjabat Sekda Drs. Hamid H. Lubis, S.STP., M.Si., perwakilan Kemendagri, perwakilan Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, seluruh Kepala OPD, seluruh Camat, perwakilan BUMN, BUMD, perwakilan swasta, APDESI, unsur perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat. (ayp) 



Vicon dengan Kakorlantas, Persiapkan Millennial Road Safety Festival 2019

VICON PEMANTANPAN: Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto bersama Wabup Tanggamus AM. Syafi’i dan Wabup Pringsewu Fauzi serta lima pilar OPD masing-masing kabupaten ikuti vicon dengan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri di aula Mapolres Tanggamus untuk memantapkan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival 2019. (Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Polres Tanggamus bersama jajaran Pemkab Tanggamus dan Pringsewu menghadiri video confrence (vicon) dengan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Drs. Refdi Andri, M.Si. Vicon pada Senin (28/1) di aula Mapolres Tanggamus itu, dilaksanakan menjelang Millennial Road Safety Festival 2019 yang dilaksanakan mulai 2 Februari hingga 31 Maret di Lapangan Pemkab Pringsewu.

Vicon dengan Kakorlantas Polri, dihadiri Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M. dan jajaran. Kemudian diikuti Wakil Bupati Pringsewu Hi. Fauzi, Wakil Bupati Tanggamus Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag., serta lima pilar yang meliputi Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata dari dua kabupaten.

Selain itu, ada juga para pejabat utama dan Kapolsek Jajaran Polres Tanggamus dan Pringsewu. Kemudian komunitas pendukung yang berasal dari Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Tanggamus.

Hesmu Baroto memaparkan, vicon yang dihadiri Kepala Daerah Tanggamus dan Pringsewu beserta lima pilar OPD masing-masing, bertujuan memantapkan kegiatan Millennial Road Safety Festival 2019.

Kapolres Tanggamus menegaskan, Millennial Road Safety Festival 2019 bakal resmi digelar pada 2 Februari 2019 dan dilaksanakan hingga 31 Maret 2019. Acara puncak Millennial Road Safety Festival 2019 Polres Tanggamus akan digelar di Lapangan Pemkab Pringsewu.

“Polres Tanggamus akan menggelar kegiatan tersebut pada Minggu tanggal 17 Maret 2019,” ujar kapolres.

Melalui vicon, Kakorlantas Irjen Pol. Refdi Andri mengatakan, tujuan Millennial Road Safety Festival 2019 yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, adalah dalam rangka mewujudkan generasi muda cinta lalu lintas menuju Indonesia yang gemilang.

Kegiatan itu juga dalam upaya memberdayakan kaum milenial untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas guna tercapainya road safety to zero accident. Sehingga akan terbangun budaya tertib lalu lintas. Khususnya di kalangan generasi milenial.

“Sekaligus adanya peningkatan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan. Kemudian membentuk relawan lalu lintas milenial Indonesia. Serta untuk mempererat hubungan kedekatan antara Polisi Lalu Lintas dengan generasi milenial,” kata kakorlantas.

Dia juga menerangkan, ke depannya menargetkan terbentuknya dua juta Relawan Lalu Lintas Indonesia yang dapat menjadi mitra Kepolisian Lalu Lintas di seluruh Indonesia.

“Karena menyasar milenial, tentunya kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep-konsep yang kreatif. Generasi milenial sebagai masa depan bangsa, harus mampu menjadi pelopor keselamatan, agar keselamatan berlalu lintas menjadi budaya masyarakat kita,”  ungkap Refdi Andri.

Untuk itu, kakorlantas akan merangkul beberapa komunitas, pemangku kepentingan, ormas, OKP dan kelompok lainnya, demi menciptakan suasana yang aman, nyaman dan damai.

“Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan, meliputi senam kolosal milenial, jalan sehat, millennial entrepreneur expo, safety riding and driving, serta pendeklarasian pelopor keselamatan berlalu lintas,” tandas Refdi Andri. (ayp)




Per 21 Januari 2019, Ada 16 Kasus DBD di Tanggamus

ILUSTRASI FOGGING

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Belum habis Januari 2019, Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanggamus sudah tercatat ada 16 kasus. Jumlah kasus tersebut melejit sangat jauh jika dibandingkan Januari 2018 yang hanya satu kasus.

Dari 16 kasus tersebut, 9 kasus ditangani Rumah Sakit Umum Batin Mangunang Kotaagung. Sisanya yaitu 7 kasus ditangani pusat kesehatan masyarakat dari beberapa kecamatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus Taufik Hidayat menjelaskan, 16 kasus tersebut hasil pendataan pada 21 Januari 2019. Dengan rincian dari Puskesmas Kotaagung ada 5 kasus, Puskesmas Talangpadang 3 kasus, Puskesmas Siringbetik 3 kasus, Puskesmas Sukaraja 2 kasus.

Lalu masing-masing satu kasus, dari Puskesmas Sanggiunggak, Puskesmas Wonosobo, dan Puskesmas Pasar Simpang.

“Kecenderungan kasus DBD Januari 2019 ini memang meningkat tajam (dibandingkan Januari 2018). Hal ini dikarenakan Januari masih masuk musim penghujan,” ujar Taufik Hidayat, mewakili Kepala Diskes Tanggamus, Sukisno, S.K.M., M.Kes.

Taufik juga mengungkapkan, hingga sejauh ini Diskes Tanggamus maupun RSU Batin Mangunang belum menerima laporan pasien DBD yang sampai meninggal dunia (MD). Lalu saat dikejar dengan pertanyaan apakah kondisi meningkatnya penderita DBD ini  termasuk kejadian luar biasa (KLB) atau tidak, Taufik menepisnya.

“Bukan KLB. Tapi memang hanya peningkatan kasus, akibat dari faktor cuaca. Tidak hanya di Tanggamus, tapi hampir seluruh wilayah di Indonesia saat ini mengalami kondisi seperti ini. Tidak ada laporan yang MD. Semoga jangan sampai ada yang MD,” ujar Taufik, Senin (21/1).

Untuk langkah antisipatif dan preventif bertambahnya kasus DBD ini, dia menambahkan, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS). Sebab untuk langkah fogging (pengasapan), itu hanya efektif untuk nyamuk Aedes aegypti dewasa sebagai perantara Virus Dengue.

“Sehingga untuk membasmi jentik-jentik nyamuk, menurut Taufik, tetap bergantung pada pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penaburan bubuk Abate (abatesasi), dan perilaku 3M Plus (menutup, menguras, mengubur, plus menggunakan kelambu saat tidur atau lotion anti nyamuk,” tandas Taufik. (ayp)




Kapolres Tanggamus Minta Bhabinkamtibmas Lebih Akrab dengan Masyarakat

PERIKSA RANDIS: Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto didampingi Kasat Binmas Iptu. Irfansyah Panjaitan memeriksa kondisi kendaraan dinas personel Bhabinkamtibmas pada Apel Bhabinkamtibmas. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah beberapa waktu resmi menjabat Kapolres Tanggamus, Ajun Komisaris Besar Polisi Hesmu Baroto, S.I.K., M.M. memimpin Apel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Pada kesempatan itu, Kapolres Tanggamus meminta seluruh personel Bhabinkamtibmas dapat merefleksikan tugas pokok dan fungsi dalam melayani masyarakat.

Polres Tanggamus memiliki 193 Bhabinkamtibmas yang tersebar di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu. Jumlah seluruh Bhabinkamtibmas 193 personel. Jumlah tersebut terdiri dari 103 personel di Kabupaten Tanggamus dan 90 personel di Kabupaten Pringsewu.

Kepolisian Republik Indonesia, menurut  Hesmu Baroto, merupakan sebuah organisasi yang dinamis. Sebab, core business (inti tugas) Polri adalah public safety (keamanan umum). Untuk mencapai keamanan dan ketertiban umum tersebut, tergantung pada faktor yang beragam dan berubah-ubah.

“Salah satunya adalah Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat. Untuk itu, mari kita bersama-sama saling mengingat kembali bahwa Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri di tengah masyarakat,” ungkap mantan Kasubditregident Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung itu memotivasi seluruh personel Bhabinkamtibmas di lapangan Mapolres Tanggamus.

Masuk sembilan hari menjadi pucuk komandan Korps Bhayangkara di Tanggamus, Hesmu Baroto kembali memberikan amanat pada Bhabinkamtibmas untuk senantiasa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai ujung tombak dan etalase Polri, selaku pimpinan kami berharap banyak kepada rekan-rekan Bhabinkamtibmas. Terutama untuk lebih meningkatkan pelayanan sebagai pelindung, pengayom, pelayan, serta pemecah masalah-masalah yang berada di tingkat pekon/desa,” pinta perwira menengah yang pernah menjabat Koorspripim itu.

Usai memberikan arahan serta motivasi, Kapolres Tanggamus didampingi para Kabag dan Kasat Binmas Iptu. Hi. Irfansyah Panjaitan memeriksa kondisi kelaikan kendaraan operasional Bhabinkamtibmas.

Irfansyah Panjaitan selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan, pemeriksaan kendaraan dinas meliputi kelengkapan hingga kebersihan kendaraan.

“Hasil pemeriksaan kendaraan, menurut dia, seluruhnya dalam kategori baik dan dalam kondisi lengkap,” tandas Irfansyah. (ayp)




Disdukcapil Tanggamus Rekam Data e-KTP Napi Lapas Kotaagung

MONITOR PEREKAMAN: Kalapas Kelas II B Kotaagung Sohibur Rachman memonitor langsung proses perekaman data e-KTP oleh tim dari Disdukcapil Tanggamus kepada para warga binaan, dalam rangka persiapan pemilu dan memenuhi layanan-layanan hak warga binaan yang berkaitam dengan identitas diri. (Foto-foto: DOK LAPAS KOTAAGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Satu tim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanggamus melaksanakan perekaman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kotaagung, Kamis (17/1). Dalam perekaman itu, diketahui ada 18 warga binaan yang datanya tidak ditemukan dan 5 lainnya belum perekaman.

Kepala Lapas Kelas II B Kotaagung Sohibur Rachman, A.Md.IP., S.Sos., M.H. menjelaskan, selain di lapasnya perekaman serupa juga dilakukan serentak di lapas dan rumah tahanan (rutan) se-Indonesia.

Menurut Sohibur, perekaman ini merupakan langkah dalam rangka persiapan pelaksanaan pemilihan umum. Sebab meskipun berstatus sebagai narapidana, namun mereka masih memiliki hak untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Lalu untuk mencapai layanan kesehatan, yaitu pembuatan Jaminan Kesehatan Nasional bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kotaagung,” ujar kalapas.

Sohibur Rachman juga menerangkan, sebanyak 385 WBP yang ada, sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Tanggamus. Sehingga sangat perlu dilakukan perekaman data KTP elektronik. Diharapkan segera dilaksanakan perekaman data.

“Agar nantinya terpenuhi layanan- layanan kesehatan serta terdatanya WBP yang belum ada KTP elektronik,” harap mantan Kepala Rutan Kota Depok itu.

Kasi Pindah-Datang dan Pendataan Kependudukan Disdukcapil Tanggamus  Apriyanti menyebutkan, ada 80 orang WBP di Lapas Kelas II B Kotaagung yang berasal dari Tanggamus. Jumlah itu diperoleh dari data yang tersimpan di Sistem Database Pemasyarakatan. Lalu 18 WBP dalam kategori data tidak ditemukan dan 5 orang belum perekaman.

“Kami segera melakukan perekaman data dan pencarian data bagi WBP yang belum terdata. Agar mereka segera mendapatkan NIK dan KTP elektronik,” tandas Apriyanti. (ayp)