Ike Edwin Dukung Koalisi LSM Dirikan Posko Pengaduan Rekam Jejak Capim KPK RI

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Irjen Pol. Ike Edwin menyambut positif dan mendukung langkah Koalisi Kawal Capim KPK yang membuka posko pengaduan masyarakat terhadap rekam jejak para kandidat pimpinan KPK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Koalisi Kawal Capim KPK membuka posko pengaduan masyarakattersebut di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Pangeran Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019) mulai pukul 14.00 WIB.

Koalisi Kawal Capim KPK terdiri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, LBH Jakarta, Yayasan LBHI, Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia, LBH Pers, Saya Perempuan Anti Korupsi Indonesia, Indonesia Legal Roundtable, dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi.

Koalisi tersebut mengklaim posko yang mereka yang buat bersifat independen dan berharap dapat menjadi ‘rumah’ bagi aduan masyarakat. “Karena adanya kekhawatiran bahwa posko yang dibuat oleh Pansel hanya bersifat formalitas belaka,” kata Kurnia Ramadhana, narahubung Koalisi Kawal Capim KPK, dalam siaran persnya, Selasa (16/7/2019).

Menanggapi hal itu, Irjen Pol. Ike Edwin menilai posko pengaduan masyarakat yang dibuat koalisi berbagai LSM itu tidak perlu dipersoalkan. Menurut dia, posko itu dapat berjalan berbarengan dengan posko yang dibuat panitia seleksi (Pansel) Capim KPK.

“Tentunya pengaduan yang disampaikan ke Pansel yang mempunyai legalitas sebagai panitia seleksi yang resmi dibentuk pemerintah,” kata Staf Ahli Sosial Politik Kapolri ini di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Meski demikian, jenderal bintang dua yang juga Capim KPK ini menilai posko pengaduan yang diinisiasi koalisi LSM itu dapat menjadi alternatif lain untuk menampung pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para Capim KPK.

“Kita harus berpandangan positif menanggapinya. Mungkin koalisi LSM itu ingin membantu Pansel dalam men-tracking rekam jejak para Capim KPK,” ujar Mantan Kapolwil Surabaya yang sukses mengungkap kasus restitusi pajak bernilai ratusan miliar rupiah itu.

Tanggapan serupa juga diungkapkan Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih. Menurut dia, koalisi LSM tersebut boleh saja membuat posko pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para Capim KPK sepanjang tidak melanggar aturan. “Syukur temuannya bisa membatu Pansel,” kata Yenti.

Dulu, kata Yenti, Pansel juga mendapat masukan dari ICW. Meski demikian, kata dia, Pansel juga mempunya metode sendiri untuk menyaring temuan rekam jejak para Capim KPK.

“Tentu Pansel juga punya metode bagaimana untuk menyaring temuan rekam jejak tersebut, yang akan di-cross dengan hasil rekam jejak dari tracker yang lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pansel telah mengumumkan para pendaftar Capim KPK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari 376 pendaftar, ada 192 orang yang lulus dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Latar belakang pekerjaan para Capim KPK yang dinyatakan lolos beragam, mulai dari penegak hukum, aparatur sipil negara, advokat, akademisi hingga sektor swasta. Mereka turut mencoba peruntungan untuk menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023. (*)




Sekdakab TUBA, Anthoni Serahkan SK Kenaikan Pangkat dan SK PNS Formasi PTT

TRANSLAMPUNG.COM, MENGGALA – Sekdakab Tulangbawang Ir. Anthony MM, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat dan SK PNS Formasi PTT Kementrian Kesehatan dilingkup Pemkab Tulangbawang, usai upacara bulanan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Pemda setempat, Rabu (17/07).

Adapun penyerahan ini dilakukan, berdasarkan Persetujuan Teknis Kepala Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemkab Tulangbawang Periode 1 April 2019.

Selanjutnya Bupati Tulangbawang menerbitkan Surat Keputusan tentang Kenaikkan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Periode 1 April 2019, yang mana sebanyak 505 orang, terdiri dari Golongan III sebanyak 371 orang, Golongan II sebanyak 127 orang dan Golongan I sebanyak 7 orang dan SK PNS dari Formasi Pegawai Tidak Tetap Kementerian Kesehatan, dengan rincian Dokter Umum berjumlah 1 orang dan Bidan berjumlah 6 orang.

Sekdakab Ir. Anthoni MM, menyampaikan bahwa kenaikkan pangkat PNS merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian PNS terhadap negara.

“Kenaikan pangkat dan penerimaan SK PNS adalah momen yang ditunggu setiap Pegawai, karena ini akan menjadi dasar saudara dalam meniti karir kejenjang selanjutnya berdasarkan kinerja, untuk itu bagi saudara semua yang mendapatkan SK Kenaikan Pangkat dan SK PNS, saya harapkan bisa menambah semangat kerja, motivasi dalam bekerja mengabdi pada masyarakat,” Selain itu, kepada semua pegawai Pemkab Tulangbawang, Bunda juga berpesan, agar dapat semakin giat, tekun, taat pada aturan dan regulasi. “Buat inovasi, sampaikan ide pada pimpinan, karena sejatinya tugas kita adalah mengabdi untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Sejak awal Bupati Hj. Winarti, SE MH selalu memikirkan kesejahteraan PNS, hal ini tercermin dalam 25 program unggulan, diantaranya mempermudah penyesuaian ijazah, kenaikan pangkat dan kesejahteraan pegawai, dengan harapan semua Pegawai bisa bekerja maksimal,” Selain itu, PNS Tulangbawang juga selalu dipermudah dalam urusan administrasi pegawai juga kesejahteraan, saya berharap, jangan bekerja tidak sesuai regulasi, karena sebagai PNS kita sudah cukup, hindari perilaku buruk agar terhindar dari masalah hukum,” tandasnya. (als)




2020, Ditargetkan Lampung Provinsi Layak Anak

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung targetkan Lampung menjadi Provinsi Layak Anak di tahun 2020.

Untuk itu, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) minta pentingnya peran orang tua dalam penanganan pola asuh anak yang baik untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa demi mewujudkan Lampung Provinsi Layak Anak.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik saat acara Seminar Gerakan Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak, Dalam Rangka Hari Keluarga Nasional ke- XXVI Provinsi Lampung Tahun 2019, di Hotel Novotel, Selasa (16/7/2019).

“Peran orang tua menjadi yang paling signifikan agar upaya menjadikan Lampung Provinsi Layak Anak terwujud,” ujar Wagub Nunik.

Nunik mengatakan penerapan implementasi pola asuh anak oleh orang tua serta didukung dengan lingkungan yang juga baik, Kabupaten/Kota juga harus berupaya keras untuk membangun hal tersebut.

Nunik menuturkan begitu pentingnya peran keluarga dalam hal ini ibu dan ayah dalam mengasuh anak.

“Jika kita menyiapkan generasi kita dengan baik, pendidikannya lengkap, pengasuhannya baik, itu sama dengan menyiapkan masa depan kita dengan baik pula,” ujarnya.

Menurut Nunik, orang tua harus memberikan contoh yang baik serta pola asuh yang baik. Karena apa yang dilakukan para orang tua akan direkam oleh para anak-anak mereka.

“Ini akan direkam pada ingatan oleh anak-anak kita apa yang orang tua mereka lakukan seperti adab dengan orang lain, bersikap dengan orang lain, bagaimana menyikapi dan menyayangi diri sendiri, bagaimana bersikap kepada orang tua, menyayangi saudaranya dan juga seterusnya pasti terekam kuat,” katanya.

Sambung Nunik, begitu juga dengan peran seorang ayah, sangat diperlukan dalam menerapkan kedisiplinan terhadap anak.

Nunik juga menghimbau bahwa seluruh elemen masyarakat juga berkepentingan memberikan pola asuh yang baik untuk anak.

“Nanti kita berkolaborasi antara Pemprov Lampung, BKKBN, Ormas dan organisasi lainnya yang terkait, karena semua berkepentingan untuk memberikan pola pengasuhan terbaik untuk anak,” katanya.

Hal ini juga disampaikan Nunik, akan mampu mendukung terwujudnya Lampung menjadi Provinsi Layak Anak tahun 2020.

“Ini juga untuk menuju Provinsi Layak Anak, kita ingin semua elemen dan semua pihak turun tangan untuk mewujudkan hak-hak anak dan menjauhkan anak-anak kita dari kekerasan, dan kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk anak-anak di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Nunik menekankan bahwa apabila ada warga melihat kejanggalan perlakuan kepada anak, untuk langsung dilaporkan dengan pihak terkait dan juga pemerintah.

Karena menurut Nunik, pelaku kekerasan terhadap anak paling dekat justru pada lingkungan sekitarnya.

“Laporkan kepada kepala desa, camat, termasuk kita juga akan luncurkan hotline sehingga setiap saat bisa melapor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Bayana mengatakan untuk mewujudkan Lampung sebagai Provinsi Layak Anak, salah satu indikatornya yakni dengan adanya sekolah ramah anak dan juga puskesmas ramah anak.

“Salah satu indikator bahwa anak-anak yang berada dalam lingkungan sekolah itu tidak boleh yang namanya ada bullying diantara pelajar,” ujar Bayana.

Bayana juga menyebutkan terhadap penanganan kasus kekerasan kepada perempuan dan juga anak, pada tahun depan Provinsi Lampung akan menyediakan “Rumah Aman”.

“Bapak Gubernur dan juga Ibu Wakil Gubernur yang semangat mewujudkan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung ini Layak Anak dan juga ramah perempuan, di tahun mendatang kita akan memiliki satu rumah aman,” katanya.

Dijelaskan Bayana, dimana rumah aman ini diperuntukan bagi penanganan korban ketika mengalami tindak kekerasan akan dilakukan pendampingan.

“Disaat itulah proses hukum jalan dan dia akan diadakan pendampingan sampai dengan psikisnya benar-benar dinyatakan sehat, sambil menunggu langkah apa selanjutnya yang terbaik diambil untuk penanganan si korban,” ujarnya.

Bayana melanjutkan, bahwa Dinas PPPA juga memiliki psikolog yang merupakan bagian dari tim profesi yang ada pada Dinas PPPA untuk mendampingan psikis pada korban tindak kekerasan.

“Kita mempunyai 7 orang dimana selama ini setiap kasus mereka selalu turun. Setiap ada laporan yang disampaikan oleh Kabupaten/Kota kepada Provinsi, maka tim kita yang tergabung dalam tim profesi yang ada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi langsung turun untuk mengecek psikis korban,” katanya. (*)




Ketua Himpaudi Sambut Baik Akan Dibukanya UT di Kabupaten Pringsewu

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Kunjungan kerja Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A.ke Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten pada hari Selasa 16 juli 2019

Dalam Pertemuan tersebut juga menghasilkan sebuah kesepakatan kerjasama antara Universitas Terbuka dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Mengenai bentuk kerjasamanya akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut yang sekaligus akan dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU)

Ketua Himpaudi Umi Laila saat di konfirmasi melalu HP mengatakan, menyambut baik tentang akan adanya kerjasama pemerintah kabupaten pringsewu dengan Universitas terbuka tersebut.Rabu (17/7).

Umi laila menyatakan, bila memang kerjasama ini akan berjalan universitas terbuka akan berada di pringsewu hal tersebut sangat positif, karena yang kita ketahui sekarang bagi para guru SD,Paud,maupun para guru lainnya bila ingin melanjut kuliah ke perguruan tinggi di universitas terbuka harus menunggu jadwal di kabupaten mana di provinsi lampung ini .

“Para guru Sd,Paud,TK bila ingin mengikuti program sertifikasi guru mereka harus melengkapi persyaratan salah satunya harus mempunyai ijazah S.1 terlebih dahulu, tetapi bila Universitas terbuka berada di kabupaten pringsewu dan sesuai dengan jurusan yang mereka ambil adalah suatu kemudahan untu mereka kuliah,”Tuturnya.

Perlu kita ketahui untuk para guru terutama guru paud dan tk di kabupaten pringsewu, untuk nominal gajinya di bawah rata-rata, sehingga untuk melanjut ke jenjang perguruan tinggi di universitas terbuka tentunya memerlukan biaya yang sangat besar.

“Sebagai ketua Himpaudi di kabupaten pringsewu mengharapkan kerjasama dalam bentuk MUO, agar adanya subsidi dari pemerintah kabupaten pringsewu berupa bea siswa bagi para guru,guru paud dan guru tk yang strata ekonomi menengah ke bawah untuk melanjutkan kuliah ke universitas terbuka tersebut,”Jelasnya. (rez)




Plt. Bupati Resmikan BNI KCP Mesuji

TRANSLAMPUNG.COM, MESUJI – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mesuji, Saply TH., meresmikan Bank BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mesuji yang berada di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (16/07).

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Plt Bupati Saply didampingi Kepala BNI Kantor Wilayah Palembang, Dodi Widjayanto, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Lampung Aprianus John Risnad, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Tengah, Widodo, Kepala BNI Cabang Metro, Mus Adral, Kepala BNI KCP Mesuji Wayan, dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Mesuji.

Dalam dalam kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi aparatur desa dan tenaga honorer Pemda, penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan penyerahan bantuan coorporate social resposibility (CSR) BNI, serta simulasi transaksi perbankan.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Saply menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas dibukanya outlet Bank BNI KCP Mesuji yang merupakan outlet pertama Bank BNI di Kabupaten Mesuji.

Dia berharap dengan adanya Kantor Cabang Pembantu ini, akan lebih mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, khususnya bagi nasabah BNI.

“Selama ini nasabah BNI di Mesuji yang ingin bertransaksi, harus menempuh perjalanan jauh karena KCP Bank BNI yang terdekat adalah di Unit II Tulang Bawang yang jaraknya kurang lebih dua jam perjalanan dari sini, ataupun dengan memanfaatkan Agen 46 yang dimiliki BUMDes,” jelasnya.

Selain itu, dengan kehadiran outlet Bank BNI di Kabupaten Mesuji ke depan diharapkan juga mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perkembangan usaha sebagai motor penggerak perekonomian, salah satunya melalui program penyaluran kredit dan lain sebagainya.

“Semoga kehadiran Bank BNI Kantor Cabang Pembantu Mesuji berdampak positif bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Mesuji dan mampu menjadi bank pilihan masyarakat di Kabupaten Mesuji,” ucap Saply. (nar)




Polsek Sukoharjo Terima Penyerahan Senpira dan 11 Butir Peluru Aktif

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Upaya persuasif Polsek Sukoharjo Polres Tanggamus terkait kepemilikan senjata api rakitan di wilayah hukumnya akhirnya dapat membuahkan hasil.

Hal itu dengan datangnya seorang warga di Kecamatan Sukoharjo didampingi keluarganya menyerahkan sepucuk senjata api rakitan (Senpira) berjenis gengam laras pendek kemarin, Senin (16/7/19) sore.

Selain Senpira tersebut, pria 40 tahun berinisial A tersebut juga menyerahkan 3 butir amunisi aktif kaliber 5,56 × 45 mm dan 8 butir amunisi kaliber 7,62 × 39 mm.

Kapolsek Sukoharjo Polres Tanggamus Iptu Deddy Wahyudi, SH. mengungkapkan penyerahan dilaksanakan pada pukul 16.30 Wib, dimana sebelumnya Polsek Sukoharjo telah memberikan pengumuman kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas.

“Kemarin sore, kami menerima pemyerahan Senpira dari warga berikut 3 butir 3 butir amunisi aktif senapan serbu jenis SS 1 dan 8 butir amunisi senapan serbu AK-47,” ungkap Iptu Deddy Wahyudi dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM., Selasa (16/7/19) malam.

Dikatakan Iptu Deddy Wahyudi, berdasarkan keteragan Senpira berikut 3 butir amunisi tersebut dimiliki secara turun temurun dari keluarga dan selama ini di simpan di belakang rumah di gudang tempat penyimpanan barang bekas.

Lanjutnya, sedangkan 8 butir amunisi lainnya merupakan barang temuan di kebun miliknya sekitar 3 tahun yang lalu pada saat akan menanam pohon dan kemudian di simpan di lemari rumah.

“Alhamdulillah, hasil penggalangan yang dilakukan oleh kami beserta jajaran kepada masyarakat dan para Tokoh masyarakat,” kata Iptu Deddy.

Ditambahkan Kapolsek, saat ini Senpira berikut amunisi diamankan sementara di Polsek Sukoharjo yang nantinya diserahkan ke Polres Tanggamus.

“Sementara masih kami amankan di Polsek, menunggu perintah pimpinan guna pemusnahannya,” pungkasnya. (rez)




Sosialisasi Tentang Kawasan Kumuh Melalui Rembuk Visi Misi RPLP LKM Mitra Mandiri Kelurahan Pringsewu Utara

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Sosialisasi dari team kordinator kotaku ke masyarakat kelurahan pringsewu utara melalui RT dan RW tentang kawasan kumuh rembung visi misi RPLP LKM mitra mandiri kelurahan pringsewu utara untuk tahun 2019.bertempat di kantor kelurahan pringsewu utara, Selasa (16/7)

Acara ini di hadiri oleh team kordinator kotaku kabupaten pringsewu, lurah kelurahan pringsewu utara, babinsa kelurahan pringsewu utara, babinkantibmas kelurahan pringsewu utara,masyarakat kelurahan pringsewu utara melalui RT dan RW.

Kordinator kota kotaku kabupaten pringsewu Ridwan saat di wawancarai mengatakan, Sosialisasi ini dilaksanakan untuk masyarakat melalui RT/ RW agar melaporkan dan mendata tentang daerah masing-masing yang wilayah layak di bangun di anggaran program kotaku.

Ridwan menambahkan hal ini di lakukan agar tidak ada ke cemburuan sosial untuk pembangunan wilayah, karena perlu di ketahui selama ini team kordinator kotaku sering mendapat laporan warga bahwa pembangunan kotaku tidak merata ada yang telah di bangun dan ada yang belum di bangun.

“Semoga team kotaku setelah mendapat data dari RT dan RW tetang layaknya pembangunan di anggaran kotaku, tetapi tentu saja harus melewati 7 indikator, keteraturan bangunan,jalan likungan, air bersih,drenase lingkungan, sanitasi,pengelolaan sampah,proteksi kebakaran. Semua team kotaku akan turun bersama LKM dan SKM untuk mengecek langsung kelapangan apakah yang akan di bangun nantinya sesuai dengan unsur 7 indikator,”Jelasnya.

Di tempat yang sama saat di wawancarai ketua LKM kelurahan pringsewu utara Rachmadi mengatakan, pembangunan daerah kumuh yang berada di kelurahan pringsewu utara melalui anggaran dana kotaku telah sesuai dengan Surat keputusan yang langsung di tanda tangani oleh bupati kabupaten pringsewu H.Sujadi.

Rachmadi juga menjelaskan pembangunan wilayah kumuh kelurahan pringsewu utara melalui anggaran kotaku untuk di tahun 2019 yang akan di bangun antara lain likungan 2 rt 1,rt 2,rt 3,rt 4 pembangunan berupa drenase dan jalan rabat beton,begitu juga
Likungan 1 rt 6,likungan 5 rt 7.

“LKM di program kotaku perlu di ketahui kinerjanya sebagai dewan amanah pengambil keputusan ,pengambil kebijakan bukan sebagai pelaksana dan untuk KSM yang kinerjanya sebagai pelaksana di lokasi kegiatan,”Ujarnya.

“Bagi para KSM kelurahan pringsewu utara dalam pembangunan di daerah wilayah kumuh nanti untuk selalu menjaga mutu dan kuwalitas bangunan tersebut, bagi masyarakat memotipasi, mengawasi dan ikut memelihara program kotaku agar tetap bermanfaat untuk masyarakat khususnya wilayah kelurahan pringsewu utara,”Jelasnya.

Di tempat yang sama Salah satu masyarakat kelurahan pringsewu utara Ari saat di wawancarai mengatakan, sangat senang atas perhatian pemerintah untuk membangun daerah wilayah kumuh melalui program kotaku.

“Saya sebagai warga untuk mengusulkan dan memberi saran pembangunan infrastruktur memang sangatlah penting, tetapi perlu kita ketahui kabupaten pringsewu bila musim kemarau untuk kebutuhan air sangatlah kurang sehingga kalau di adakan kinerja pembuatan sumur bor di setiap RT dan penampungan air , semua hal itu sangatlah berarti di kebutuhan masyarakat sehari- hari,”Tegasnya. (rez)




Jambret HP Milik Siswi SMP, Seorang Pelajar SMK Natar Ditangkap Polsek Gading Rejo

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Seorang pelajar SMK kelas III warga Kecamatan Natar, Lampung Selatan berinisial DA (19) ditangkap petugas Polsek Gading Rejo Polres Tanggamus.

Pasalnya, dia dipersangkan atas perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan (jambret) berdasarkan laporan tanggal 04 Mei 2019, dengan pelapor berisinial Azzahra Amilia AS (13).

Pelapor masih duduk dibangku kelas 3 SMP di Kabupaten Pesawaran menjadi korban penjambretan oleh pelaku ketika melintas di Jalan Raya Pekon Klaten Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anton Saputra, SH. MH mengungkapkan, pelaku diamankan atas serangkaian penyelidikan laporan korban, keterangan saksi-saksi dan ciri-ciri pelaku dikuatkan barang bukti yang diamankan dari kantong celana pelaku.

“Berdasarkan hal tersebut, kemarin Senin, 15 Juli 2019 sekitar pukul 20.30 Wib, pelaku diamankan di Jl. Raya Branti Raya depan Bandara Raden Intan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan,” ungkap Iptu Anton Saputra dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Selasa (16/7/19) siang.

Iptu Anton Saputra menjelaskan, kronologis kejadian, yakni pada hari Sabtu (4/5/19) sekitar pukul 17.30 WIB, korban Azzahra Amilia AS (13) dan temannya mengendarai sepeda motor di jalan umum Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo.

Tiba tiba dari arah belakang datang dua orang berboncengan sepeda motor honda beat warna pink dan putih memepet sepeda motor korban.

“Dan saat itu pelaku yang dibonceng merampas hp yang dipegang korban, dan setelah itu kedua pelaku melarikan diri, akibatnya korban mengalami kerugian Handphone Vivo Y 91 warna blue black senilai Rp 1,9 juta,” jelasnya.

Dikatakan Iptu Anton Saputra, berdasarkan keterangan pelaku dalam penjambretan tersebut, pelaku melakukan kejahatan bersama seorang rekannya berinisial T beralamat di Kabupaten Pesawaran.

“Terhadap rekan pelaku masih dilakukan pengejaran dan ditetapkan DPO,” kata Iptu Anton.

Ditambahkannya, berdasarkan pengakuan pelaku, dia baru sekali melakukan kejahatan namun pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kejadian lain yang bisa saja dilakukan olehnya.

“Apabila masyarakat pernah menjadi korban penjambretan oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor Beat dengan ciri khusus motor warna Pink Bodi Belakang Warna Putih Polos yang telah diamankan,” imbuhnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti satu buah handphone merek Vivo Y 91 warna blue black dan satu unit sepeda motor honda beat warna pink dan putih dengan nomor polisi BE 3928 RN dimankan di Polsek Gading Rejo Polres Tanggamus.

“Atas kejahatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara dalam pengakuannya, pelaku mengatakan bahwa benar dia dan rekannya T yang melakukan jambret terhadap korban. Bahkan dia yang membawa motor sekaligus eksekutornya.

Namun dia berdalih, penjambretan baru sekali dilakukannya sebab ingin memiliki handphone, lantas handphone korban dipakai sementara handphone miliknya yang kurang bagus diberikan kepada T setelah menjambret.

Selain dipakai sendiri, menurutnya dia bosan dengan warna handphone sehingga memposting di facebook untuk tukar warna dengan netizen yang berminat.

“Benar saya yang melakukan, tapi saya pakai sendiri. Saya baru melakukan itu, Kemarin niatnya tukar melalui facebook,” ucap pria berbadan kurus tersebut. (rez)




Jalin Kerjasama, Wabup Pringsewu Lakukan Kunjungan Balasan ke Rektorat UT

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Pelaksanaan tugas kunjungan kerja Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. melakukan kunjungan ke Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/7).

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan sekaligus sebagai tindak lanjut dari pertemuan beberapa waktu lalu antara jajaran UT dengan Wakil Bupati Pringsewu di ruang kerja Wabup Pringsewu.

Saat di hubungan melalui whats app wakil bupati pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A.mengatakan,
Kunjungan kerja ini merupakan membalas kunjungan universitas terbuka pusat dan universitas lampung ke kabupaten pringsewu .

Wabupati pringsewu menambahkan kunjungan kerja ini juga untuk menjajaki kerjasama pendidikan tentang perguruan tinggi di universitas terbuka bagi warga masyarakat kabupaten pringsewu guna memberikan kesempatan bagi warga yang dengan kesibukan kerja tetapi masih ingin kuliah.

“Pada kesempatan tersebut,kunjungan kerja ini langsung di terima oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. beserta jajaran UT,”ungkap wabup

“Pertemuan tersebut juga menghasilkan sebuah kesepakatan kerjasama antara Universitas Terbuka dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Mengenai bentuk kerjasamanya akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut yang sekaligus akan dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU),” jelas wakil bupati H.Fauzi.

“Bagi warga pringsewu bila kesepakatan ini telah berjalan, Tidak ada kata terlambat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, gunakan kesempatan ini untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan universitas terbuka,” Ujar wabup (rez)




Bawa Senpi Illegal Tengah Malam, Pria Asal Wono Agung Ditangkap Polisi

TRANSLAMPUNG.COM, TULANG BAWANG – Polsek Penawartama bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang berhasil menangkap FA als A (28), yang membawa dan memiliki senpi (senjata api) rakitan dan amunisi aktif secara illegal.

Kapolsek Penawartama AKP M Taufiq mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, pelaku ditangkap hari Selasa (16/07/2019), sekira pukul 00.00 WIB, di jalan lintas, Kampung Bogatama, Kecamatan Penawartama.

“FA als A yang berprofesi wiraswasta, merupakan warga Kampung Wono Agung (Ipil), Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang,” tutur AKP Taufiq.

Penangkapan terhadap pelaku, merupakan pengembangan dari penangkapan pelaku SO als IY (26), yang berprofesi buruh, warga Kampung Sidoharjo, Kecamatan Penawartama yang telah lebih dahulu ditangkap hari Senin (15/07/2019), sekira pukul 23.00 WIB, yang tersangkut kasus curat (pencurian dengan pemberatan) Gedung Walet di Kampung Makarti Tama.

Menurut keterangan dari pelaku SO als IY kepada petugas, bahwa dirinya telah membuat janji dengan pelaku FA als A untuk bertemu dan akan melakukan aksi kejahatan bersama-sama.

Berbekal keterangan tersebut, petugas kami langsung menuju ke lokasi tempat bertemunya para pelaku. Setelah di pastikan ciri-ciri orang yang dimaksud adalah pelaku FA als A, petugas kami langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

“Saat dilakukan penggeledahan badan terhadap pelaku FA als A, ditemukan sepucuk senpi rakitan jenis revolver, warna putih, bergagang kayu warna kecoklatan berikut lima butir amunis aktif call 38 mm di dalam silindernya. Yang mana senpi tersebut diselipkan oleh pelaku di pinggang sebelah kirinya, selanjutnya pelaku berikut BB (barang bukti) dibawa ke Mapolsek Penawartama,” ungkap AKP Taufiq.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Penawartama dan akan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang larangan kepemilikan senpi dan amunisi illegal.

Dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. (*)