Pemprov Lampung Berkomitmen dalam upaya Pencegahan KDRT dan TPPO

TRANSLAMPUNG.COM-BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen dalam upaya pencegahan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), salah satunya dengan menggelar acara peningkatan kapasitas aparat penegak hukum (APH) dalam penanganan korban KDRT dan TPPO di Provinsi Lampung, yang dilaksanakan di Hotel Aston, Bandarlampung, Senin (19/8/2019).

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas aparat penegak hukum dalam menangani dan memberikan perlindungan terhadap perempuan korban KDRT dan TPPO,” ujar Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Bayana yang diwakili Sekretaris Dinas PPPA Provinsi Lampung Sri Hastuti.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Undang-undang tersebut merupakan dasar hukum dalam upaya penanganan dan pencegahan terhadap KDRT dan TPPO. “Dampak kekerasan yang komplek tentunya memerlukan penanganan yang komplek untuk memulihkan korban, dan pendampingan korban KDRT adalah penting sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak-hak korban,” jelasnya.

Lanjut, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki komitmen cukup tinggi dalam pemberantasan TPPO yang diwujudkan dengan diterbitkannya berbagai peraturan perundang-undangan, salah satunya adalah Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pembentukan Gugus Tugas dan RAD pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. “Alhamdulillah Pergub ini bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka menjamin terciptanya perlindungan hak-hak perempuan dan anak terhadap perdagangan orang di Provinsi Lampung,” jelas Sri Hastuti.

Namun masih ada kendala seperti belum tercapainya kesamaan persepsi di kalangan penegak hukum, mekanisme perlindungan bagi saksi dan korban, serta kooordinasi dalam pemenuhan hak korban yang mengalami trauma akibat kasus yang dialami. “Melalui pertemuan ini, diharapkan mampu meningkatkan kapasistas APH dalam penanganan KDRT dan TPPO. Diantaranya menyamakan persepsi dikalangan APH tentang penanganan kasus KDRT dan TPPO, meningkatkan kualitas pelayanan hukum oleh APH,” jelasnya.

Sri Hastuti berharap kepada stakeholder, instansi terkait dan seluruh masyarakat untuk bersama dengan Pemerintah turut berpartisipasi aktif dalam penanganan KDRT dan TPPO. Peran serta masyarakat dapat diwujudkan dengan memberikan informasi dan/atau melaporkan adanya KDRT dan TPPO kepada penegak hukum. (*)




Kebersamaan Pemprov Lampung dengan TP-PKK Wujudkan Rakyat Lampung Berjaya

TRANSLAMPUNG.COM-BANDARLAMPUNG—Kebersamaan Pemerintah Provinsi Lampung dengan seluruh kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP – PKK) diyakini mampu mewujudkan “Rakyat Lampung Berjaya”.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto usai melantik Wakil Ketua dan Anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan kesejahteraan Keluarga (TP – PKK) Provinsi Lampung masa Bhakti 2019 – 2024 Di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung Selasa, (20/8/2019).

Berdasarkan Surat  Keputusan Gubernur Lampung Nomor : G/614/V.12/HK/2019 Pj Sekda  secara resmi  melantik Ny. Mamiyani Fahrizal Darminto, Ny. Rika Hery Sulianto, Ny.Erna Suud Hanan, Ny. Dewi Ruskandi  diangkat sebagai  Wakil ketua I, II, III dan IV TP – PKK Provinsi Lampung bersama seluruh Anggota TP PKK Provinsi Lampung masa bhakti 2019 – 2024.

Dalam sambutan Pj. Sekda saat menyampaikan Sambutan tertulis Gubernur Lampung berpesan, gerakan PKK sebagai mitra Pemerintah memiliki nilai yang sangat strategis dalam membangun masyarakat.

Gerakan PKK memiliki  tanggung jawab moral untuk secara terus menerus mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai program prioritas sekaligus merupakan amanat yang harus  dilaksanakan hingga tingkat bawah.

Kemudian tantangan pembangunan daerah kedepan akan semakin berat, seperti layanan kesehatan yang belum merata, serta kesejahteraan yang belum merata hingga banyak kasus stunting dan gizi buruk, serta  “salah pergaulan” generasi muda dan anak-anak  yang harus diantisipasi dengan baik.

“Kepada semua pihak, khususnya seluruh kader PKK agar  memberikan perhatian serius pada potensi  ancaman penurunan kualitas kehidupan tersebut, dengan lebih mengaktifkan dan memberdayakan peran Posyandu dan DASAWISMA”, lanjut Fahrizal.

Sementara itu Ketua TP PKK Provinsi Lampung  Riana Sari Arinal dalam keterangan pers nya usai pelantikan menyampaikan PKK memiliki peran yang sangat strategis, dalam dalam pembangunan masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan YME.

Untuk merealisasikan program PKK mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pembinaan sampai fasilitasi, TP PKK Provinsi Lampung akan bekerja melalui  kelompok Kerja ( Pokja ) yang akan selalu berkoordinasi dan menjalankan fungsinya masing – masing.

Pokja I akan  menangani bidang Ketahanan keluarga, Pokja II bertugas meningkatkan usaha peningkatan pendapatan keluarga ( UP2K)  di tingkat rumah tangga sebagai pilihan dan merupakan langkah awal yang sangat penting.

“ Sebagai bagian terkecil dari sebuah masyarakat bangsa dan negara, keluarga merupakan penentu bagi baik atau tidaknya sebuah komunitas masyarakat bahkan bangsa dan negara”, jelas Riana Sari.

Kemudian dilanjutkannya di Pokja III terdapat hatinya PKK untuk memanfaatkan linkungan sekitar rumah menjadi lingkungan yang produktif sehat dan indah.

Sedangkan Pada pokja 4 Riana sari memilki perhatian khusus untuk menurunkan angka stunting, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota khususnya Dinas Kesehatan TP PKK Provinsi akan berkoordinasi untuk menangani stunting di Provinsi Lampung. disamping penangan permasalahan anak dan pemberdayaan Lansia agar menjadi lansia produktif dan mandiri.

“TP PKK siap menjadi mitra pemerintah, bersinergi dengan semua OPD terkait, dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Kami sadar TP PKK tidak bisa bekerja sendiri dan tidak akan sukses tanpa bersinergi dengan pemerintah,” pungkas Riana Sari.  (*)




Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Gelar Acara Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak

TRANSLAMPUNG.COM-SEKAMPUNG UDIK, Sehubungan dengan akan diadakannya Pemilihan Kepala Desa Serentak, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Gelar Acara Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019, Selasa (20/08/2019).

Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Wirham Riadi, Camat Sekampung Udik, Marga Sekampung dan Waway Karya, Plt Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD, Tabbari sebagai narasumber, Kepala Desa, Sekretaris Desa serta Panitia Pemilihan Kepala Desa dari tiga kecamatan.

Acara yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Sekampung Udik itu merupakan Sosialisasi hari kedua. Sosialisasi yang masuk dalam Zona 2 kelompok 3 ini terdiri dari 21 Desa dengan rincian diantaranya, Kecamatan Sekampung Udik 10 desa, Kecamatan Marga Sekampung 6 desa dan Kecamatan Waway Karya 5 desa. Masing-masing desa mengirimkan 5 peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, BPD, dan 2 orang lainnya.

Pendaftaran Bakal Calon akan terbagi dalam 2 gelombang. Untuk gelombang pertama akan dibuka dari tanggal 05 september – 12 september dan gelombang kedua akan dibuka pada tanggal 11 Oktober – 15 Oktober, sementara itu untuk pelaksanannya akan diselenggarakan pada 30 Oktober 2019 dan 10 Desember 2019.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Bupati Lampung Timur No. 23 Tahun 2019 Tentang: Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Timur No. 01 Tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa. Berkaitan dengan Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menetapkan melalui beberapa tahapan yakni, Persiapan, Pencalonan, Pemungutan Suara, Penetapan Kepala Desa terpilih

Lebih lanjut Wirham menyampaikan harapannya agar sosialisasi berjalan dengan baik.

“Supaya pemilihan kepala desa yang merupakan wujud pesta demokrasi oleh dan untuk masyarakat dapat berjalan baik dan kondusif untuk itu saya berharap kita semua sungguh-sungguh dalam mengikuti sosialisai ini”. Jelasnya

Dalam kesempatan yang sama Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari juga menyampaikan hal yang sama.

“berkaca pada pengalaman tahun lalu kita masih banyak kekurangan, untuk itu saya sangat berharap benar agar nanti bisa lebih cermat, jangan sampai kesalahan-kesalahan ditahun kemarin terulang ditahun ini.

Masih oleh Zaiful “Saya berpesan Kepada Panitia dan pengawas agar amanah dalam mengemban tugas ini, harus profesional tidak berat kepada salah satu calon serta bersifat netral” tegasnya.

Sesudah semua sosialisasi selesai disemua kecamatan Kadis PMD menginformasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan menyelenggarakan bimtek.

Pada tahun 2019 ini Kabupaten Lampung Timur akan melaksanakan Pilkades secara serentak di 264 desa pada 24 kecamatan. Jadi dalam rangka pemenuhan prinsip demokrasi, maka pelaksanaan Pilkades dilaksanakan dengan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dengan harapan penyelenggaraan Pilkades di Lampung Timur dapat berlangsung demokratis sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku dan menghasilkan pemimpin pemerintah desa yang berkualitas. (ris)




Simpan Narkotika di Dalam Saku Celana, Pemuda 18 Tahun Ditangkap Polisi

TRANSLAMPUNG.COM-TULANGBAWANG-Simpan dan Milik Narkotika Golongan I, pemuda berinisial HE (18), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Kahuripan Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

Kapolsek Banjar Agung Kompol Rahmin, SH mewakili PLH Kapolres Tulang Bawang AKBP Ronalzie Agus, SIK mengatakan, pelaku ditangkap hari Minggu (18/08/2019), sekira pukul 22.30 WIB, di Jalintim (jalan lintas timur), Unit 5, Kampung Kahuripan Jaya.

“Saat itu petugas kami sedang melaksanakan patroli rutin pencegahan kejahatan jalanan di Jalintim, lalu melihat seorang pemuda sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J warna biru tanpa plat nomor dengan gerak gerik yang mencurigakan,” ujar Kompol Rahmin, Selasa (20/08/2019).

Sepeda motor tersebut kemudian diberhentikan, lalu dilakukan penggeledahan terhadap pengendaranya. Petugas berhasil menemukan plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu yang disimpan oleh pelaku di saku kanan bagian depan celana jeans miliknya.

Dari hasil interogasi yang dilakukan petugas terhadap pelaku, sabu tersebut merupakan milik pelaku yang baru saja dibelinya dan belum sempat digunakan.

Adapun BB (barang bukti) yang disita oleh petugas dalam kasus ini berupa plastik klip kecil berisi sabu, sepeda motor Yamaha Mio J warna biru tanpa plat nomor dan celana jeans merk lois warna biru.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Banjar Agung dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.(als)




Semarak HUT RI ke- 74, Pemprov Gelar Malam Syukuran dan Pesta Rakyat

TRANSLAMPUNG.COM-BANDARLAMPUNG—Dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke- 74, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Malam Syukuran dan Pesta Rakyat, di Lapangan Korem 043/Gatam Enggal Bandarlampung, Senin (19/8/2019) malam.

Tidak tanggung-tanggung sederet artis ibu kota yakni Hijau Daun, Lesti Dangdut Academy dan Via Vallen. semakin memeriahkan acara. Gubernur Arinal bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal bahkan berduet dengan Lesti membawakan lagu Malam Terakhir. Duet juga dilakukan bersama Via Vallen dengan membawakan tembang berjudul Secawan Madu.

Warga terlihat antusias menyaksikan kemeriahan acara.

Diketahui, guna memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke- 74 Pemprov Lampung telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, seperti Donor Darah, Senam Masal dan Lomba Tradisional serta Lomba Kebersihan Toilet.

Selain itu, sederet kegiatan rangkaian HUT Kemerdekaan RI, seperti Rapat Paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan penyampaian remisi dari Menteri Hukum dan HAM.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 dapat kita laksanakan dengan sukses dan lancar,” ujar Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi saat acara itu.

Arinal melanjutkan bahwa seluruh masyarakat patut merasa bangga, karena peringatan HUT Ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019 ini menggema di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

“Termasuk pada malam ini kita sedang menghadiri acara Malam Syukuran yang berlangsung dengan khidmat,” katanya.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ini, kata Arinal, mengingatkan dan menggugah hati seluruh warga Indonesia akan nilai-nilai perjuangan para Pahlawan, baik yang telah gugur maupun yang masih hidup.

“Karena Kemerdekaan kita, merupakan hasil perjuangan Pahlawan yang telah korbankan jiwa dan raga. Para Pendiri bangsa Indonesia berjuang secara bahu membahu dengan segala keterbatasan dan tanpa mengenal perbedaan asal   usul untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Arinal mengajak warga masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan kegiatan yang positif guna kemajuan pembangunan bangsa.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat dan generasi muda untuk mampu mendukung pembangunan ini dengan sepenuhnya, melaksanakan aktivitas yang positif demi kemajuan bersama serta menjaga dan mensukseskan pembangunan di Provinsi Lampung yang saat ini terus dilaksanakan,” katanya.

Arinal juga mengajak kepada Bupati/Walikota, Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat, bersama-sama satukan tekad dan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata demi kemajuan Provinsi Lampung khususnya dan Indonesia umumnya.

“Mari berkomitmen untuk memberikan kemajuan disegala bidang pembangunan di Provinsi Lampung, karena pada prinsipnya pembangunan yang dilaksanakan saat ini dan yang akan datang, diperuntukan demi kesejahteraan masyarakat menuju Rakyat Lampung Berjaya,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal secara simbolis memberikan tali asih kepada 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Lampung karena dinilai telah sukses mengibarkan sang merah putih pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT RI ke- 74, di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (17/8/2019) lalu.

Tali asih ini merupakan hasil dari Pameran dan Lelang Lukisan yang diselenggarakan atas kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, Komunitas Pelukis Indonesia (Kompi) dan Novotel Lampung beberapa waktu lalu.

Selain tali asih, apresiasi juga diberikan kepada anggota Paskibraka berupa pemberian cinderamata.
(*)




Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri pengambilan sumpah janji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung

translampung.com-BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri pengambilan sumpah janji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung terpilih masa jabatan 2019-2024, di Gedung DPRD Kota Bandarlampung, Senin (19/8/ 2019).

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak semua anggota DPRD Kabupaten/Kota bergandengan tangan dan merapatkan barisan menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat untuk Lampung yang lebih aman, berbudaya sejahtera dan berdaya saing.

Menurut Arinal, Kepala Daerah dan DPRD adalah mitra sejajar, karena sesuai UU, DPRD mempunyai fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

Sedangkan Kepala Daerah dan Anggota DPRD sama- sama dipilih oleh rakyat dan harus bekerja untuk rakyat dalam meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik.

Gubenur juga mengucapkan “Selamat Bekerja” kepada para anggota DPRD Kabupaten/ Kota yang baru saja dilantik, disertai harapan agar dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan pula terima kasih dan penghargaan kepada para anggota DPRD masa jabatan tahun 2014-2019 atas pengabdian dan jasa-jasa kepada Bangsa dan Negara, khususnya Kota Bandar Lampung,” kata Gubernur.

Dari 50 nama anggota DPRD periode 2014-2019, hanya ada 20 anggota DPRD wajah lama, sedangkan 30 anggota DPRD merupakan wajah baru.

Salah satu yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilu legislatif 2019 adalah anggota Legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Wiyadi yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bandarlampung Sementara.

Wiyadi akan didampingi Wakil DPRD Kota Bandarlampung sementara dari Partai Gerindra yaitu Aderly Imelia.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPRD Kota Bandarlampung Nettyliana Sukri mengungkapkan, dari total 50 anggota DPRD Bandarlampung yang diambil sumpah dan janji, sebanyak tiga orang di antaranya izin tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan ibadah haji, ketiganya yakni Irfan Setiawan dari Fraksi -PDIP, Abdul Salim, dan Abdul Malik dari Fraksi –PAN.
Hadir dalam acara pengambilan sumpah janji anggota, Wali Kota Bandarlampung Herman HN, Wakil Walikota Yusuf Kohar, dan unsur Forkopimda Kota Bandarlampung.

Berikut nama-nama anggota DPRD Kota Bandarlampung terpilih periode 2019-2024, PDIP 9 Kursi: Fandi Tjandra, Dedi Yuginta,Hanafi Pulung, Wiwik Anggraini, Sri Ningsih, Rakhmad Rafindra, Wiyadi, Irpan Setiawan, dan Endang Asnawi.

Gerindra 7 Kursi yaitu Dafryan Anggara, Rizaldi Adrian, Aderly Imelia Sari, Darma Setyawan, Achmad Riza, M Darwansyah, dan Ilham Alawi (Gerindra).

Partai Keadilan Sejahtera 6 Kursi, yaitu Yuni Karnelis, Sofyan Sauri, Aep Saripudin, Sidik Effedi, Agus Djumadi, dan Handrie Kurniawan (PKS).

Partai Amanat Nasional 6 Kursi, yakni Abdul Malik, Edison Hajar, Hadi Tabrani, Erwansyah, Abdul Salim, dan Raka Irwanda.

Partai Golkar 6 Kursi yaitu Beni Mansyur, Yuhadi, Ali Wardhana, Isfansa Mahani, Heti Friskatati, dan Indrawan.

Partai Nasdem 5 Kursi yaitu, Naldi Rinara, Tig Eri Prabowo, Misgustini, Afrizal, Pepy Asih dan Wulandari.

Partai Demokrat 5 Kursi yakni Agusman Arief, Mungliana Susanto, Pebriani Piska, Hendra Mukri, dan Agus Purwanto.

PKB 3 Kursi yaitu M. Rolland, Taufik Rahman, Robiatul dan Adawiyah. Perindo 2 Kursi: Susanti dan Nifsu Apriana. PPP 1 Kursi yaitu Pandu Kusuma Dewangsa. (*)




Pakai Kalung Besar-besar Dapat PKH, Wabub : Bikin Malu

translampung.com-Lampung Barat – Program Keluarga Harapan tidak tepat sasaran, Pemkab Lampung Barat (Lambar) usulakan lebelisasi rumah yang tidak layak menerima program tersebut.

Selama ini PKH di Lambar menuai kritikan disebabkan tidak tepat sasaran “banyak masyarakat protes, pakai kalung besar-besar dapat PKH ini menjadi kecemburuan masyarakat, ” ucap Wabub Lambar Drs. Hi. Mad Hasnurin M.M., saat membuka rapat Kordinasi TKPKD di Aula Bappeda Pemkab setempat.

Menurutnya, langkah yang tepat lebelisasi rumah yang mendapatkan PKH sehingga yang tidak layak mendapatkan malu, ini juga disebabkan data program bantuan tersebut tidak tepat. langkah kedepan data masyarakat miskin benar-benar dilaksanakan dengan hati-hati.

Sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar dirasakan, “Lambar ini sebenarnya tidak miskin, orangnya makan cukup jadi tidak miskin amat,” ungkapnya. Selasa (20/8). (Safri)




Kapolsek Rawa Jitu Selatan : Berikut Kronologis Korban MD Tersetrum Listrik

TRANSLAMPUNG.COM-TULANGBAWANG-Polsek Rawa Jitu Selatan melakukan indentifikasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki yang MD (meninggal dunia) akibat tersetrum listrik.

Kapolsek Rawa Jitu Selatan Iptu Mahbub Junaidi mewakili PLH Kapolres Tulang Bawang AKBP Ronalzie Agus, SIK mengatakan, peristiwa tersebut terjadi hari Senin (19/08/2019), sekira pukul 18.30 WIB, di Blok 15 Jalur 48, Kampung Bumi Dipasena Abadi.

“Adapun indentitas korban yaitu Manto Sipakkar (43), berprofesi tambak, warga Blok 15 Jalur 49, Kampung Bumi Dipasena Abadi, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Junaidi, Selasa (20/08/2019).

Kejadian bermula ketika korban akan memperbaiki arus listrik menuju ke rumahnya yang mati lampu, korban mengajak saksi Andi Situngkar (33), merupakan tetangga korban yang rumahnya berjarak 100 meter untuk mengecek aliran listrik tersebut.

Korban lalu menyebrang ke lokasi dengan cara berenang sedangkan saksi menyebrang dengan menggunakan sampan yang ada di rumahnya. Ketika saksi sampai di tempat mesin pompa air tambak, korban sudah dalam keadaan terbaring di tanah dengan bagian dada sebelah kiri korban sudah menempel kabel aliran listrik.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung meminta pertolongan kepada warga dan aparatur kampung, petugas kami yang mendapatkan informasi tentang kejadian ini langsung berangkat menuju ke TKP. Setelah sampai di TKP, petugas bersama masyarakat langsung membawa korban menuju ke Puskesmas.

Saat tiba di puskesmas, petugas medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan korban dinyatakan sudah MD. Kuat dugaan penyebab MD nya korban karena tersetrum aliran listrik serta pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Pihak keluarga korban juga sudah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap korban.(alm)




Bupati Hadiri Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Masa Bhakti 2019-2024

translampung.com-Lampung Timur-Bertempat di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Lampung Timur, Senin (19/08/2019).Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Timur dalam acara Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur Masa Bhakti 2019-2024.

Pelantikan Anggota DPRD Lampung Timur hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 itu, dihadiri 49 anggota dari 50 anggota terpilih. Sedangkan 1 anggota yang tidak mengikuti proses pelantikan/pengambilan sumpah tersebut, adalah atas nama Suminah, yang berasal dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Diketahui Suminah tidak dapat hadir dikarenakan yang bersangkutan izin sedang menunaikan Ibadah Haji.

Sebelum pengambilan sumpah jabatan terhadap anggota DPRD terpilih, Plh Sekretaris Dewan, Mansyursyah membacakan SK pemberhentian anggota DPRD Lampung Timur masa jabatan 2014-2019 yang dilanjutkan dengan melantik 50 anggota DPRD Lampung Timur terpilih untuk priode 2019-2024, dengan SK Gubernur No G/569/B.01/HK/2019/ tanggal 12 Agustus 2019 tentang peresmian pengangkatan anggota DPRD Lampung Timur masa jabatan 2019-2024.

Pengambilan sumpah dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri Sukadana, Achmad Irfir Rochman. Ke 50 anggota DPRD terpilih yang dilantik diambil sumpah berdasarkan agama masing-masing yang mana dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah yang diwakili oleh Yusran Amirullah untuk agama Islam, Nyoman Sariyasa untuk agama Hindu, dan Antonius Gatot Suyarso untuk agama Katolik.

Dalam penyampaiannya membacakan sambutan Gubernur Lampung, Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari menyampaikan “Kita ketahui bersama bahwa kepala daerah dan DPRD adalah mitra sejajar dimana DPRD memiliki fungsi legislasi anggaran dan pengawasan. Kepala daerah dan DPRD sama sama dipilih oleh rakyat sehingga kita harus bekerja untuk rakyat untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik”.

“Untuk itu saya mengajak kita semua anggota DPRD kabupaten/kota untuk bersama-sama kita bergandengan tangan dan merapatkan barisan guna menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat untuk Lampung yang lebih aman, berbudaya, sejahtera, dan berdaya saing. Mari kita niatkan bakti kita selama lima tahun ini sebagai ibadah dan bakti kepada masyarakat Lampung”.

Dalam acara tersebut diumumkan pula Ketua dan Wakil Ketua DPRD Lampung Timur sementara yang berasal dari PDIP atas nama Ali Johan Arif dan Akmal Fathoni dari PKB sebagai Wakil Ketua DPRD Lampung Timur yang dilanjutkan dengan penyerahan palu sidang kepada ketua DPRD Lampung Timur sementara Ali Johan Arif dari Wakil Ketua DPRD Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.

Menyampaikan sambutannya selaku Ketua DPRD Lampung Timur sementara, Ali Johan Arif mengajak seluruh masyarakat Lampung Timur untuk meningkatkan kebersamaan membangun Kabupaten Lampung Timur.
“Kepada seluruh komponen masyarakat lampung timur saya mengajak marilah kita tingkatkan kebersamaan merapatkan barisan, samakan persepsi dalam membangun Kabupaten Lampung Timur yang kita cintai ini”. (ris).




Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan PLTSa

TRANSLAMPUNG.COM-BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan PLTSa. Salah satunya dengan menyusun draft personalia kelompok kerja (pokja) percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Ada 5 (lima) pokja dalam percepatan pembangunan PLTSa diantaranya pokja lingkungan, pokja teknis pengolahan sampah, pokja ekonomi, pokja energi listrik, dan pokja kelembagaan dan hukum,” jelas Pj.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto. Hal itu disampaikan ketika melakukan kick off meeting percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTLSa), di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Lampung, Senin (19/8/2019).

Kick off meeting ini sebagai langkah awal dalam memulai pembangunan PLTSa di Provinsi Lampung.

Pj. Sekda menjelaskan kelima pokja tersebut memiliki tugasnya tersendiri. Pokja lingkungan memiliki tugas dalam pengkajian kuantitas dan kualitas sampah, persebaran dan transportasi sampah, Pokja teknis pengolahan sampah mengkaji terkait teknologi pengolahan sampah, standard teknologi. “Pokja Ekonomi yang berkaitan dengan kajian pembiayaan. Pokja Energi listrik berkaitan dengan kelistrikan, dan Pokja kelembagaan dan hukum berkaitan dengan koordinasi kelembagaan,” jelas Fahrizal.

Terkait pengelolaan sampah, Fahrizal menjelaskan bahwa terdapat banyak peraturan yang mengatur terkait pengolahan sampah, mulai dari Undang-undang, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, termasuk Perpres Nomor 35 Tahun 2018. “Dalam Perpres 35 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, serta mengurangi volume sampah secara signifikan. Pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir melalui pengurangan sampah dan penanganan sampah. Dan pengelolaan sampah menjadi sumber daya untuk mendapatkan nilai tambah sampah menjadi energi listrik,” tambahnya.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenkomaritim Dedy Miharja menjelaskan bahwa Lampung merupakan salah satu daerah yang ditargetkan menjadi pilot project pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energy listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Dan melalui kick off meeting ini diharapkan pembangunan PLTSa Lampung dapat segera dilakukan. “Melalui kick off meeting ini, semua unsur yang terlibat dalam pokja harus saling bersinergi dan berkomunikasi dalam rangka melakukan percepatan pembangunan PLTSa,” jelas Dedy. (*)