PC IPNU Gelar Buka Bersama,Mustofa: IPNU Gambaran NU Masa Depan.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari Tulang Bawang (TUBA) dan Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, gelar acara Safari Ramadhan dengan mengkhatamkan Al-qur’an dan Buka bersama di masjid Nur Agung Banjar Agung.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Olahraga PC IPNU Tubaba Agus Mustofa, kepada tranalampung.com melalui pesan WhatsApp pada (20/5/2019) Pukul 0819 Wib.

“Acara tersebut digelar pada hari Minggu 19 mei 2019, Dalam acara tersebut juga diisi dengan tausiah agama oleh Ustadz Hasan Asyrofi,S.pd Al-hafidz.” Kata Agus Mustofa saat dikutip translampung.com.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh bagian kaderisasi PC IPNU Tubaba Kamil, dan ketua PC IPNU Tuba Lukman Hakim. Menurut Lukman Hakim kegiatan berorganisasi sangat penting sebagai modal seorang pemimpin.

“Sebagai kader kenapa kita harus bangga berproses organisasi IPNU IPPNU ini?Ngurusi IPNU IPPNU berarti juga ngurusi NU. IPNU masa kini, adalah gambaran NU masa depan, disetiap langkah kita diorganisasi ini Insya Allah mendapat pahala.” Kata Lukman Hakim dalam sambutannya.

Lanjut dia, Tidak ada orang besar yang tidak berorganisasi, Karena diorganisasi kita diajarkan memobilisasi massa, manajemen waktu, keuangan dan lainnya.

“Yang terpenting dari berorganisasi adalah komunikasi. Jadi mari kita upayakan antara satu kader dengan yang lain saling memberi perhatian dan support agar sama-sama betah dan semangat dalam berproses.” Imbuhnya. (Dirman)

 




Dugaan Realisasi Pembangunan DD Tiyuh Karta Raharja Bermasalah.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Satu diantara realisasi pembangunan Dana Desa (DD) Tiyuh (DESA) Karta Raharja, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, tahun 2018 diduga bermasalah.

Hal tersebut pasca Kepala Tiyuh setempat melakukan pembangunan jalan Onderlagh diatas lahan Perairan saluran Irigasi Way Rarem Lampung Utara (LAMPURA), yang notabene milik Balai Besar. Diduga, sebelumnya tanpa persetujuan pihak terkait.

Menurut Kepala Tiyuh Karta Raharja Rudi, saat dihubungi Via telepon beberapa waktu lalu menyatakan. Saat ditanya berapa total anggaran DD 2018 yang terserap untuk bangunan fisik tersebut, Rudi terkesan belum paham secara detail berapa besaran anggaran. Pastinya, seluruh bangunan fisik tersebut menggunakan DD tiga tahap, yakni tahap pertama, kedua dan ketiga.

“Pembangunan fisik DD Tiyuh Karta Raharja tahun 2018 itu diimplementasikan untuk Pembangunan Onderlagh sepanjang 1 kilometer yang kita bagi di tiga RK diantaranya, Rk3 sepanjang 200M, Rk8 300M dan Rk7 500M. Selain itu, kami juga melakukan pembangunan Drainase 200M dan Gorong-gorong 2 unit di RK3 lingkungan pasar.” Kata Rudi, kepada translampung.com.

Kemudian dilanjutkan pembangunan jambanisasi WC sejumlah 10 unit, yang terbagi dari RK1 sampai Rk8. Bahkan, juga dilakukan penggalian siring sepanjang 200M di Rk7 dan Rk8 untuk pendamping jalan Onderlagh.

“ Selain dari itu DD Karta Raharja tahun 2018 juga direalisasikan untuk Pemberdayaan Tiyuh.” Jelasnya.

Menanggapi itu, Kepala Bagian (KABAG) Hukum Pemkab Tubaba Sofyan Nur menjelaskan. Setiap pembangunan yang dilakukan baik Pemkab pun Pemerintah Tiyuh tentunya berdasarkan kewenangan masing-masing.

“ Membamgun itu bedasarkan kewenangan. Contoh jalan provinsi saja tidak dapat dilakukan pembangunan oleh Kabupaten. Apalagi jalur irigasi milik Balai Besar yang dibangun jalan Anderlagh oleh Tiyuh menggunakan DD, mereka sudah melebihi batasan. Terkecuali ada rekomendasi langsung dari pihak Balai Besar dan Gubernur.” Kata Sofyan saat dijumpai di ruang kerjanya.

Sementara itu, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan. Pihaknya membenarkan pembangunan DD Tiyuh setempat diatas lahan jaringan irigasi milik Balai Besar. Bahkan menurutnya, pembangunan dan realisasi DD Tiyuh Karta Raharja tahun 2017 nyaris tidak memiliki pembangunan. Pasalnya, DD tersebut sebatas direalisasikan untuk pembangunan drainase di lingkungan pasar Karta Raharja Tiyuh setempat.

“ Tahun 2017 sebatas membangun drainase lingkungan pasar selain itu tidak ada, bahkan saat pencairan DD diduga dilakukan oleh Kepala Tiyuh itu sendiri tanpa melibatkan bendahara Tiyuh.” Imbuhnya pada (19/5/2019) pukul 17.54 Wib.

Berdasar pantauan translampung.com dilokasi beberapa pekan lalu, pembangunan jalan Onderlagh di atas jalur irigasi Tiyuh Karta Raharja terletak di Rk3, dengan lebar 2,5 M dan panjang sekitar 200 M, bahkan susunan batu Onderlagh tersebut diduga asal jadi bahkan tidak di gilas menggunakan alat berat.(Dirman)

 




Selama Sepekan Masjid Baitus Shobur Gelar Pesantren Kilat Ba’da Ashar.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Selama sepekan, pelaksanaan pesantren kilat di Masjid baitus shobur, Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung. Tanamkan, dasar keagamaan juga nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Ustadz pengajar kepada seluruh peserta pesantren kilat siswa, siswi SMA sederajat juga umum.

Menurut Agus Mustofa, selaku Ketua koordinasi acara pesantren kilat saat dihubungi translampung.com via telepon pada (18/5/2019) pukul 10.00 Wib menyatakan. Kegiatan tersebut suatu bagian rutinitas keagamaan pada bulan suci ramadhan 1440 H.

“Kegiatan pesantren kilat ini kita selenggarakan selama seminggu, dimulai pada tanggal 15 sampai 21 Mei. Untuk pelaksanaannya itu setiap setelah waktu sholat Ashar.” Kata Agus Mustofa saat dikutip translampung.com.

Lanjut dia, Kegiatan tersebut menjadi kegiatan positif bagi masyarakat, selain mempelajari ilmu agama seperti Mengaji, Aqidah, dan Fiqih, juga sebagai sarana menjalin Ukhuwah Islamiyah bagi masyarakat Tubaba khususnya.

“Ya kalau untuk materi yang diajarkan pada pesantren kilat ini tentang keagamaan dan nilai-nilai kebaikan yang dibawakan oleh pak Ustadz.” Imbuhnya (Dirman).




Pimpin Tim III Safari Ramadhan Sekda Serahkan Bantuan Untuk Masjid.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Sekretaris daerah (SEKDA) Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, Herwan Sahri, menyerahkan bantuan pemkab setempat kepada pengurus Masjid secara simbolis pada hari ke 11 Ramadhan 1440 H.

Bantuan dana sebesar Rp10 juta tersebut diserahkan langsung Sekdakab Tubaba selaku pimpinan tim III Safari ramadhan terhadap pengurus Masjid di Tiyuh (Desa) Margasari, Kecamatan Batu Putih Kabupaten setempat pada (16/5/2019) pukul 17.00 Wib.

Menurut Sekda, pada kesempatan kunjungan Safari tersebut pemkab Tubaba berjanji akan menjadikan kondisi jalan di Tiyuh setempat sebagai catatan khusus.

“ Apa yang menjadi harapan masyarakat saat ini terkait kondisi jalan poros setempat akan dijadikan bahan pertimbangan dan catatan khusus Pemkab. Karena saat ini APBD kita juga sedang dalam tahap perencanaan, semoga dapat segera teratasi.” Kata Sekda dalam sambutanya saat dikutip translampung.com

Sementara itu, acara tersebut dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainya. Mulai dari pemberian bantuan Dana Pembinaan untuk kegiatan Masjid, Tausiah oleh Ustad, dan kegiatan lainya. (Dirman)

 




Selain Uang Tunai 31 Juta, Pemkab Tubaba Fasilitasi Pengobatan Mario.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, memberikan bantuan berupa uang tunai dan sejumlah fasilitas pengobatan untuk Mario (2,5) warga Daya Asri yang menderita penyakit kanker usus dan gizi buruk.

Bantuan yang diserahkan oleh Sekretaris dinas Kesehatan Tubaba Majril, M.Kes dan Kepala Dinas Sosial M.Rasidi,SH, serta didampingi Kepala Puskesmas Daya Murni H.Yulizir berupa uang tunai sebesar Rp31,6 juta.

Menurut Majril,  bantuan yang diberikan adalah partisipasi dari sejumlah pejabat daerah yang diinstruksikan Bupati Tubaba Umar Ahmad untuk turut meringankan beban keluarga Mario.

“Kami berupaya meringankan beban keluarga, semoga keluarga Mario tetap sabar, dan tetap berupaya agar bisa sembuh.” kata Majril usai memberikan bantuan terhadap translampung.com pada (17/5/2019)

Lanjut dia, selain bantuan berupa uang sebesar kurang lebih Rp31.600.000. Pemerintah Tubaba melalui dinas kesehatan juga akan mengalihkan kepesertaan BPJS yang semula mandiri menjadi peserta BPJS PBID untuk Mario dan kedua orang tuanya serta kakek dan neneknya.

“Kita juga akan cek kartu BPJS yang digunakan keluarga Mario, kalau kelas 3 nanti akan kita tingkatkan melalui pembiayaan pemerintah daerah, semua diberikan dengan gratis.” Jelasnya.

Majril menjelaskan, sebelum Mario dirujuk ke RS Imanuel dan RSCM, pihak dinas Kesehatan melalui Puskesmas Daya Murni telah mendapat informasi dari masyarakat setempat, namun saat mengunjungi rumah orang tua Mario, pasien telah dibawa keluarga ke RS Imanuel.

“Jadi satu minggu yang lalu kami mendapat informasi tentang Mario, lalu dinas kesehatan dan tim medis langsung turun ke rumah Mario, tetapi saat tiba di rumah Mario, kami tidak menemukan Mario lagi karena sudah dibawa keluarga ke Bandar Lampung hingga RSCM. Tetapi, Pemerintah daerah tetap akan memberikan bantuan yang terbaik untuk Mario dan keluarga.” Ungkapnya.

Sementara itu, ungkapan terima kasih disampaikan keluarga Tohap dan Melnia orang tua Mario, atas perhatian dan bantuan dari seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Tubaba.

“Kami ucapkan terimakasih banyak, hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan semua, atas bantuan yang telah diterima oleh keluarga Mario, ini  benar-benar sangat dibutuhkan. Kami saat ini sedang berada di RSCM, barusan ditelpon kakek Mario dari Tubaba, bahwa utusan pemerintah daerah telah memberikan bantuan dan sedang mempersiapkan berbagai fasilitas pengobatan.” Imbuh Debora pukul 16.54 Wib (Dirman)

 




Pembentukan PK IPNU Dan IPPNU Di Seluruh SMA Dan SLTA Se Tubaba.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Organisasi Masyarakat Nahdlatul Ulama (ORMAS NU) Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, melakukan Pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) disetiap SMA, SLTA se Kabupaten setempat.

Hal tersebut diungkapkan Panitia sekaligus Ketua Bidang Olahraga dari PC IPNU Agus Mustofa, saat dihubungi translampung.com via telepon pada (16/5/2019) pukul 11.40 Wib.

Menurut Agus, pembentukan tersebut bertujuan agar setiap sekolah SMA, SLTA di kabupaten Tulangbawang Barat Memiliki Pimpinan komisariat IPNU dan IPPNU.

“Kegiatan pembentukan PK IPNU dan IPPNU telah dimulai dari kemarin di SMAN 2, sementara hari ini kita sedang membentuk PK IPNU dan IPPNU di MAN 1 Mulya kencana Kabupaten Tubaba.” Kata Agus mustofa saat dikutip translampung.com.

Lanjut dia, pembentukan saat ini merupakan pembentukan dasar terlebih dahulu yaitu PK, lalu nanti akan naik ke tingkat lebih tinggi Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan terakhir Pimpinan Cabang (PC).

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan baik. Adapun acara pembentukan PK hari ini dimulai dari jam 10.30 Wib yang dihadiri juga oleh Kepala Sekolah, Dewan Guru, Murid MAN 1 Tubaba, dan Panitia dari Ormas. Diketahui, untuk setiap acara pembentukan PK IPNU dan IPPNU ini cuma sehari, dan kedepannya akan berkelanjutan.” Imbuhnya (Dirman).

 




Tanggap Kondisi Mario, Bupati: Bentuk Tim Pendamping Seluruh SKPD Bantu Pasien.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Menanggapi kondisi Mario (2.5) tahun sangat memprihatinkan, seorang Balita warga Tiyuh (Desa) Daya Asri Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, divonis dokter terkena infeksi usus hingga gizi buruk, Bupati Umar Ahmad segera bentuk Tim pendampingan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Tubaba Umar Ahmad melalui pesan tertulisnya Via Whatsapp pada (15/5/2019) pukul 21.00 Wib.

Menurut Bupati, sebelumnya pemkab Tubaba telah mendengar kabar kondisi pasien Mario dari berbagai sumber. Bahkan menurutnya, pihak Dinas Kesehatan (DINKES) melalui Puskesmas setempat telah tiga kali mengunjungi kediaman pasien.

“ Ini soal kemanusiaan, oleh sebab itu saya akan segera membentuk Tim pendampingan kepada Pasien.” Kata Bupati saat dikutip translampung.com.

Hal senada diamini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba Iwan Mursalin. Ungkapnya, seluruh Kepala SKPD telah diperintahkan Bupati untuk membantu Pasien dengan bentuk apapun secara ikhlas.

“Sebenarnya bantuan ini pribadi dari masing-masing individu kepala SKPD atas perintah pak Bupat. Semoga apa yang kita berbuat untuk kebaikan dapat menjadikan ladang ibadah kita bersama.” Imbuhnya.

Berdasar pantauan translampung.com. Balita tersebut adalah buah hati dari pasangan suami istri (PASUTRI) Tohap (37) dan Melnia (35), kini Mario telah dirujuk dan tampak terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada (16/5/2019) pukul 09:00 Wib. (Dirman)

 




Mario Balita Gizi Buruk Dan Perut Terbuka Harapkan Bantuan Bupati Tubaba.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Mario (2.5) tahun, seorang Balita warga Tiyuh (Desa) Daya Asri Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  mengalami infeksi usus hingga gizi buruk, mengharapkan uluran tangan dermawan juga Pemkab Tubaba.

Diketahui Balita tersebut adalah buah hati dari pasangan suami istri (PASUTRI) Tohap (37) dan Melnia (35), kini Mario telah dirujuk dan tampak terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada (16/5/2019) pukul 09:00 Wib.

Menurut penuturan Debora (38) selaku tante dari Mario, bahwa keponakannya sakit sejak bulan Desember 2018 lalu, dan telah menjalani Operasi pada bagian perut hingga dua kali.

“Awal Desember 2018, Mario mengalami sakit perut dan kembung, lalu berobat ke bidan Aceh yang terdapat di Margo Dadi, karena tidak ada perubahan lalu berobat ke klinik dr.Edi Winarso, pada saat disitu Mario sudah dehidrasi, lalu secepatnya kami rujuk ke RS Harapan Bunda di Lampung Tengah, dan masuk ruang ICU, namun tidak ada tindakan medis, dan kami kembali minta rujuk ke RS Imanuel Bandar Lampung.” Kata Debora terhadap translampung.com melalui sambungan teleponnya.

Lanjut dia, setelah masuk RS Imanuel, Mario mendapatkan tindakan Operasi hingga dua kali, dan dirawat diruang ICU.

“Setelah keluar dari ruang ICU pada RS Imanuel, Mario divonis terkena Gizi buruk, lalu dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, dan dirawat di sana, setelah dirawat, Mario diperkenankan untuk pulang, meski keadaanya tidak memungkinkan.” Jelasnya.

Lebih jauh Debora katakan., proses pengobatan Mario sejak Desember 2018 hingga April 2019, hanya mengandalkan kartu BPJS yang dibuat orang tua Mario sejak Mario baru lahir, dengan iuran pribadi.

“pada April 2019, Mario kembali dirujuk ke RS Imanuel karena dehidrasi dan mengalami infeksi pada usus hingga perutnya bolong, apa yang dimakan semua keluar karena ususnya bolong, sehingga dari Imanuel, Mario dirujuk ke RSCM dan baru hari ini pada (16/5/2019) masuk RSCM, atas perjuangan keluarga dan bantuan dari lembaga sosial di provinsi dan Jakarta.” Tuturnya.

Kendati demikian Debora akui, hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba belum pernah memberikan bantuan dengan bentuk apapun.

“Keluar kami sudah sering didatangi orang-orang yang ingin membantu agar Pemerintah daerah Tubaba bisa memberikan bantuannya, tapi semuanya tidak ada yang membuahkan hasil. Kondisi saat ini kami sangat membutuhkan bantuan, seperti kebutuhan Mario untuk Pampers, Kain Kasa dan lainnya. Kami sangat berharap Bupati Tubaba H.Umar Ahmda dapat membantu keluarga kami.”  Imbuhnya (Dirman)

 




Mario Balita Gizi Buruk Dan Perut Terbuka Harapkan Bantuan Bupati Tubaba.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Mario (2.5) tahun, seorang Balita warga Tiyuh (Desa) Daya Asri Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  mengalami infeksi usus hingga gizi buruk, mengharapkan uluran tangan dermawan juga Pemkab Tubaba.

Diketahui Balita tersebut adalah buah hati dari pasangan suami istri (PASUTRI) Tohap (37) dan Melnia (35), kini Mario telah dirujuk dan tampak terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada (16/5/2019) pukul 09:00 Wib.

Menurut penuturan Debora (38) selaku tante dari Mario, bahwa keponakannya sakit sejak bulan Desember 2018 lalu, dan telah menjalani Operasi pada bagian perut hingga dua kali.

“Awal Desember 2018, Mario mengalami sakit perut dan kembung, lalu berobat ke bidan Aceh yang terdapat di Margo Dadi, karena tidak ada perubahan lalu berobat ke klinik dr.Edi Winarso, pada saat disitu Mario sudah dehidrasi, lalu secepatnya kami rujuk ke RS Harapan Bunda di Lampung Tengah, dan masuk ruang ICU, namun tidak ada tindakan medis, dan kami kembali minta rujuk ke RS Imanuel Bandar Lampung.” Kata Debora terhadap translampung.com melalui sambungan teleponnya.

Lanjut dia, setelah masuk RS Imanuel, Mario mendapatkan tindakan Operasi hingga dua kali, dan dirawat diruang ICU.

“Setelah keluar dari ruang ICU pada RS Imanuel, Mario divonis terkena Gizi buruk, lalu dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, dan dirawat di sana, setelah dirawat, Mario diperkenankan untuk pulang, meski keadaanya tidak memungkinkan.” Jelasnya.

Lebih jauh Debora katakan., proses pengobatan Mario sejak Desember 2018 hingga April 2019, hanya mengandalkan kartu BPJS yang dibuat orang tua Mario sejak Mario baru lahir, dengan iuran pribadi.

“pada April 2019, Mario kembali dirujuk ke RS Imanuel karena dehidrasi dan mengalami infeksi pada usus hingga perutnya bolong, apa yang dimakan semua keluar karena ususnya bolong, sehingga dari Imanuel, Mario dirujuk ke RSCM dan baru hari ini pada (16/5/2019) masuk RSCM, atas perjuangan keluarga dan bantuan dari lembaga sosial di provinsi dan Jakarta.” Tuturnya.

Kendati demikian Debora akui, hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba belum pernah memberikan bantuan dengan bentuk apapun.

“Keluar kami sudah sering didatangi orang-orang yang ingin membantu agar Pemerintah daerah Tubaba bisa memberikan bantuannya, tapi semuanya tidak ada yang membuahkan hasil. Kondisi saat ini kami sangat membutuhkan bantuan, seperti kebutuhan Mario untuk Pampers, Kain Kasa dan lainnya. Kami sangat berharap Bupati Tubaba H.Umar Ahmda dapat membantu keluarga kami.”  Imbuhnya (Dirman

 

 

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Mario (2.5) tahun, seorang Balita warga Tiyuh (Desa) Daya Asri Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  mengalami infeksi usus hingga gizi buruk, mengharapkan uluran tangan dermawan juga Pemkab Tubaba.

Diketahui Balita tersebut adalah buah hati dari pasangan suami istri (PASUTRI) Tohap (37) dan Melnia (35), kini Mario telah dirujuk dan tampak terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada (16/5/2019) pukul 09:00 Wib.

Menurut penuturan Debora (38) selaku tante dari Mario, bahwa keponakannya sakit sejak bulan Desember 2018 lalu, dan telah menjalani Operasi pada bagian perut hingga dua kali.

“Awal Desember 2018, Mario mengalami sakit perut dan kembung, lalu berobat ke bidan Aceh yang terdapat di Margo Dadi, karena tidak ada perubahan lalu berobat ke klinik dr.Edi Winarso, pada saat disitu Mario sudah dehidrasi, lalu secepatnya kami rujuk ke RS Harapan Bunda di Lampung Tengah, dan masuk ruang ICU, namun tidak ada tindakan medis, dan kami kembali minta rujuk ke RS Imanuel Bandar Lampung.” Kata Debora terhadap translampung.com melalui sambungan teleponnya.

Lanjut dia, setelah masuk RS Imanuel, Mario mendapatkan tindakan Operasi hingga dua kali, dan dirawat diruang ICU.

“Setelah keluar dari ruang ICU pada RS Imanuel, Mario divonis terkena Gizi buruk, lalu dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, dan dirawat di sana, setelah dirawat, Mario diperkenankan untuk pulang, meski keadaanya tidak memungkinkan.” Jelasnya.

Lebih jauh Debora katakan., proses pengobatan Mario sejak Desember 2018 hingga April 2019, hanya mengandalkan kartu BPJS yang dibuat orang tua Mario sejak Mario baru lahir, dengan iuran pribadi.

“pada April 2019, Mario kembali dirujuk ke RS Imanuel karena dehidrasi dan mengalami infeksi pada usus hingga perutnya bolong, apa yang dimakan semua keluar karena ususnya bolong, sehingga dari Imanuel, Mario dirujuk ke RSCM dan baru hari ini pada (16/5/2019) masuk RSCM, atas perjuangan keluarga dan bantuan dari lembaga sosial di provinsi dan Jakarta.” Tuturnya.

Kendati itu Debora akui, hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba belum pernah memberikan bantuan dengan bentuk apapun.

“Keluar kami sudah sering didatangi orang-orang yang ingin membantu agar Pemerintah daerah Tubaba bisa memberikan bantuannya, tapi semuanya tidak ada yang membuahkan hasil. Kondisi saat ini kami sangat membutuhkan bantuan, seperti kebutuhan Mario untuk Pampers, Kain Kasa dan lainnya. Kami sangat berharap Bupati Tubaba H.Umar Ahmda dapat membantu keluarga kami.”  Imbuhnya (Dirma




Dua Dari Tiga Pelaku Perampokan Ditangkap, Satu Diantaranya Oknum Wartawan

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Selain bermodus sebagai anggota Polisi, satu dari tiga pelaku perampokan di Pasar Kelurahan Panaragan jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, pada selasa (14/5/2019) pukul 10.00 Wib lalu. Pelaku juga, memiliki ID Card kartu tanda pengenal Jurnalis Kabiro salah satu media di Lampung.

Menurut Iskandar, warga kampung Haji Pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah (LAMTENG) satu diantara korban perampokan mengatakan, modus kedua pelaku tersebut mereka mengaku sebagai anggota polisi yang hendak memeriksa barang bawaan korban karena takut ada barang terlarang.

“Kejadiannya kemarin pagi mas pukul 10.00 Wib, tiba-tiba ketiga pelaku itu langsung menghampiri kami dengan mengatakan, jika mereka anggota kepolisian yang hendak memeriksa barang sembako yang kami bawa, menurut pelaku takut ada barang terlarang.” Kata Iskandar, diamini rekannya Rizal kepada translampung.com saat dijumpai di Mapolsek Tulangbawang Tengah pada (15/5/2019) pukul 10.30 Wib.

Lanjut korban, setelah mereka menunjukkan barang dagangan sembako kepada tiga pelaku, mereka langsung disekap dan disandera dalam mobil selanjutnya dibawa pelaku tersebut muter-muter di wilayah Tulangbawang Tengah, Tubaba.

“Kami disandera dan dipaksa menyerahkan harta benda berikut uang tebusan kalau ingin selamat sebesar Rp50 juta. Namun kami sepakat hanya memberikan Rp30 juta, akan tetapi kami kirim pertama via transfer sebesar Rp5 juta, selanjutnya kembali di transfer Rp5 juta total Rp10 juta yang sudah kami serahkan. Karena masih ada sisa Rp20 juta perjanjian kami dengan ketiga pelaku, maka pelaku meminta paksa kendaraan Mobil Pick Up Carry warna hitam milik kami,” jelas Iskandar.

Sementara itu berdasar pantauan translampung.com dilokasi dua dari tiga pelaku berhasil diamankan oleh anggota gabungan Tekab Polres Tuba berikut barang bukti diantaranya, Mobil Pick Up, Sajam jenis Badik, Tanda bukti transfer, Hp samsung, Kayu ukuran 60 Cm, Kartu ID Card salah satu media, Uang Tunai pecahan 50, 20 dan 100 rupiah milik korban.

“Sementara kami belum bisa memberikan keterangan, sebab sedan dalam proses penyelidikan dan pengembangan, untuk keterangan lebih lanjut baru dapat disampaikan besok pagi (16/5/2019).” Imbuh Kanit Reskrim sektor Tuba Tengah Benyy. (Dirman)