Untuk Atasi dan Mencegah Konflik, Unila dan Watannas Sepakati Kerjasama

0
380
views

Universitas Lampung (Unila) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Sekretariat Jendral Dewan Ketahanan Nasional terkait penyelesaian konflik sosial di Lampung, acara berlangsung di ruang sidang lantai dua gedung rektorat Unila, Selasa (21/2).

LAPORAN: HERU KRISWOKO/BANDARLAMPUNG

TRANSLAMPUNG.COM-Acara penandatanganan perjanjian kerjasama tesebut dipimpin oleh Rektor Prof. Hasriadi Mat Akin bersama Sekretariat Jendral Dewan Ketahanan Nasional, Letjen TNI Nugroho Widyotomo, dan hadir Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Prof. Bujang Rahman, Wakil Rektor II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan) Prof. Muhammad Kamal, Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaaan dan Alumni) Prof. Karomani, Wakil Rektor IV (Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi) Prof. Mahatma Kufepaksi dan dihadiri para tamu undangan lainnya.

Hasriadi mengatakan bahwa dia pihaknya siap untuk melakukan riset dan mencari sosusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

“Kita sudah siap untuk melakukan kerja sama, nanti akan mengadakan riset untuk memahami konflik sosial dan memberikan solusi yang tepat,” kata Rektor.

Dan menurut Rektor Unila, kerja sama tersebut sesuai dengan tupoksi mereka, untuk mempelajari konflik sosial yang ada di wilayah Lampung. Sehingga dari pihak Universitas sudah mengadakan riset terkait konflik sosial yang ada di Lampung dan bekerja sama dengan Watananas untuk mendapatkan solusi.

“Saya kira ini memang sesuai dengan tupoksi kita, jadi kita ingin bekerja sama dengan Wantanas ini untuk melihat konflik sosial di Lampung, saya kira kita ingin membangun kopetensi Unila juga, dan kita sudah mendirikan pusat study budaya untuk mempelajari konflik sosial itu sendiri, dan kita sudah melakukan riset, sekarang kita kerja sama apa yang telah dikejakan Unila ini dengan watanas bagaimana nantinya penyelesaianya,” ujar Hasriadi.

Rektor Unila mengatakan bahwa, Unila merupakan sumber informasi atau sebagai database, karena menjadi pusat budaya.

“Unila menjadi pusat budaya, sehingga semua kepentingan atau sebagai data base ada di sini semua,” imbuhnya.

Kemudian Sekretariat Jendral Dewan Ketahanan Nasional, Sesjen Wantannas Letjen TNI Nugroho Widyotomo mengatakan bahwa Pembinaan ketahanan nasional sangat penting untuk melihat seberapa jauh berbagai bentuk perkiraan strategis dapat memberikan pencegahan konflik (Conflict Prevention), solusi konflik (conflict solution), pemecahan masalah pertahanan keamanan lainnya (National defence and security).

Hal ini sangat penting agar sedini mungkin berbagai kemungkinan gangguan terhadap kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional di berbagai bidang dan sektor pembangunan dapat diantisipasi dan ditanggulangi dengan risiko sekecil mungkin. Untuk itu, peran Setjen Wantannas dalam melakukan pembinaan di berbagai bidang dan sektor pembangunan nasional harus dapat lebih di optimalkan sesuai dengan berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apa yang kitanlakukan hari ini merupakan kelanjutan yang sebelumnya, kita ada MoU antara Rektor dengan Setjen pada waktu itu, ini adalah tindak lanjut dari MoU yang sudah kita lakukan. Dan Untuk kali ini kita akan bekerja sama lagi terutama topiknya tadi yang sudah disampaikan yaitu Mengenai konflik sosial,” kata Nugroho usai acara penanda tanganan MoU, Selasa (21/2).

Dia berpesan kepada seluruh media cetak maupun elektronik, agar dalam menyampaikan suatu informasi harus secara bijak, jangan sampai karena informasi yang di sampaikan melalui berita tersebut menimbulkan konflik.

“Saya berpesan kepada media untuk mejadi corong kedamaian, untuk menyampaikan berita-berita baik, bagaimana menyampaikan kepada masyarakat untuk bisa saling menghormati, menghargai, apalagi kemarin menjelang situasi pemilihan bupati, gubernur, karena ini rawan untuk terjadinya konflik,” pesannya.

Lalu penanda tanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Deputi Pengembangan, Marsda TNI Khoirul Arifin dan Wakil Rektor IV (Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi), Prof. Mahatma Kufepaksi dan kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cindera mata dari Unila dengan Watannas.(hkw)