. . .

Asrian: Faktor Produksi dan Distribusi

image_print

Terkait Kenaikan Harga Bahan Pokok

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Salah satu pengamat ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Caya angkat bicara terkait naiknya harga beberapa kebutuhan pokok yang juga terjadi di Lampung.

Pengamat Ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Caya menjelaskan, dominan kenaikan harga terjadi tentu dari hasil pertanian, tetapi beberapa pekan terakhir hasil peternakan seperti telur ras juga alami kenaikan. Harga produksi pertanian bergantung pada cuaca, sedangkan peternakan ini masih dilihat faktor proses produksi dan distribusinya adakah hambatan atau tidak.

“Harga pertanian bergantung pada musim, jika musim apa barang sudah habis maka barang akan melambung naik,” ucapnya saat dihubungi radarlampung.co.id (Group Trans Lampung), Senin (16/7).

Tidak hanya itu, kenaikan harga juga dialami pada peristiwa tertentu antaranya sebelum dan sesudah hari raya lebaran, natal, akhir tahun dan momen hari besar lainnya.

“Harga relatif akan naik disebabkan oleh permintaan yang cukup melambung,” ungkapnya.

“Harga naik barang saat ini diperkirakan ada 2 faktor yang mempengaruhi yakni, produksi dan distribusi. Pada produksi harga cabai naik karena belum adanya musim lagi, ditambah lagi distribusi adanya keterlambatan pengiriman barang karena sebagian barang ada yang mengambil dari luar Lampung dengan begitu maka harga otomatis akan naik,” jelas Asrian.

Melihat dari sisi ekonomi, kenaikan harga naik turun bersifat alami melihat dari ketersedian dan penawaran. Hal yang dikhawatirkan adalah tingkat kenaikan harga yang relatif tinggi dengan terus menerus dalam jangka waktu panjang, maka akan berdampak pada masyarakat maupun perekonomian secara luas.

“Untuk harga naik turun dalam jangka waktu yang tidak panjang, masih bisa dikatakan alami,”terangnya.

Asrian menambahkan, melihat saat ini sudah memasuki musim panas dan jarangnya turun hujan, para petani diminta agar tetap menjaga produksi barang untuk bisa menjaga ketersedian air, guna menjaga hasil produksi. Kalaupun adanya ganguan hama tidak meluas dan bertampak pada masyarakat.

“Jika mengalami gangguan produksi maka yang pertama dirugikan adalah petani itu sendiri, dan tidak hanya itu, harga pun akan melambung tinggi secara tidak langsung akan merugikan banyak pihak,”tutupnya. (hen/ynk/tnn)