. . .

ASN Pemkab Tanggamus Himpun Bantuan, Polres Terjunkan 50 Personel Gabungan

image_print
PEDULI KORBAN BANJIR: ASN Bagian Umum Setda Tanggamus Rico Valiandra menyerahkan bantuan untuk diserahkan pada korban banjir Pekon Umbar (foto atas). Konvoi mobil polisi siap berangkat ke Pekon Umbar untuk memobilisasi puluhan personel gabungan (foto bawah). (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Para korban banjir bandang di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Termasuk para Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang kompak menggalang bantuan bahan makanan pokok, mie instan, serta makanan kaleng. Kemudian jajaran Polres Tanggamus yang menerjunkan 50 personel gabungan ke Pekon Umbar.

Penjabat Sekretaris Daerah Tanggamus Drs. Hamid H. Lubis, S.STP, M.Si. melalui pesan disampaikan Dinas Kominfotik mengatakan, inisiatif ASN Pemkab Tanggamus menggalang bantuan bahan makanan untuk korban banjir Pekon Umbar, adalah sebagai bentuk empati dan simpati para ASN.

Para ASN di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tanggamus, sekda melanjutkan, menyalurkan bantuan berupa bahan pokok. Seperti beras, mie instan, bahan makanan sarden, dan air mineral kemasan gelas.

“Dalam pelaksanaannya untuk memudahkan distribusi, bantuan dikumpulkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanggamus. Selanjutnya didistribusikan kepada para korban banjir di lokasi,” kata Hamid H. Lubis.

SERAHKAN BANTUAN: ASN Diskominfotik Kabupaten Tanggamus Budi Eko (kanan) menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Pekon Umbar dari dinasnya.

Pada Jumat (9/11) sejumlah ASN perwakilan dari setiap OPD, telah menyerahkan bantuan tersebut melalui Dinas PUPR. Selanjutnya bantuan akan didistribusikan kepada korban oleh Dinas PUPR ke lokasi kejadian banjir di Tanggamus.

“Terima kasih pada seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang telah peduli dan membantu korban banjir di Tanggamus. Terima kasih telah berinisiatif menggalang dan menyalurkan bantuannya. Ini sebagai bentuk empati dari ASN kepada para korban bencana alam,” ketik Pj. Sekda Tanggamus melalui pesan WhatsApp pada diskominfotik setempat.

Lebih lanjut Pj. Sekda Tanggamus juga mengimbau kepada para ASN di kecamatan yang wilayahnya tidak mengalami banjir dan longsor, agar memberikan bantuan kepada korban banjir di Tanggamus. (*)

Polres Tanggamus Terjunkan 50 Personel Gabungan

TAK jauh berbeda dengan ASN Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Polres Tanggamus juga menaruh perhatian khusus terhadap para korban bencana banjir bandang di Pekon Umbar. Persiapan personel yang akan diterjunkan, dilakukan melalui apel yang dipimpin Kabag Ops Kompol Bunyamin, S.H., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. Jumat pagi.

Dalam arahannya, Bunyamin meminta kepada personil gabungan untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya, guna membantu korban banjir bandang.

PERSIAPKAN PERSONEL: Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Bunyamin mempersiapkan 50 personel gabungan sebelum berangkat ke Pekon Umbar untuk membantu para korban banjir.

“Untuk membantu korban, Polres Tanggamus menerjunkan 50 personil gabungan. Meliputi Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, Satuan Lalu Lintas, Urusan Kesehatan, dan Anggota Polsek Rayon C,” jelas kabag ops.

Menurut dia, selain anggota gabungan tersebut, sejumlah perwira turut dalam tim. Antara lain Kasat Sabhara AKP Rohmadi dan Kasat Intelkam AKP Samsuri dan Ipda. Sukarjo. Polres Tanggamus juga telah menunjuk personel kontijensi di wilayah lain yang sudah terdampak maupun rawan bencana.

“Anggota lain telah di-SPRINT–kan untuk wilayah rawan longsor Pekon Batukramat dan Pekon Tanjungjati, Kecamatan Kotaagung Timur serta wilayah hukum Polsek Wonosobo. Dua wilayah itu rawan bencana tanah longsor dan banjir,” tutur Bunyamin.

Untuk diketahui, akibat bencana banjir bandang disebabkan luapan Sungai Umbar Liuk dan Umbar di pekon setempat pada Kamis (8/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Dampak bencana itu, puluhan rumah hanyut terbawa arus dan ratusan rumah rusak dan tergenang.

Seperti dijelaskan Kapolsek Limau, Iptu. Rukmanizar, dampak banjir di Dusun Lebuk Kejung sebanyak 14 rumah hanyut terbawa arus dan 17 rumah rusak parah. Di Dusun Tanjung Iman 3 rumah hanyut terbawa arus dan 18 rumah rusak berat. Lalu di Dusun Induk 5 rumah hanyut terbawa arus serta 80 rumah rusak.

“Selain ratusan rumah, banjir juga merenggut nyawa seorang nenek berusia 80 tahun. Korban bernama Acik itu, meninggal setelah terseret arus. Jasad korban sudah dievakuasi dan telah dimakamkan di pemakaman pekon setempat. Sebuah jembatan gantung yang baru dibangun, juga ikut hanyut diterjang arus banjir arus,” tandas Rukmanizar. (ayp)