. . .

Angka Kemiskinan 13,25%

image_print

Pemkab Tanggamus Upayakan Penurunan

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS -Pengentasan Kemiskinan menjadi salah satu prioritas Pemkab Tanggamus. Saat ini persentase kemiskinan di Tanggamus mencapai 13,25 persen atau berada di peringkat ke-11 dari 15 kabupaten/kota se Provinsi Lampung.

Sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tanggamus mengadakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Penanganan Kemiskinan di Gisting.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Bidang Ekobang FB Karjiyono itu, diikuti seluruh Camat, Kasi Kesmas yang ada di kecamatan, pihak BUMD dan dunia usaha.

Karjiyono berharap rakernis tersebut bisa meningkatkan kualitas penerima manfaat yang tepat sasaran, melalui fokus program-program kepada masyarakat miskin agar lebih efektif dan efesien.

“Dengan demikian, kelompok masyarakat yang seluruhnya tidak terjangkau dan belum mampu mengakses kegiatan produktif yang bersifat normal dan kelompok masyarakat yang masih berada dibawah kemiskinan bisa terbantu,” katanya.

Sebagai upaya pengentasan kemiskinan  berjalan secara sinergis dan berkelanjutan, ungkap Karjiono, harus dilakukan melalui dua sisi secara terpadu yaitu dari sisi penghidupan masyarakat miskin maupu  sisi produksinya. Dari sisi penghidupan yakni melakukan intervensi untuk pengembangan kualitas SDM.

Sehingga dapat memutus rantai kemiskinan yang biasanya diturunkan secara antar generasi pada keluarga miskin tersebut. Lalu dari segi produksi diupayakan agar kelompok pendapatan rendah dapat berpartisipasi dalam kegiatan produktif.

“Untuk itu penyediaan program dan layanan pembangunan diupayakan adanya sinergi antara perencanaan dan penganggaran. Agar berpihak pada masyarakat miskin atau pengangguran,” pinta Karjiyono.

Menurut Kepala BAPPEDA Tanggamus Hendra Wijaya Mega, persentase jumlah kemiskinan di Tanggamus tahun 2017 berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Tanggamus sebesar 14,25 persen. Kemudian di awal tahun 2018, turun menjadi 13,25 persen.

“Untuk mengentaskan kemiskinan di Tanggamus ini perlu kerja keras antar-stakeholder. Maka dari itu untuk kali pertama kita mengadakan rakernis yang difasilitasi oleh BAPPEDA. Targetnya selama dua tahun kedepan kemiskinan di Tanggamus turun diangka 11 persen atau peringkat ke 8 dari 15 kabupaten/kota,” kata Hendra.

Dia melanjutkan, dalam rakernis itu memang sengaja mengundang seluruh camat ditambah adanya dukungan dari dunia usaha.

“Camat lebih tahu potensi apa yang bisa dikembangkan diwilayahnya begitu juga pihak swasta dengan membuka lapangan pekerjaan. Maka itu dalam rakernis ini kita menyamakan persepsi sebab sekarang sudah ada Dana Desa (DD) dan Program Gerbang Saburai. Terlebih Presiden RI Joko Widodo sudah menginstruksikan pengentasan kemiskinan melalui program padat karya,” terang Hendra lagi.

Dia menambahkan, bahwa pemkab memfokuskan tiga sektor sebagai upaya mengurangi kemiskinan. Yakni sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan program manfaat.

“Ketiga sektor itu harus diawasi. Misal kalau pendidikan camat dan dinas pendidikan. Lalu program manfaat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) juga begitu sehingga program bantuan tepat sasaran,” pungkas Hendra. (ayp/hkw)