. . .

Anggur Diduga Berformalin Beredar di Kabupaten Tetangga, Bupati Tanggamus ”Nyalakan Alarm” Waspada

image_print

TINGKATKAN KEWASPADAAN: Bupati Tanggamus Dewi Handajani di hadapan awak media, menegaskan segera berkoordinasi dengan intansi terkait untuk mencegah masuknya anggur diduga berformalin ke Tanggamus. 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS  – Buah anggur merah diduga berformalin, belakangan ini peredarannya sudah mulai merangsek ke beberapa daerah di Lampung. Antara lain di Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu. Tak menutup kemungkinan, kabupaten lain seperti Tanggamus, juga menjadi target peredaran buah anggur merah itu.

Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Pekon Wates, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, telah melakukan pengujian dengan Nomor: 440/2111/13/2018. Objek pengujian adalah sampel anggur merah dari lokasi Rest Area Pekon Wates, Kabupaten Pringsewu. Hasil uji tertanggal 14 Oktober 2018 dengan alat uji sanitarian Puskesmas Wates itu sangat mengejutkan, positif formalin.

Menanggapi fenomena beredarnya anggur merah diduga berformalin di Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran ini, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. angkat bicara. Bupati menegaskan, secepatnya memanggil instansi terkait untuk berkordinasi dan melakukan pencegahan dini, masuknya anggur merah diduga berformalin atau produk-produk berbahaya lainnya ke Tanggamus.

”Terimakasih atas informasinya. Kami juga sudah memantau peristiwa ini setelah heboh di Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran. Kami akan panggil instansi terkait untuk berkoordinasi. Terutama untuk melakukan upaya pencegahan dini masuknya buah anggur merah ini, atau produk-produk berbahaya lainnya ke Tanggamus. Jangan sampai lagi-lagi masyarakat yang menjadi korban keculasan orang-orang serakah. Semoga buah anggur ini tidak ditemukan di kabupaten kita,” ujar Dewi Handajani, Rabu (17/10) sore.

Dirinya juga mengimbau, agar masyarakat Kabupaten Tanggamus berperan aktif dalam kondisi ini. Artinya, jika menemukan kecurigaan terhadap sebuah produk yang diperdagangkan atau dijual bebas, segera melapor. Sebab jika hanya mengandalkan pemerintah, hasilnya pasti kurang optimal. Dengan demikian, peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan.

”Saya percaya, masyarakat Tanggamus ini sudah menjadi manusia yang selektif dan berhati-hati dalam segala hal. Sehingga selain berperan aktif, kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam membeli atau mengkonsumsi sesuatu. Jangan selalu terkecoh dengan harga yang murah. Namun harus selektif dan jeli,” imbau Dewi Handajani saat ditemui usai peresmian Gedung Serba Guna Pekon Gisting Bawah. (*)