Anggaran Kementan Rp 19,3 Triliun Dialokasikan ke Petani

0
173
views
Grafik Anggaran Kementan Rp 19,3 Triliun Dialokasikan ke Petani. Foto for JPG

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian menunjukkan komitmennya untuk dengan keberpihakan kepada petani. Itu ditunjukkan dari pengalokasian anggaran 2018.

Dari total alokasi anggaran Kementan sebesar 22,65 triliun rupiah, sebanyak 85 persen atau senilai 19,3 triliun rupiah akan digunakan untuk belanja sarana dan prasarana (sarpras) petani.

Alokasi anggaran Kementan untuk belanja sarpras petani memang terus meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2017 ini, alokasi untuk sarpras petani capai 16,6 triliun, jauh meningkat dibandingkan tahun 2014 yang hanya senilai 5,4 triliun rupiah atau 35 persen dari total anggaran Kementan saat itu.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa sesuai arahan Presiden Jokowi, Kementan telah melakukan refocusing anggaran.

Pada tahun-tahun sebelumnya alokasi anggaran Kementan lebih banyak digunakan untuk belanja operasional yang meliputi perjalanan dinas, rapat, dan rehab gedung.

Maka pada era kepemimpinan Amran Sulaiman, anggaran Kementan lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur pertanian dan pemberian bantuan kepada petani, berupa alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, serta asuransi pertanian.

Berbanding terbalik dengan alokasi belanja sarpras petani, Anggaran belanja operasional Kementan memang terus mengalami penurunan.

Jika pada anggaran tahun 2014 belanja operasional capai 48 persen dari total anggaran Kementan, maka pada tahun 2018 mendatang, belanja operasional hanya sebesar 3 persen dari total anggaran atau senilai 679 miliar rupiah.

“Peningkatan alokasi belanja sarpras petani sebagai wujud komitmen pemerintah dalam tingkatkan kesejahteraan petani,” kata Amran dalam keterangan persnya, Selasa (13/6).

Amran juga percaya, refocusing anggaran ini juga akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.

Saat ini, Indonesia telah berhasil mewujudkan swasembada beras, bawang, dan cabai. Indonesia juga diharapkan dapat swasembada jagung paling lambat pada tahun depan. (jpg)