Andi Surya: Bullying Bukan Tipikal Dunia Pendidikan

0
513
views
Anggota DPR RI, Dr. H. Andi Surya, Foto Dok. Heru/Translamung

Translampung.com, BANDARLAMPUNG- Anggota DPR RI, H. Andi Surya kecewa terkait aksi bullying yang diduga dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Gunadarma kepada mahasiswa berkebutuhan khusus dan diunggah ke mediasosial yang sangat ramai diperbincangkan.

Andi Surya Mengatakan Bahwa bullying bukan tipikal dunia pendidikan, karena menurut dia tidak ada kurikulum yang mengajarkan prilaku seperti itu.

“Bullying bukan tipikal dunia pendidikan, karena tidak ada dalam kurikulum manapun diajarkan bullying. Bullying seharusnya jauh dari dunia pendidikan karena anak didik selalu diajarkan etika, tata krama dan akhlak perilaku yang saling menghargai kepada teman dan orang yang lebih tua,” ucapnya saat dihubungi Trans Lampung via WhatsApp, Senin (17/7) Sore.

Dia  berpendapat bahwa ada sesuatu yang keliru dan nilai-nilai ajaran yang sesuai tuntutan moral, agama dan kearifan belum efektif sepenuhnya.

“Jika terjadi bullying di sekolah seperti yang diisukan saat ini, berarti ada sesuatu yang keliru atau alpa baik dari pendidik maupun orang tua. Artinya nilai-nilai perilaku yang sesuai tuntutan moral, agama dan kearifan lokal mungkin saja belum sepenuhnya efektif ditransfer kepada peserta didik, misalnya setiap hari pendidik atau orang tua mengingatkan kepada murid atau anak agar dalam bergaul dengan teman tidak boleh saling mengintimidasi atau melecehkan, karena itu dilarang etika moral dan nilai agama,” jelasnya.

Pendiri perguruan tinggi Mitra Lampung dan Global Surya School ini berharap adanya kesadaran para peserta didik betapa bahayanya bullying dengan lebih mengontrol lagi kegiatan anak didik baik di lingkup sekolah maupun di dalam keluarga.

“Oleh karenanya, saran saya lembaga-lembaga pendidikan agar memperkuat kesadaran peserta didik terhadap bahaya bullying dengan cara setiap hari guru-guru mengingatkan untuk saling menghormati dalam pergaulan sesama teman dan guru harus juga mengontrol anak-anak didik pada saat istirahat, karena biasanya pada saat istirahat sekolah inilah terjadi bullying. Kalau perlu dipasang cctv di tempat-tempat anak sekolah berkumpul ketika istitahat seperti kantin, pustaka atau halaman belakang sekolah,” harap pria kelahiran Banda Aceh ini.

Andi Surya kembali berharap, para orang tua dapat mengingatkan anak-anaknyauntuk selalu bersikap harmonis kepada teman-temannya.

“Kepada orangtua sebaiknya juga mengingatkan kepada anak untuk bisa bersikap harmonis dengan sesama teman di sekolah secara continue,” tutupnya (as/hkw)