AMT BBM Tuntut Angkat Karyawan Tetap

0
743
views
DEMO: Para awak mobil tangki menyampaikan aspirasinya di depan gerbang Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, kemarin. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

TRANSLAMPUNG.COM, PANJANG – Sedikitnya 60 awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina Patra Niaga menggelar aksi mogok kerja di depan pintu gerbang Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

Puluhan AMT tersebut memprotes sejumlah kebijakan PT Pertamina Patra Niaga. Dalam aksi mogok kerja itu, para AMT tak mengangkut BBM ke daerah-daerah.

Erwansyah Amin, salah satu peserta aksi, menyatakan, para AMT menuntut agar diangkat jadi karyawan tetap. Selain itu, para pendemo juga menuntut agar 14 rekan mereka yang dipensiunkan perusahaan mendapat hak pesangon.

“Kami juga meminta agar 24 orang AMT yang dirumahkan dipekerjakan kembali. Dan selama mereka dirumahkan haknya dibayarkan. Serta jalankan surat keputusan dari Sudinakertrans Jakarta utara Nomor 4750/-1.838 tertanggal 26 September 2016,” tegas Erwansyah yang juga Ketua Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia.

Tuntutan itu merupakan tuntutan untuk konteks lokal. Sementara untuk konteks nasional para pendemo menuntut diantaranya waktu kerja selama 8 jam. Mereka menuntut penghentian system blokir upah dan absen finger print kru AMT apabila kru mengalami insiden kecelakaan kerja atau indisipliner.

Menurutnya, pihaknya telah tiga kali melakukan bipartit dengan PT Pertamina Patra Niaga. Namun, tidak membuahkan hasil. Sehingga menurut Erwansyah permasalahan ini di serahkan ke DPP AMT di Jakarta.

“Di Jakarta pun kami sudah mengadakan sehingga permasalahan ini kami serahkan ke DPP. Di Jakarta kami sudah mengadakan bipartit termasuk di Kementerian Tenaga Kerja, disitupun hasilnnya hanya deadlock, sehingga keputusan di DPP kami melakukan mogok nasional”, ujarnya.

Sementara Pihak PT Pertamina Patra Niaga saat hendak di konfirmasi mengenai aksi mogok tersebut enggan berkomentar. Saat didatangi ke kantor, tak ada karyawan yang dapat dikonfirmasi. Dan saat diminta untuk menunjuk pejabat berwenang untuk mendapatkan konfirmasi, seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya enggan memberinya. “Ke satpam saja,” ucapnya singkat. (tnn)