Alzier Suport Penuh Laporan Pelanggaran Pidana Politik Uang

BANDARLAMPUNG – Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie mendukung penuh laporan dug
aan pelanggaran pidana money politik Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi – Chusnunia alias Nunik ke Bawaslu Lampung. Dia berharap sentra Gakumdu yang terdiri dari Bawaslu, Polda dan Kejati Lampung tidak main-main dan terkesan “main mata” merespon laporan tersebut.

“Kalau ini terjadi, bila perlu saya yang akan menghadap langsung ke Bawaslu RI, Mabes Polri dan Kejaksaan agar paslon nomor 3 ini dibatalkan,” tutur Alzier usai acara sosialisasi pencalonan dan bimtek aplikasi sistem pencalonan (silon) peserta pemilihan umum anggota DPD RI, di Hotel Emersia Bandarlampung, Jumat (29/6).

Menurut Alzier, sebagai putra daerah di Lampung yang lahir dan nantinya akan meninggal dunia serta dikuburkan di Lampung, dirinya sangat prihatin fenomena politik uang saat pilgub, 27 Juni 2018 lalu.

“Sebagai putra daerah Lampung saya ada piil Pesenggiri yang menjadi  tatanan moral dan pedoman bersikap serta perilaku dalam segala aktivitas kehidupan. Karenanya jujur saya akan terus melawan. Saya tidak mau Lampung dipimpin oleh pemimpin yang bisa disetir atau diatur kelompok tertentu. Sudah jelas, terang-benderang, ada proses tidak wajar di pilgub Lampung. Ada kekuatan coorporate. Ini sudah menjadi rahasia umum,” tegas Alzier.

Yakni bahwa majunya Arinal di pilgub Lampung diduga disupport  salahsatu perusahaan besar di Lampung sehingga memicu keresahan di masyarakat. “Saya banyak aspirasi. Malu saja Lampung dipimpin orang yang tak memiliki wibawa. Mau dibawa kemana Lampung kedepan. Dimana ada Cagub yang dipeluk-peluk atau ditepuk-tepuk oleh bos coorporate  di kegiatan kampanye dan lain-lain. Ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

Karenanya Alzier menghimbau semua elemen masyarakat Lampung bersatu. Termasuk juga media massa, media cetak dan elektronik di Lampung.

“Jangan hanya karena disumpal “kue iklan” langsung menutup mata. Jangan pentingkan diri sendiri. Pikirkan mau dibawa kemana Provinsi Lampung yang sangat kita cintai ini. Sekali lagi malu. Sebagai putra-putri Lampung kita harus menjunjung tinggi Piil Pesenggiri. Jangan jual atau gadaikan provinsi ini. Pikirkan dan malu sama anak-cucu karena akan tercatat dalam sejarah. Bahwa sebagai putra Lampung kita menjadi “pecundang politik”,” tutup Alzier.(davit/nys)

News Reporter