Alay Tanggungjawab Kembalikan DP

0
142
views

Kelanjutan Pembangunan Pasar Smep

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Direktur Utama PT.Prabu Artha Makmur, Ferry Sulistio alias Alay mengaku tak mengetahui adanya keputusan pemutusan kontrak perusahaannya untuk pekerjaan pembangunan pasar smep, Bandarlampung oleh pemerintah kota (Pemkot) setempat.

Kendati demikian, Alay mengaku akan menghadap Walikota Bandarlampung Herman HN pada Senin (17/7) untuk menanyakan keputusan tersebut. “nanti tanggal 17 saya pulang, ngadep walikota. Akan bicara apa saya bisa lanjut atau tidak. Kalau tidak lanjut saya tanggungjawab kepada pedagang,” kata Alay dihubungi kemarin.

Ia menegaskan akan bertanggungjawab mengembalikan DP para pedagang jika benar kontraknya diputuskan oleh pemkot. Namun demikian ia juga tak menutup kemungkinan akan tetap dipercaya membangun pasar smep yang sudah mangkrak selama empat tahun.

Ia mengaku masih sanggup membangun, meskipun Herman mengatakan Alay tak memiliki dana lagi untuk membangun.“saya putra daerah Lampung, sudah bangun tujuh pasar, tidak akan buat kecewa. Saya bertanggungjawab untuk masalah DP. Berlanjut dengan kontrak baru atau enggak saya hadap walikota dulu,” tegasnya.

Jikapun keputusan pemkot tetap bersikukuh untuk memutus kontrak, Alay memastikan akan tetap bertanggungjawab. “kalau diputus gak bisa nego lagi, dp tetep tanggungjawab saya. Saya putra daerah gak akan buat malu,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi menjelaskan jika sebenarnya rekomendasi pemutusan kontrak itu sudah lama disarankan, melalui komisi II dari hasil pertemuan beberapa kali dengan dinas pasar dan pemkot. “ya memang itu sudah diputus dan akan cari investor baru. Tapi memang kendalanya pengembang ini sudah menarik dana cukup banyak dari pedagang dan tidak melibatkan pemkot,” kata Wiyadi dihubungi kemarin.

Hal inilah yang menurut politisi PDI-Perjuangan ini memberatkan investor baru yang akan masuk. “solusi uang pedagang ini nggak ketemu, investor baru anggap permasalahan itu agak berat,” ujarnya.

Mengenai rencana Alay untuk menghadap walikota membahas pemutusan kontrak tersebut pihaknya menyambut baik dikarenakan solusi pengembalian uang dari pihak ketiga kepara pedagang tidak jelas sampai saat ini. “ya silahkan saja misalkan pengembang lama betul siap bangun pasar smep atau mempertanggungjawabkan uang pedagang supaya tidak hilang. Karena memang ketika diputus kontrak, ada uang yang sudah masuk menjadi modal disitu. Itu jadi dilemma. Kalau Alay tanggal 17 datang kita apresiasi, dan supaya itu bisa berlanjut pembangunannya,” imbuhnya.

Karena memang lanjut Wiyadi, surat tertulis pemutusan kontrak dengan Alay belum ada secara tertulis. “ya itukan baru statement pak wali, belum ada tertulisnya. Intinya ada win win solution apapun keputusan pemkot nanti, dan juga pedagang tidak dirugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung Asisten Bidang ekonomi dan pembangunan, Pola Pardede menjamin pengembalian uang para pedagang yang ditarik pengembang lama pasar smep akan dikembalikan. Ia juga mengatakan pemkot akan memanggil Alay dan jajarannya bulan ini.

“ya kalau itu urusannya pihak ketiga, yang jelas pemkot bantu fasilitasi pengembang dengan masyarakat pedagang ini. Pastinya akan kami catat dan panggil pihak pengembang lama dan kita cari data pedagang yang sudah membayar DP,” kata Pola diruang rapat walikota Bandarlampung Kamis (6/7).
Pola mengatakan tak bisa menargetkan kapan pengembalian uang dari pihak ketiga rampung.

Namun ia memastikan penunjukan pengembang baru nantinya setelah pengembalian uang dari pihak ketiga selesai seluruhnya. “untuk pengembang pengganti nanti kita proses sesuai aturan. kita tunggu dulu, pengembalian dari pengembang pertama. Kan gak bisa ujug ujug ganti juga ada prosedurnya,” imbuhnya.

Mengingat pengalaman sebelumnya, proyek pasar smep mangkrak sampai empat tahun. Pemkot berjanji akan mencari pengembang pasar selanjutnya yang kredibel dan transparan dalam membangun pasar. “jelas harus hati hati, lihat kinerjanya pengembang nanti, punya pengalaman tidak membangun seperti itu (pasar). Ada catatan hitam atau enggak, dari situ nanti ada tim yang fasilitasi dan verifikasi,” tegasnya.

Proses lelang nantinya akan berlangsung mulai tahap administrasi sesuai aturan yang berlaku. Pola menargetkan tahun ini pemkot telah mendapatkan pengembang pasar yang baru. “sampai saat ini belum ada calon barunya, karena ada prosedur yang harus kita ikutin melalui lelang. Yang penting secepatnya, karena sudah lama ini kan empat tahun pedagang menunggu kasihan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelum, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memastikan telah memutus kontrak PT. Prabu Artha Makmur sebagai pengembang pasar smep Bandarlampung. Demikian diungkapkan Walikota Bandarlampung, Herman HN.

Bahkan, dirinya membukan peluang untuk investor lain guna melanjutkan pembangunan pasar yang telah mangkrak selama empat tahun itu. “ya nggak apa-apa kalau ada yang mau investasi disitu (smep) boleh. Bukan saya sendiri tapi semua lapisan masyarakat bisa membangun. Karena sudah saya putus kontrak (Prabu Artha),” kata Herman dilingkungan pemkot setempat Rabu (5/7).

Dia juga mengaku jika PT. Prabu Artha sebagai pengembang terdahulu pasar smep tetap bertanggung jawab dan mengembalikan uang yang sudah diambil dari para pedagang. “uang yang sudah diambil pengembang harus dipertanggungjawabkan. Ya dia (Prabu Artha) nggak ada dana nggak sanggup lagi. Nanti kita cari lagi pengembang yang baru bagaimana kebersamaan membangun pasar ini,” imbuhnya.

Mantan kadispenda Lampung ini beralasan pihaknya tidak sejak lama memutus kontrak pembangunan dikarenakan takut uang pedagang yang telah disetorkan hilang. “saya bukan bertele tele kaerna kasian uang rakyat sudah banyak yang ditarik pengembang itu. Jika diputus, nanti uang rakyat ilang. Makanya bagaimana saya ulur ulur nego uang itu bisa dikembalikan kepada rakyat yang memilikinya,” janji Herman.

Pada pengembang pasar baru nantinya, Herman mengaku akan lebih berhati hati dalam bekerjasama. “kalau ada pengembang baru nanti otomatis yang suda diambil berapa? nego dikerjakan berapa? tinggal bentuk kerjasamanya bagaimana dan pedagang tidak diberatkan,” tutur dia. (jef)